Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis-jenis Konjungsi

5 min read

Jenis-jenis Konjungsi – Secara umum, konjungsi sering digunakan sebagai kata hubung / penghubung. Konjungsi ini sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, baik itu dalam percakapan santai maupun serius.

Dalam sastra dan bahasa, penggunaan konjungsi sangat penting untuk memberi makna tertentu dalam sebuah frasa, kalimat atau paragraf.

Penggunaan konjungsi yang baik dan tepat dalam sebuah karya, tentunya akan menjadi lebih menarik untuk dibaca dari awal hingga akhir.

Unuk lebih lengkapnya kalian bisa simak pembahasan mengenai materi majas dibawah ini.

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau kata sambung adalah sebuah kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata klausa, antar kalimat dan antar paragraf.

Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. Kata penghubung antar kalimat biasanya terletak di awal kalimat, setelah tanda titik, tanda tanya dan tanda seru. Sedangkan kata penghubung antar paragraf diletakkan diawal paragraf.

Dalam penggunaan kata penghubung, apabila induk kalimat mendahului anak kalimat, maka tidak perlu disisipi tanda koma (,).

Namun, jika kata penghubung menunjukkan pertentangan, seperti penggunaan kata tetapi, sedangkan, maka perlu perlu diberikan tanda koma (,).

Kemudian, jika anak kalimat mendahului induk kalimat, maka diantara anak dan induk kalimat tersebut, diberikan sisipan tanda koma (,).

Anak kalimat dapat diketahui dengan cara memahami ciri-ciri dari anak kalimat. Apa sajakah ciri – ciri dari anak kalimat?

Ciri-ciri anak kalimat yakni tidak dapat berdiri sendiri, selain itu, anak kalimat di awali dengan kata penghubung. Kemudian, apabila subjek pada induk yang sama, maka subjek pada anak kalimat tidak perlu diungkapkan.

Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

Menurut Kamus KBBI

Konjungsi merupakan kata atau ungkapan penghubung antar frasa, antar kata, antar kalimat dan antar klausa.

  • Kata merupakan unsur bahasa yang ucapkan atau ditulis, baik itu berwujud kesatuan perasaan maupun kesatuan pikiran.
  • Klausa adalah kesatuan gramatikal berupa kelompok data kata yang terdiri atas subjek dan predikat.
  • Kalimat yaitu kesatuan kata yang mengungkapkan suatu konsep pemikiran dan perasaan, yang terdiri atas kata dan klausa.

Menurut Kridalaksana

Konjungsi adalah kategori yang mempunyai fungsi untuk memperluas satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan atau lebih dalam konstruksi.

Menurut Sumarlan

Konjungsi merupakan salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur satu dengan yang lainnya dalam sebuah kalimat, paragraf/sebuah wacana.

Fungsi Konjungsi

Ketika kita membaca sebuah tulisan atau paragraf, tentulah didalamnya memiliki maksud/tujuan yang ingin dikabarkan kepada pembaca, untuk tersampaikannya maksud dan tujuan dari isi paragraf tersebut tidak lepas dari peran konjungsi. Berikut beberapa fungsi dari konjungsi :

  1. Sebagai penghubung kalimat dengan kalimat
  2. Sebagai penghubung paragraf dengan paragraf (transisi)
  3. Sebagai penghubung klausa dengan klausa
  4. Sebagai penghubung frasa dengan frasa
  5. Sebagai penghubung kata dengan kata

Dalam Bahasa Indonesia konjungsi dikelompokkan menjadi 2 bentuk, yakni konjungsi intra kalimat dan konjungsi antar kalimat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut ini :

Konjungsi Intra Kalimat

Konjungsi intra kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satuan-satuan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan frasa dengan frasa. Konjungsi ini dibagi menjadi  2, yaitu :

Konjungsi Koordinatif

Merupakan konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain, tetapi memiliki sintaksis yang sama, seperti : dan, tetapi, atau, melainkan, sedangkan, lalu, kemudian, padahal.

Contoh kalimat :

  1. Dan : Pertandingan berlangsung secara dramatis dan menegangkan.
  2. Atau : Mereka sibuk memilih buku yang berwarna merah atau bir.
  3. Kemudian : Mereka melakukan peregangan kepala, kemudian peregangan tangan.

Konjungsi Subordinatif

Adalah konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang berbeda, seperti : ketika, jika, seandainya, agar, walaupun, seolah-olah, sebab, sampai-sampai, bahwa.

Contoh Kalimat :

  1. Ketika : Saya mengompol, ketika sedang tidur.
  2. Seandainya : Andi akan berangkat ke tanah suci bersama keluarganya, seandainya ia memperoleh gaji 10 jt perbulan.
  3. Agar : Kita harus rajin belajar, agar tercapai cita-cita kita.

Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antar kalimat adalah sebuah kata hubung yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain, biasanya ini sering digunakan untuk menyatakan arti yang berbeda.

Letak konjungsi antar kalimat biasanya berada pada posisi depan/di awal kalimat, setelah tanda koma, setelah tanda titik atau setelah tanda tanya.

Contoh Konjungsi antar Kalimat :

  1. Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya : seperti sesungguhnya dan bahwasanya. Contoh kalimatnya: Kekalahan kemarin, dll
  2. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya: seperti biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian, begitu, walaupun demikian, meskipun demikian. Contoh kalimatnya: kekalahan tempo lalu membuat kami sangat sedih, sekalipun demikian kami akan mengambil pelajaran darinya.
  3. Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain diluar dari yang telah ditanyakan sebelumnya, seperti tambahan pula, lagi pula, selain itu. Contoh kalimat: Memang kemarin tim sepakbola kami kalah dari mereka, lagi pula kami kurang melakukan persiapan.
  4. Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya, seperti sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya. Contoh kalimat: Sebuah mobil berhenti di seberang jalan, setelah itu mereka membuang sebuah botol kecil yang berisikan air.
  5. Konjungsi yang menyatakan akibat, seperti oleh karena itu, oleh sebab itu. Contoh kalimat: dia sangat pintar, oleh sebab itu dia masuk dalam daftar calon mahasiswa baru.
  6. Konjungsi yang menyatakan konsekuensi, seperti dengan demikian. Contoh kalimat: Kalian sudah tiga hari tidak ikut kelas mata pelajaran Ipa, dengan demikian kalian saya beri hukuman.
  7. Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebelum itu. Contoh kalimat: Wanita itu telah berhasil mengambil dompetnya kembali, sebelum itu pencuri telah berhasil membawa kabur Hp milik wanita tersebut.
  8. Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, seperti malahan dan bahkan. Contoh: Andi selalu mendapat piagam dari sekolah, bahkan dia juga pernah mendapatkan piagam dari pemerintah daerah.
  9. Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebaliknya. Contoh kalimat:  sudah selayaknya kita merawat alam, sebaliknya kita dilarang untuk merusaknya.
  10. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya, seperti namun dan akan tetapi. Contoh kalimat: Mereka memang sudah bertobat, namun kita tetap harus waspada dan selalu ingat siapakah dia sebelumnya.
Baca juga : Jenis Majas

Jenis dan Contoh Konjungsi

1. Konjungsi Aditif (gabungan)

Konjungsi aditif disebut juga konjungsi gabungan. Konjungis ini merupakan konjungsi koordinatif yang berfungsi untuk menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat dengan kedudukan yang sederajat. Misal : dan, lagi, lagi pula, dan serta.

2. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat, akan tetapi dengan mempertentangkan kedua bagian kalimat tersebut. Bagian kedua umumnya menduduki posisi yang lebih penting dari bagian pertama. Contoh : padahal, tetapi, sedangkan, akan tetapi, melainkan, sebaliknya, dan namun.

3. Konjungsi Disjungtif (pilihan)

Konjungsi pilihan ini menghubungkan dua unsur yang sederajat dan berfungsi untuk memilih salah satu dari dua atau lebih hal. Contoh : maupun, atau….atau, atau, baik…baik…, dan entah…entah…

4. Konjungsi waktu

Konjungsi waktu memiliki fungsi untuk menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau beberapa peristiwa. Kata-kata konjungsi yang bersifat temporal dapat menjelaskan hubungan yang tidak sederajat atau pun sederajat.

Contoh konjungsi waktu dengan menghubungkan kalimat yang tidak sederajat: apabila, bilamana, hingga, sementara, sejak, selama, ketika, bila, sambil, sebelum, sesudah,sedari, seraya, waktu, sampai, demi, setelah, semenjak, dan tatkala. Contoh konjungsi waktu dengan menghubungkan dua bagian kalimat sederajat : sebelumnya dan sesudahnya.

5. Konjungsi Final (tujuan)

Konjungsi tujuan atau disebut juga konjungsi final ini sejenis modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan dari suatu peristiwa, atau tindakan. Kata-kata yang umumnya dipakai guna menyatakan hubungan ini misalnya: guna, untuk,supaya, dan agar.

6. Konjungsi Sebab (kausal)

Konjungsi sebab disebut juga kausal. Konjungsi ini menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena sebab tertentu. Bila anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, artinya induk kalimat merupakan akibatnya. Kata-kata yang digunakan untuk menyatakan hubungan sebab contohnya meliputi : sebab, sebab itu, karena, dan karena itu.

7. Konjungsi Akibat (konsekutif)

Konjungsi akibat disebut juga konsekutif. Konjungsi ini menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi diakibatkan oleh suatu hal yang lain. Pada kalimat ini, anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwa dinyatakan dalam bentuk induk kalimat. Kata-kata yang digunakan dalam menandai konjungsi akibat adalah : sehingga, sampai, dan akibatnya.

8. Konjungsi Syarat (kondisional)

Konjungsi syarat atau kondisional menjelaskan tentang suatu hal yang terjadi ketika syarat -syarat yang disebut telah terpenuhi. Kata -kata yang menyatakan hubungan ini meliputi: jika, jikalau, asalkan, apabila, kalau, dan bilamana.

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu syarat – syarat yang harus dipenuhi. Contoh yang termasuk dalam konjungsi tak bersyarat ini meliputi : meskipun, walaupun, dan biarpun.

10. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan berfungsi untuk menghubungkan dua hal dan dilakukan dengan cara membandingkan kedua hal tersebut. Kata- kata yang sering digunakan s meliputi : sebagai, seperti, seakan-akan, bagai, bagaikan, ibarat, umpama, sebagaimana,dan daripada.

11. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga kalimat yang satu dapat langsung mempengaruhi yang lain atau kalimat satu melengkapi kalimat lain.

Konjungsi korelatif dapat digunakan pada kalimat dengan hubungan timbal-balik. Contoh konjungsi korelatif: sedemikian rupa…, tidak hanya….tetapi juga…, kian….. kian, bertambah……bertambah, semakin …..semakin, sehingga…, baik…, dan maupun.

12. Konjungsi Penegas (menguatkan atau intensifikasi)

Konjungsi penegas memiliki fungsi untuk menegaskan atau meringkas bagian -bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya, termasuk berbagai hal yang menyatakan rincian. Contoh konjungsi penegas: bahkan, apalagi, misalnya, umpama, yaitu, yakni, ringkasnya, dan akhirnya.

13. Konjungsi Penjelas (penetap)

Konjungsi penjelas atau penetap ini memiliki fungsi untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Contoh konjungsi penjelas : bahwa.

14. Konjungsi Pembenaran (konsesif)

Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subordinatif yang menghubungkan antara dua hal dan dilakukan dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal, sekaligus dengan menolak hal lain yang ditandai oleh konjungsi tersebut.

Pembenaran dinyatakan dalam bentuk klausa utama (induk kalimat), sementara penolakan dinyatakan ke dalam anak kalimat yang didahului konjungsi seperti: walaupun, ungguhpun, meskipun, kendatipun, biar, sbiarpun, dan sekalipun.

15. Konjungsi Urutan

Konjungsi urutan berfungsi untuk menunjukkan kalimat yang menyatakan urutan akan sesuatu hal atau peristiwa. Contoh konjungsi urutan : lalu, mula-mula, dan kemudian.

16. Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan ini memiliki fungsi untuk menunjukkan adanya pembatasan terhadap suatu hal atau dalam batas-batas mana suatu perbuatan dapat dikerjakan. Contoh konjungsi pembatasan, misalnya : kecuali, selain, dan asal.

17. Konjungsi Penanda

Konjungsi penanda berfungsi untuk menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. Contoh konjungsi penanda : umpama,misalnya, contohnya. Selain itu, terdapat konjungsi penanda pengutamaan, dengan contoh seperti : pokok, paling utama, dan terutama.

18. Konjungsi Situasi

Konjungsi situasi menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi atau berlangsung dengan keadaan atau kondisi tertentu tertentu. Contoh konjungsi situasi : sedang, padahal, sedangkan, dan sambil.

Itulah pembahasan mengenai konjungsi semoga dapat bermanfaat, sekian dan terimaksih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *