Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis-jenis Frasa

6 min read

jenis-jenis frasa

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas mengenai materi frasa mulai dari pengertian, ciri-ciri jenis-jenis, kontruksti beserta menurut kelasnya lengkap dengan contoh.

Sedikit gambaran, frasa adalah sebuah kalimat yang tersusun atas beberapa satuan, satuan ini tersusun dari satu kata atau lebih.

Satuan pembentuk kalimat sendiri mempunyai fungsi tertentu, fungsi tersebut yakni Subjek (S), Predikat (P),Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket).

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan yang terdiri dari dua kata  atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat.

Contoh frasa; Dua pemuda pengendara motor ugal-ugalan di Jalan Jendral Sudirman.

Pada kalimat diatas, dapat kita dapati 3 jenis frasa yaitu:

  • Dua pemuda pengendara motor (S)
  • Ugal-ugalan (P)
  • Di Jalan Jendral Sudirman (Ket. tempat)

Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

1. Redford (1999)

Pengertian frasa menurut Redford merupakan rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan klausa, karena tidak berisi subjek dan atau predikat.

2. Trask (1999)

Arti frasa menurut Trask adalah unit gramatikal yang lebih kecil dibandingkan klausa, terdiri dari 2 kata atau lebih, tapi tidak terkadung unsur-unsur yang ada pada klausa.

3. Ramlan

Pengertian frasa menurut Ramlan adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata ataupun lebih yang tidak melampui dari suatu batas fungsi yang terdapat dalam unsur klausa.

4. Putrayasa

Arti frasa menurut Putrayasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata.

5. Lyons

Menurut pendapat Lyons, definisi frasa merupakan satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

6. Kridalaksana

Arti frasa menurut pendapat Kridalaksana merupakan gabungan dua kata atau lebih yang memiliki sifat tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang.

7. Tarmini

Pengertian frasa  menurut Tarmini adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

Baca juga materi lainnya: Jenis-jenis Pidato

Ciri-ciri Frasa

Frasa memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan klausa dan kata majemuk. Ciri-ciri tersebut yaitu sebagai berikut:

  • Frasa harus mempunyai satu makna gramatikal
  • Menduduki atau mempunyai fungsi gramatikal dalam kalimat
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat
  • Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih
  • Frasa bersifat nonpredikatif

Jenis-jenis Frasa

Frasa terbagi kedalam beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut:

Frasa Idiomatik 

Frasa idiomatik merupakan kelompok kata dengan jumlah minimal dua kata dan mempunyai makna yang bukan sebenarnya. Dengan kata lain frasa idiomatik bermakna konotasi.

Perhatikan kalimat berikut:

a). Kebakaran tadi siang, pelayan toko menjadi kambing hitam.

b). Untuk menyelamatkan saudaranya, keluarga Andri Kusmayadi menyembelih seekor kambing hitam.

Kita perhatikan kalimat (a) dan (b) menggunakan frasa yang sama, yaitu; kambing hitam.

Pada kalimat (a) kambing hitam disini diartikan sebagai orang yang dipersalahkan dalam suatu kejadian, sedangkan arti kambing hitam pada kalimat (b) bermakna seekor kambing yang memiliki warna bulu hitam.

Dengan kata lain frasa yang maknanya tidak dapat dijelaskan berdasarkan makna kata yang membentuknya maka disebut frasa idiomatik.

Frasa Setara dan Frasa Bertingkat

Frasa setara merupakan gabungan dari dua kata yang masing-masing memiliki kedudukan yang setara dan sama-sama memiliki fungsi diterangkan (D).

Maksudnya, dua unsur dari kata yang ada dalam frasa ini sama-sama mempunyai kedudukan yang sangat penting dan tidak dapat dihapus ataupun dihilangkan salah satunya.

Perhatikan kalimat berikut:

Andi dan Budi bukanlah pasangan kakak dan adik.

Frasa “Andi dan Budi” merupakan frasa sama, karena keduannya memiliki kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan.

Sama halnya dengan frasa “kaka dan adik”keduannya termasuk frasa yang memiliki kedudukan yang sama.

Frasa setara ditandai adanya kata “dan” serta “atau” di antara kedua unsurnya.

Sedangkan, frasa bertingkat merupakan gabungan dari dua atau lebih kata yang tidak sederajat serta memiliki unsur “D”, yaitu diterangkan dan unsur “M,” yaitu menerangkan. Dalam frasa ini, unsur M, dianggap sebagai unsur pelengkap dan dapat dihilangkan dalam frasa tersebut.

Perhatikan kalimat berikut:

Pelaku begal yang ditangkap aparat itu adalah seorang siswa SMA.

Dapat kita lihat bahwa kalimat “siswa” mengandung unsur (M) ‘menerangkan’ dan “SMA” mengandung unsur (D) ‘diterangkan’.

Kontruksi Frasa

Frasa terbagi menjadi 2 jenis konstruksi, yakni konstruksi endosentrik dan eksosentrik. Lebih lengkapnya simak pembahasan dibawah ini.

Frasa Eksosentrik

Frasa eksosentrik merupakan frasa yang tidak memiliki persamaan kedudukan dengan unsurnya. Dengan kata lain, frasa eksosentrik tidak mempunyai unsur pusat atau HP.

Contoh; Ibu pergi berbelanja ke supermarket.

Kalimat diatas terdiri dari frasa “Ibu pergi”, “berbelanja” dan “ke supermarket”. Jika dilihat distribusinya maka frasa ‘Ibu pergi’ dan ‘berbelanja’ merupakan frasa endosentrik. Sedangkan frasa “ke supermarket” merupakan frasa eksosentrik.

Frasa eksosentrik terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Frasa eksosentrik direktif, frasa yang terdiri atas preposisi  dan nomina. Contoh; Ibu baru saja berbelanja di pasar 
  2. Frasa eksosentrik konektif, frasa yang berperan sebagai kata penghubung. Contoh;  Ayah menyuruhku lekas pulang dari pesta.
  3. Frasa eksosentrik nondirektif, frasa yang unsur pertamanya adalah kata sebutan. Sedangkan, unsur kedua adalah kelompok kata berkategori nomina, adjektiva (kata sifat) dan verba (kata kerja). Contoh; Si Udin tersenyum-senyum sendirian.

Frasa Endosentrik

Frasa endosentris merupakan frasa yang kedudukannya sejajar, sehingga dalam suatu fungsi tertentu dapat digantikan oleh unsurnya.

Unsur frasa yang dapat menggantikan fungsi tertentu dari frasa tersebut disebut sebagai unsur pusat. Dengan kata lain frasa endosentrik merupakan frasa yang memiliki unsur pusat.

Contoh; Sejumlah mahasiswa  di kelas.

Kalimat “sejumlah mahasiswa di kelas” tidak dapat ditulis menjadi “sejumlah di kelas” karena kata “mahasiswa” merupakan unsur pusat.

Frasa endosentris sendiri terbagi menjadi menjadi tiga jenis, yaitu; frasa endosentris koordinatif, frasa endosentris atribut dan frasa endosentris apositif.

  1. Frasa endosentris koordinatif, frasa yang semua unsurnya adalah unsur pusat. Untuk unsur yang mengacu pada hal yang berbeda pada tiap unsurnya, frasa dapat diberi sisipan kata “dan” serta “atau”. Contoh; Sekolah harus menerapkan sistem pendidikan dan pembinaan yang baik.
  2. Frasa endosentris atributif, frasa yang mempunyai unsur pusat serta unsur atribut (tidak setara). Contoh; Perusahaan itu melakukan investasi jangka panjang (unsur pusat; investasi, atributif; jangka panjang).
  3. Frasa endosentris apositif, frasa yang semua unsur di dalamnya adalah unsur pusat serta menunjuk pada satu hal yang sama (aposisi). Contoh; Kami berwisata ke kota gudeg, Yogyakarta.

Kelas Frasa

Frasa berdasarkan kelas terbagi menjadi beberapa jenis, meliputi; frasa nomina, verba, adverbia, pronominal, adjektiva, numerilia, preposisional dan interogetiva.

Frasa Nomina (Kata Benda)

Frasa nomina merupakan gabungan dua atau lebih kata benda dalam satu kalimat yang sama, dimana gabungan tersebut merupakan perluasan dari satu kata benda yang dapat berupa keterangan tambahan atau pelengkap.

Perhatikan kalimat berikut:

Ibu kemarin membeli meja kayu di toko.

Dapat kita lihat bahwa frasa “meja kayu” disini merupakan kata benda yang mempunyai unsur ‘pelengkap’ dan “di toko” sebagai unsur ‘keterangan’.

Frasa nomina terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Frasa nomina modifikatif, frasa nomina yang sebagian katanya tidak sama dengan kata lainnya dan berperan sebagai keterangan tambahan atau pelengkap. Contoh; Dokumen penting seperti sertifikat rumah sebaiknya disimpan didalam lemari besi agar lebih aman baik dari pencurian maupun bencana alam.
  2. Frasa nomina apositif, frasa nomina yang sebagian dari gabungan kata tersebut berperan sebagai pengganti unsur inti. Contoh; Liburan tahun depan kami berencana ingin mengunjungi Bali, Pulau dewata.
  3. Frasa nomina koordinatif,  frasa nomina yang keseluruhan gabungan kata tersebut berperan sebagai unsur inti yang memiliki fungsi setara. Contoh; Hiduplah dengan baik dan benar, agar kau selamat dunia akhirat.

Frasa Verba (Kata Kerja)

Frasa verbal merupakan gabungan dari sekumpulan kata yang memiliki unsur inti pembentukan berupa kata kerja. Dalam sebuah kalimat, frasa verbal berfungsi menduduki unsur gramatikal sebagai predikat atau kata keterangan (adverb).

Perhatikan kalimat berikut:

Dinda akan mengikuti lomba menulis cerpen tingkat provinsi.

Kalimat diatas terdapat frasa “lomba menulis”, disini merupakan kata kerja dan pemabagiannya sama dengan kata kerja “menulis”.

Frasa verba terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Frasa verba modikatif, kata kerja yang diikuti oleh kata sifat baik di depan ataupun dibelakangnya. Contoh; Amir bekerja keras tanpa henti.
  2. Frasa verba apositif, frasa verba yang ditempatkan sebagai keterangan tambahan atau selipan. Contoh; Kami membuktikan bahwa kami bisa hidup dari pekerjaan ini (menjual barang bekas).
  3. Frasa verba koordinatif, frasa verba yang menggabungkan 2 kata kerja dengan kata hubung ‘dan’ serta ‘atau’. Contoh; Aldi masih memikirkan dan merenungkan pilihannya.

Frasa Adverbia (Kata Keterangan)

Frasa adverbia merupakan frasa kata yang bersifat menerangkan (menjelaskan) kata kerja, kata sifat, kata bilangan akan tetapi tidak menerangkan kata benda dan kata ganti nama.

Contoh frasa adverbia:

  • Elis mengerjakan tugas tersebut dengan baik-baik.
  • Tubuhnya penuh dengan luka-luka.
  • Koruptor mesti dihukum dengan seberat-beratnya.
  • Anjing itu terus menggonggong dengan sekencang-kencangnya.
  • Pak Burhan mengemudikan sepeda motornya secara pelan-pelan.

Frasa Pronominal (Kata Ganti)

Frasa pronominal merupakan jenis frasa berdasarkan kategori kelas katanya, adalah frasa yang terbentuk dari kata ganti. Contoh; aku, kamu, dia, dan sebagainya.

Frasa pronominal terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Frasa pronominal modikatif, frasa pronominal yang membatasi kata ganti dengan jumlah tertentu, seperti sekalian, semua. Contoh; Kami sangat mengharapkan kerjasama dari anda sekalian.
  2. Frasa pronominal apositf, frasa yang kata gantinya ditambahi kata-kata seperti bapak-ibu, pemuda-pemudi, dan lain sebagainya. Contoh; Mereka muda-mudi yang memiliki bakat dan talenta.
  3. Frasa pronominal koordinatif, frasa yang menggabungkan dua kata sekaligus dengan kata hubung ‘dan’. Contoh; Aku dan dia merupakan saudara kembar.

Frasa Adjektiva (Kata Sifat)

Frasa adjektiva merupakan gabungan dua atau lebih kata sifat, dimana salah satu kata dari gabungan tersebut berfungsi menerangkan kata lain yang merupakan inti sifat atau keadaan.

Frasa adjektiva terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Frasa adjektiva predikatif, frasa yang bersifat menerangkan unsur predikat. Biasanya mengacu dalam suatu kondisi atau peristiwa. Contoh; Lulusan SMA pun saat ini susah mendapatkan pekerjaan.
  2. Frasa adjektiva atributif, frasa yang terdiri dari unsur inti (adjektiva) dan unsur yang diterangkan (nomina). Dalam frasa ini biasanya kata sifat menerangkan kata benda yang diikutinya. Contoh; Kakak membawa sepeda rusak itu ke bengkel untuk di perbaiki.

Frasa Numerilia (Kata Bilangan)

Frasa numerilia merupakan gabungan dua kata yang menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan. Lebih sederhananya lagi, frasa numeralia adalah frasa yang dibentuk dari kata bilangan.

Frasa numerilia terbagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Frasa numerilia modikatif, frasa yang kata bilangannya disebutkan dengan jelas. Contoh; Adik memakan dua buah apel.
  2. Frasa numerilia koordinatif, frasa yang kata bilangannya tidak disebutkan dengan jelas. Contoh; Sekitar enam atau tujuh ekor kambing akan disembelih pada Idul Adha kali ini.

Frasa Preposisional (Kata Depan)

Frasa preposisional merupakan  gabungan kata yang tidak berpredikat dan memiliki kata depan. Maksudnya frasa ini termasuk jenis frasa berdasarkan kategori katanya yang menjadi titik utama, dimana kategori kata yang menjadi penekanan pada frasa ini adalah kata depan seperti; di, ke, untuk, dan sebagainya.

Frasa preposisional merupakan frasa yang bersifat ambigu.

Contoh frasa preposisional:

  • Toko baju ini tutup untuk sementara waktu.
  • Kepada para tamukami persilakan masuk.
  • Andre menjadi juara kelas untuk pertama kalinya.
  • Atas perhatiannyakami ucapkan terima kasih.
  • Ami merantau ke jakarta demi mencari nafkah.

Frasa Interogetiva (Kata Tanya)

Frasa interogetiva merupakan frasa yang tersusun dari gabungan kata tanya.

Contoh frasa interogetiva:

  • Tahukah kalian, liburan besok kita akan berkemah kemana dan berapa lama?
  • Jadi kapan dan dimana pestanya akan dilaksanakan?
  • Dengan siapa dan kemana kamu akan pergi?
  • Menurutmu kapan dan kemana kita akan berlibur selanjutnya?
  • Ceritakan apa dan mengapa kalian bisa tersesat dalam perjalanan saat menuju ke tempat ini?

Penutup

Demikian pembahasan mengenai materi jenis-jenis frasa, Jika kalian mencari materi mengenai materi jenis puisi baru dan jenis paragraf kalian bisa mempelajarinya disini.

Akhir kata, semoga bermanfaat dan menjadi referensi dalam pembelajaran kalian.

Terima kasih.

Referens materi:

https://felderfans.com
portal-ilmu.com/pengertian-jenis-dan-ciri-ciri-frasa/
materibelajar.co.id/frasa-adalah/#JenisJenis_Frasa

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *