Habib Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis-jenis Frasa

5 min read

jenis-jenis frasa

Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas mengenai materi frasa mulai dari pengertian, kontruksi, kelas, kategori, ciri-ciri hingga jenis-jenis.

Sedikit gambaran, frasa adalah sebuah kalimat yang tersusun atas beberapa satuan, satuan ini tersusun dari satu kata atau lebih.

Satuan pembentuk kalimat sendiri mempunyai fungsi tertentu, fungsi tersebut yakni Subjek (S), Predikat (P),Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket).

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan yang terdiri dari dua kata  atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat.

Contoh frasa: Dua pemuda pengendara motor ugal-ugalan di Jalan Jendral Sudirman.

Pada kalimat diatas, dapat kita dapati 3 jenis frasa yaitu:

  • Dua pemuda pengendara motor (S)
  • Ugal-ugalan (P)
  • Di Jalan Jendral Sudirman (Ket. tempat)

Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

1. Redford (1999)

Pengertian frasa menurut Redford merupakan rangkaian 2 kata atau lebih yang bukan merupakan klausa, karena tidak berisi subjek dan atau predikat.

2. Trask (1999)

Arti frasa menurut Trask adalah unit gramatikal yang lebih kecil dibandingkan klausa, terdiri dari 2 kata atau lebih, tapi tidak terkadung unsur-unsur yang ada pada klausa.

3. Ramlan

Pengertian frasa menurut Ramlan adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata ataupun lebih yang tidak melampui dari suatu batas fungsi yang terdapat dalam unsur klausa.

4. Putrayasa

Arti frasa menurut Putrayasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata.

5. Lyons

Menurut pendapat Lyons, definisi frasa merupakan satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

6. Kridalaksana

Arti frasa menurut pendapat Kridalaksana merupakan gabungan dua kata atau lebih yang memiliki sifat tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang.

7. Tarmini

Pengertian frasa  menurut Tarmini adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

Kontruksi Frasa

Frasa mempunyai 2 konstruksi, yakni konstruksi endosentrik dan eksosentrik. Lebih lengkapnya simak pembahasan dibawah.

1. Frasa Eksosentrik

Frasa Eksosentris merupakan frasa yang tidak memiliki persamaan kedudukan dengan unsurnya. Dengan kata lain, frasa eksosentrik tidak mempunyai unsur pusat atau HP.

Perhatikan contoh berikut: Kedua saudagar itu telah melakukan jual beli.

Kaliamat diatas terdiri dari frasa ‘kedua saudagar itu‘, ‘telah mengadakan‘, dan ‘jual beli‘.

Menurut distribusi nya frasa ‘kedua saudagar itu’ dan ‘telah mengadakan’ adalah frasa endosentrik. Sedangkan frasa ‘jual beli’ adalah frasa eksosentrik.

Frasa kedua saudagar itu bisa diwakili kata ‘saudagar’. Frasa telah mengadakan juga bisa diwakili kata ‘mengadakan’.

Akan tetapi frasa jual beli tidak bisa diwakili oleh kata ‘jual’ ataupun ‘beli’, Karena kedua kata tersebut merupakan inti, sehingga mempunyai kedudukan yang sama/setara.

Frasa eksosentrik terbagi menjadi beberapa jenis, setidaknya ada 7 jenis yang dapat dijabarkan dibawah ini.

  1. Frasa verbal yaitu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan kata kerja. Contoh: sedang menangis, dapat berlari.
  2. Frasa adjektival yaitu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan kata sifat. Contoh: baik sekali, amat sabar, sangat lembut.
  3. Frasa nominal yaitu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan kata benda. Contoh: kolam besar, gudang besar, sang penyelamat.
  4. Frasa pronominal yaitu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan suatu kata ganti. Contoh: aku dan kamu.
  5. Frasa adverbial merupakan suatu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan kata keterangan. Contoh: lebih sedikit.
  6. Frasa numeralia yaitu suatu frasa yang inti dari frasa tersebut merupakan kata bilangan. Contoh: lima dan enam, tujuh belas.
  7. Frasa interogetiva merupakan suatu frasa yang intinya merupakan kata tanya. Contoh: bagimana dan kapan.

2. Frasa Endosentrik

Frasa Endosentris merupakan frasa yang kedudukannya sejajar, sehingga dalam suatu fungsi tertentu dapat digantikan oleh unsurnya.

Unsur frasa yang dapat menggantikan fungsi tertentu dari frasa tersebut disebut sebagai unsur pusat. Dengan kata lain frasa endosentrik merupakan frasa yang memiliki unsur pusat.

Contoh: Sejumlah mahasiswa  di kelas

Kalimat ‘Sejumlah mahasiswa di kelas’ tidak dapat ditulis menjadi ‘Sejumlah di kelas’ karena kata ‘mahasiswa’’merupakan unsur pusat.

Lebih lanjut, frasa endosentris terbagi menjadi menjadi tiga jenis, yakni:

  • Frasa endosentris koordinatif
  • Frasa endosentris atributif
  • Frasa endosentris apositif

a). Frasa Endosentris Koordinatif

Frasa Endosentris Koordinatif merupakan frasa endosentrik yang semua unsurnya adalah unsur pusat. Untuk unsur yang mengacu pada hal yang berbeda pada tiap unsurnya, frasa dapat diberi sisipan kata ‘dan’ atau ‘atau’.

Contoh: Kuliah atau bekerja

b). Frasa Endosentris Atributif

Frasa Endosentris Atributif adalah frasa endosentrik yang mempunyai unsur pusat serta unsur atribut (tidak setara).

Atribut merupakan bagian frasa yang bukan termasuk unsur pusat, akan tetapi menerangkan unsur pusat untuk membentuk frasa yang yang bermakna.

Contoh: Tanah luas yang akan didirikan bangunan itu milik Pak Tedy

c). Frasa Endosentris Apositif

Frasa Endosentris Apositif merupakan frasa endosentrik yang semua unsur di dalamnya adalah unsur pusat serta menunjuk pada satu hal yang sama. Atau dengan kata lain, unsur pusat yang satu merupakan aposisi dari unsur pusat lainnya.

Contoh: Taufik Hidayat merupakan pebulutangkis Indonesia ia meraih medali emas Olimpiade Athena.

‘Taufik Hidayat’ merupakan unsur ‘pusat’, sedangkan ‘pebulutangkis Indonesia’ merupakan aposisinya.

3. Frasa Ambigu

Frasa Ambigu merupakan suatu frasa yang dapat menimbulkan makna yang ganda atau tidak jelas.

Contoh: Baju ibu dibuang di tempat sampah.

Frasa ‘baju ibu’ memiliki makna yang berlainan, antara lain baju milik ibu, baju yang menggambarkan diri ibu, atau baju buatan ibu.

4. Frasa idiomatik

Merupakan suatu frasa yang memiliki makna sampingan atau disebut dengan bukan makna yang sebenarnya.

Contoh: Bapak itu sudah banyak makan garam kehidupan.

Ada beberapa anggapan yang menilai bahwa frasa sama dengan kata majemuk. Hal tersebut disebabkan frasa dan kata majemuk mempunyai struktus penyusun yang sama.

Padahal, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara frasa dan kata majemuk. Perbedaan antara kata majemuk dan frasa dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Frasa tidak dapat menimbulkan makna yang baru, contoh: baju biru itu robek.
  2. Frasa dapat diberikan sisipan dengan kata yang lain, contoh: motor berwarna merah itu mogok.
  3. Kata majemuk dapat menimbulkan suatu makna yang baru, contoh:Andi dibawa ke meja hijau (merupakan nama lain dari pengadilan).
  4. Kata majemuk, tidak dapat diberikan sisipan dengan menggunakan kata lain, contoh: Andi di bawa ke meja yang hijau ( kata meja yang hijau sudah tidak lagi bermakna sebagai pengadilan).

Kelas Frasa

Frasa terbagi kedalam beberapa kelas, setidaknya ada 6 jenis yaitu frasa benda, kerja, sifat, keterangan, bilangan, dan depan.

1. Frasa Benda atau Frasa Nomina

Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda, yaitu kata benda.

Contoh:

  • Tedy telah membeli hp baru
  • Tedy telah membeli

Contoh diatas menjelaskan frasa ‘membeli hp baru’ disini dapat kita lihat bahwa kalimat distribusi sama dengan kata benda ‘membeli’.

2. Frasa Kerja atau Frasa Verba

Frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.

Contoh: Arum sejak tadi akan menulis dengan pensil baru.
Disebabkan karena frasa akan menulis adalah kata kerja dan distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

3. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva

Frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Memiliki inti berupa kata sifat. Kesamaan distribusi tersebut bisa dilihat dari contoh frasa berikut.

Contoh:

  • Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus.
  • Lukisan yang dipamerkan itu-bagus-bagus.

4. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia

Frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Umumnya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan.

a). Frasa keterangan sebagai keterangan

Frasa keterangan umumnya mempunyai keleluasan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. Sebab itu frasa keterangan bisa terletak di depan atau belakang subjek.

Contoh:

  • Tidak biasanya dia pulang larut malam
  • Dia tidak biasanya pulang larut malam
  • Dia pulang larut malam tidak biasanya

b). Frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja

Contoh: Saya tidak hanya bertanya, tetapi juga mengusulkan sesuatu

5. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia

Frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Biasanya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan.

Contoh: Tiga orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

6. Frasa Depan atau Frasa Preposisional

Frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas.

Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara.

7. Frasa Yang Bersifat Ambigu

Ambiguitas kadang ditemukan dalam susunan frasa. Ambiguitas berarti kegandaan makna.

Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan suatu ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan.

Frasa mobil tetangga baru juga bisa mempunyai 2 makna, yaitu yang baru adalah mobil dan yang baru adalah tetangganya (bukan mobilnya).

Frasa ambigu akan menjadi jelas ketika digunakan dalam kalimat.

Kategori Frasa

1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat
Suatu frasa disebut setara jika unsur penyusun nya mempunyai kedudukan yang sama atau setara.

Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan.

Frasa “saya dan adik” merupakan frasa sama, karena antara unsur “saya” dan unsur “adik” memiliki kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan.

Demikian juga frasa “makan-makan” dan “minum-minum” termasuk frasa setara.

Frasa setara ditandai oleh adanya kata ‘dan‘ / ‘atau‘ di antara kedua unsur nya.

Selain frasa setara, ada pula frasa bertingkat. Frasa bertingkat merupakan frasa yang terdiri atas inti dan atribut.

Contoh: Kakak akan pergi nanti malam.

Frasa “nanti malam” terdiri atas unsur atribut dan inti.

2. Frasa Idiomatik
Perhatikan 2 kalimat dibawah ini:

(a). Dalam peristiwa kebakaran kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.

(b). Untuk menyelamati saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.

Kalimat (a) dan (b) menggunakan frasa yang sama, yaitu frasa ‘kambing hitam‘.

Pada kalimat (a) kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu kejadian, sedangkan dalam kalimat (b) bermakna seekor kambing yang mempunyai warna bulu hitam.

Makna kambing hitam di kalimat (a) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam.

Nah, frasa yang maknanya tidak bisa dijelaskan berdasarkan makna kata yang membentuknya dinamakan frasa Idiomatik.

Ciri-ciri Frasa

Frasa memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan klausa dan kata majemuk. Ciri-ciri tersebut yaitu sebagai berikut:

  • Frasa harus mempunyai satu makna gramatikal
  • Menduduki atau mempunyai fungsi gramatikal dalam kalimat
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat
  • Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih
  • Frasa bersifat nonpredikatif

Penutup

Demikian pembahasan mengenai materi jenis-jenis frasa, Jika kalian mencari materi mengenai materi jenis pidato dan jenis paragraf kalian bisa menemukannya disini.

Akhir kata, semoga bermanfaat dan menjadi referensi dalam pembelajaran kalian.

Habib Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Habib
4 min read

Pengertian Latar

Habib
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Habib
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *