Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Apa Itu Javascript

5 min read

Apa itu JavaScript?

Apa itu JavaScript? Pertanyaan ini yang sering dilontarkan dari seseorang yang baru terjun ke dunia pemrograman. JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai dalam kurun waktu dua puluh tahun ini.

Untuk mempelajari bahasa pemrograman JavaScript sebenarnya susah-susah gampang sih. Tergantung niatnya juga. hehe

Tapi sebelum memulai, alangkah baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar HTML dan CSS supaya lebih maksimal.

Pengertian JavaScript

JavaScript yaitu

Pertanyaan apa itu JavaScript. Seringkali kita dengar jika ada orang yang baru terjun kedunia pemrograman.

Pengertian JavaScript sendiri adalah bahasa pemrograman yang biasa digunakan pada dokumen HTML yang membuat tampilan website menjadi interaktif.

JavaScript juga termasuk kedalam bahasa script yang cara kerjanya hanya memerlukan interpreter sehingga tidak membutuhkan compiler agar bisa menjalankannya.

Interpreter tersebut telah terpasang di hampir semua web browser yang biasa digunakan oleh semua orang, seperti; Google chrome, Mozila, ataupun yang lainnya.

Untuk menjalankan bahasa JavaScript, Anda hanya perlu menggunakan aplikasi text editor dan web browser.

Mengapa pemrograman JavaScript menjadi hal penting ketika akan membangun sebuah website? Karena JavaScript menjadi salah satu faktor dari tiga pemrograman utama bagi web developer.

  • HTML: Memungkinkan Anda untuk menambahkan konten ke halaman web.
  • CSS: Menentukan layout, style, serta keselarasan halaman web.
  • JavaScript: Menyempurnakan tampilan dan sistem halaman dari sebuah web.

Selain itu terdapat fitur-fitur menarik lainnya dalam pemrograman JavaScript, yakni:

1. High Level Programing Language

Fitur ini termasuk ke dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi, yang memungkinkan para programer untuk menulis program-program yang independennya dari jenis tertentu pada komputer.

2. Client-Side

Pada fitur ini semua proses yang ada pada halaman website akan diproses oleh klien/ web browser.

3. Loosely Tiped

Di tahap ini tidak lagi memerlukan definisi variabel dan juga tidak mengharuskan para penggunanya untuk mengklarifikasikan jenis variabel.

4. Berorientasi Objek

Sejarah JavaScript

Sejarah JavaScript

JavaScript pertama kali muncul pada bulan September 1955 oleh seorang karyawan Netscape yang bernama Brandan Eich.

Eich membuat dan mendesain JavaScript selama sepuluh hari dan awalnya bahasa pemrograman ini diberi nama Mocha, kemudian diganti ke Mona, lalu LiveScript sebelum akhirnya resmi menyandang nama JavaScript.

Pada tahun 1994 JavaScript mulai dikenal ketika saat itu internet dan website pun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada saat itu, umumnya pembuatan website menggunakan bahasa pemrograman PERL dengan pemrosesan yang dilakukan disisi server.

JavaScript pun menduduki peringkat ke-3 sebagai bahasa pemrogman yang paling banyak digunakan setelah python dengan persentase 8,56%.

Tidak heran. Karena memang bahasa ini dikembangkan dengan tujuan untuk membangun website.

Pada awal peluncuran versi pertama JavaScript memang terbatas dan hanya untuk kalangan Netscape aja. Tapi dari pihak developer terus menerus melakukan pengembangan.

Hingga pada tahun 1996, bahasa pemrograman JavaScript pun resmi menjadi ECMAScript, dimana ECMAScript 2 diluncurkan pada tahun 1998, dan ECMAScript 3 diperkenalkan pada tahun 1999.

ECMAScript tersebut dikembangkan hingga akhirnya menjadi JavaScript yang kita kenal.

Tak hanya lintas browser. JavaScript juga bisa digunakan untuk bahasa dalam berbagai perangkat, seperti; komputer dan mobile.

Sejak saat itulah JavaScript terus berkembang. Hingga pada akhirnya tahun 2016, sebanyak 92% website diketahui telah menggunakan JavaScript.

Hanya dalam kurun waktu dua puluh tahun, JavaScript telah beralih dari pemrograman yang serba terbatas dan primitif, sekarang menjadi pemrograman yang penting dalam web developer.

Kelebihan dan Kekurangan JavaScript

Kelebihan dan kekurangan JavaScript

Tentunya dalam bahasa pemrograman apapun ada yang namanya kelebihan dan kekurangan. Termasuk pada JavaScript sendiri.

Nah, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari JavaScript yang harus diketahui.

Kelebihan JavaScript

  1. Lebih mudah dipelajari jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.
  2. Error atau kesalahan lebih mudah dicari dan ditangani.
  3. Anda tidak membutuhkan compiler karena web browser mampu menginterpretasikannya dengan HTML.
  4. Lebih cepat dan ringan jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.
  5. JavaScript dapat digunakan di berbagai browser, platform, dll.
  6. Dapat dialihtugaskan ke eleman ke elemen halaman web atau even tertentu, misalnya klik atau mouseover.
  7. Anda dapat menggunakan JavaScript untuk memvalidasi input dan mengurangi keinginan untuk mengecek data secara manual.
  8. Dengan JavaScript juga website Anda menjadi lebih interaktif dan juga mampu menarik perhatian lebih banyak pengunjung.

Kekurangan JavaScript

  1. Dapat dimanfaatkan untuk mengaktifkan kode berbahaya di komputer pengguna.
  2. Berisiko tinggi terhadap eksploitasi.
  3. JavaScript kode snippet agak banyak.
  4. Tidak selalu di dukung oleh berbagai browser dan perangkat.
  5. Dapat di-render secara berbeda pada masing-masing perangkat yang malah mengarah ke inkonsistensi.

Fungsi JavaScript

Fungsi JavaScript

Fungsi JavaScript merupakan bagian yang sangat menarik dalam penerapan bahasa pemrograman JavaScript.

Sebagai bahasa fungsional JavaScript mengimplementasikan fungsi kelas pertama (first class function). Dalam fungsi ini Anda bisa menyimpannya kedalam bentuk variabel, mengembalikan fungsi lain ataupun sebagai argumen fungsi lain.

Karena implementasi fungsi yang bersifat fleksibel, memungkinkan para pengembang untuk menuliskan kode yang bisa berjalan dengan baik, elegan, dan indah.

Dalam setiap fungsi juga memiliki satu/ banyak perintah. Jadi ketika Anda memanggil fungsi, maka perintah-perintah yang ada di dalam fungsi tersebut akan berjalan.

Secara umum fungsi JavaScript digunakan sebagai code reuse (penggunaa kembali kode), dan juga sebagai information hidding (penyimpanan informasi).

Implementasi fungsi kelas pertama juga memungkinkan Anda untuk menggunakan fungsi sebagai unit-unit yang bisa dikombinasikan, seperti layaknya sebuah lego.

Perbedaan Java dan JavaScript

Perbedaan JavaScript dan Java

Nama Java dari kata JavaScript sama sekali tidak ada hubungannya dengan bahasa pemrograman Java.

Mungkin selama ini banyak yang keliru bahwa JavaScript ada hubungan dengan Java. Itu adalah sebuah kesalahan!

Bisa kita kaji bersama bahwa Java merupakan bahasa pemrograman yang dikembangan oleh SunMicrosystem. Sedangkan JavaScript merupakan bahasa scripting yang digunakan untuk HTML dan dikembangkan oleh perusahaan Netscape.inc.

Dalam penulisan kode/ perintah diantara keduanya pun berbeda dan memiliki kemampuan yang bervariasi.

Bahasa Java digunakan untuk program, seperti; pemrograman kartu kredit untuk koding server, membuat aplikasi untuk android, API Java yang digunakan untuk aplikasi dekstop dan Java EE, sebagai platform aplikasi web dan enterprise.

Sementara bahasa JavaScrip paling digunakan untuk halaman pada website yang lebih interaktive.

JavaScript juga bisa digunakan untuk memvalidasi input pengguna, efek, dan juga animasi pada halaman HTML, dll.

Agar tidak bingung, Anda dapat membedakan bahasa pemrograman Java dan JavaScript dalam beberapa hal berikut.

  1. Static & Dynamic.
  2. Dukungan Closures.
  3. Execution.
  4. OOP (Object Oriented Programming).
  5. Komstuktor.
  6. Nul point expetion.
  7. Blok vs fungsi berdasarkan Scoping.
  8. Berjalan dimanapun.
  9. Penerapannya.

Mengapa JavaScript Lebih Populer?

Alasan kenapa JavaScript lebih populer

Salah satu alasan mengapa JavaScript menjadi salah satu pemrograman terpopuler adalah kemudahan untuk dipelajari dan digunakan.

Dapat dilihat banyak develover yang sudah memilih JavaScript sebagai bahasa pemrograman terbaik.

Namun, ada beberapa bahasa pemrograman lain yang hanya diperlukan ketika seorang developer menginginkan sesuatu yang lebih spesifik.

Dan berikut ini bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan, diantaranya:

JavaScript

Fungsi JavaScript atau yang sering disingkat JS adalah menjadikan website lebih interaktif. Scriptnya dijalankan di browser user alih-alih server, dan biasanya masuk ke library pihak ketiga untuk menyediakan fungsionalitas tingkat lanjut tanpa mengharuskan developer melakukan coding dari awal.

HTML

Merupakan singakatan dari Hypertext Markup Language. HTML dikenal sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling lazim digunakan di web serta membentuk buildin block dari suatu halaman situs. Contoh; tag HTML yang termasuk

untuk paragraf dan untuk gambar.

PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, sedangkan JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dijalankan di client-side. Bahasa ini sering terlihat di sistem manajemen konten berbasis PHP. Misalnya; WordPress, tapi juga sering digunakan untuk pengembangan back-end karena menyediakan jalan terbaik guna memfasilitasi proses transfer informasi dari data ke database lain.

CSS

CSS adalah singakatan dari Cascading Style Sheets. CSS memungkinkan webmaster untuk mengatur style serta menentukan bagaimana masing-masing jenis konten ditampilkan. Untuk menampilkan konten, Anda bisa melakukannya secara manual terhadap setiap elemen dalam HTML. Hanya saja, jika Anda melakukannya di CSS, maka Anda tidak perlu berulang kali menentukan bagaimana elemen-elemen tersebut ditampilkan setiap kali digunakan.

Anggap saja Anda sedang membangun sebuah rumah. HTML adalah struktur bangunan rumah dan sandaran bagi pintu dan tembok.

Sedangkan CSS adalah karpet dan wallpaper yang menghiasi setiap sudut rumah sehingga tampak lebih indah dan menarik.

Dan JavaScript dalam hal ini menambahkan sifat responsif sehingga Anda bisa membuka pintu dan menyalakan lampu.

Anda bisa saja tidak membutuhakan lampu dan pintu. Namun, resikonya adalah rumah yang gelap dan usang, layaknya bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1995.

Dari contoh diatas bisa diartikan bahwa membangun sebuah rumah sama halnya ketika Anda memanfaatkan JavaScript untuk sebuah website.

Bagaimana Cara Membuat JavaScript di Website?

Contoh JavaSCript

Untuk memasukkan string kode JavaScript ke webpage, Anda harus menggunakan tag <script>.

Anda juga bisa melihat contoh dibawah ini untuk cek tampilannya:

  1. <script type=“text/javascript”>
  2. Your JavaScript code
  3. </script>

Sebaiknya, sertakan JavaScript kedalam tag <header> untuk situs Anda, kecuali bahasa tersebut harus dijalankan pada waktu tertentu/ dengan elemen halaman web tertentu.

Kode JavaScript juga dapat disimpan sebagai file yang terpisah dan memanggil file tersebut jika dibutuhkan di website.

Agar lebih memahami dalam membuat JavaScript untuk website, Anda juga dapat mengikuti cara/ tutorial dibawah ini.

Jadi, Apa Itu JavaScript?

Jadi JavaScript yaitu

Membahas tentang pengertian apa itu JavaScript sangatlah mudah. JavaScript adalah bahasa pemrograman yang menjadikan website Anda lebih hidup dan menarik.

Bahasa ini berbeda dari HTML (yang mengatur konten) maupun CSS (yang mengelola layout).

Berbeda juga dari PHP, bahasa pemrograman ini dijalankan di perangkat pengunjung situs Anda dan bukannya di server.

Berikut hal-hal yang harus diketahui tentang JavaScript, yaitu:

  1. JavasCript mudah dipelajari.
  2. Dikembangkan oleh Netscape dan sampai saat ini telah digunakan oleh 92% website.
  3. Lebih cepat dan ringan daripada bahasa pemrograman lainnya.
  4. Dapat digunakan di berbagai browser dan perangkat.
  5. Dapat dialihkan ke elemen halaman web tertentu/ event.
  6. JavaScript bisa dibuat secara langsung di HTML atau dapat disimpan dalam file terpisah dan fungsionalitasnya digunakan bila diperlukan.
  7. Kurang aman jika dibandingkan dengan opsi bahasa pemrograman lainnya. Hal ini karena popularitasnya yang kian meningkat.

Penutup

Semoga dengan ada artikel ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda tentang apa itu JavaScript serta fungsi dan cara kerjanya.

Jika ada penjelasan yang kurang dimengerti mengenai JavaScript, silahkan tulis di kolom komentar ya!

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *