BerandaEdukasiJenis-jenis Media Pembelajaran

Jenis-jenis Media Pembelajaran

Memahami jenis-jenis media pembelajaran merupakan hal yang penting, karena dengan memahami media pembelajaran dengan komprehensif, seorang pendidik akan mampu menyajikan pembelajaran dengan baik dan membuat nyaman peserta didiknya.

Dengan memahami jenis-jenis media pembelajaran juga seorang guru dapat menyesuaikan metode yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa.

Media pembelajaran adalah instrumen pendukung yang digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, kemampuan dan perhatian siswa dalam proses belajar di kelas.

Jenis Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Jenis-jenis media

Media pembelajaran menurut para ahli digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Arief S. Sadiman (2008:28)

Menurut Arief S. Sadiman (2008:28), media pembelajaran dikelompokan menjadi tiga macam, antara lain:

  • Media audio yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran (radio, piringan laboratorium bahasa, alat perekam pita magnetik).
  • Media grafis yaitu media yang berkaitan dengan media visual (gambar, sketsa, diagram, poster, peta, globe, dan grafik).
  • Media proyeksi diam yaitu media visual yang memproyeksikan pesan (film bingkai, film rangkai, media transparan, televisi, film).

2. Djamarah (2002:140)

Djamarah (2002:140) mengemukakan bahwa yang dimaksud media pembelajaran berhubungan dengan 3 hal berikut:

  • Media auditif yaitu media yang hanya mengandalkan suara (radio, rekorder, dan kaset).
  • Media visual yaitu media yang hanya mengandalkan indera penglihatan (film, foto, dan lukisan).
  • Media audio visual yaitu media yang hanya memakai unsur suara dan gambar.

3. Heinich and Molenda (2009)

Menurut Heinich and Molenda (2009) ada enam jenis dasar media pembelajaran, antara lain:

  • Media cetak.
  • Media audio.
  • Media visual.
  • Media proyeksi gerak.
  • Manusia.
  • Benda tiruan (miniatur)

4. Rudy Bretz (1971)

Menurut Rudy Bretz (1971) ada enam klasifikasi media pembelajaran, yaitu:

  • Media audio.
  • Media visual diam.
  • Media visual gerak.
  • Media audio semi gerak.
  • Media visual semi gerak.
  • Media audio visual diam.
  • Media audio visual gerak.

5. Kemp dan Dayton (2013:3)

Menurut Kemp dan Dayton (2013:3) terdapat enam jenis dasar media pembelajaran, antara lain:

  • Media cetak.
  • Media yang ditampilkan.
  • Over head proyektor (OHP).
  • Rekaman suara.
  • Slide suara dan film strip.
  • Presentasi multi gambar.
  • Video dan film.
  • Pembelajaran berbasis komputer.

6. Anderson (1976)

Menurut Anderson (1976) terdapat beberapa jenis media pembelajaran, di antaranya adalah:

  • Media audio (siaran radio, CD, telepon, dsb).
  • Media cetak (buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar, dan lainnya).
  • Media audio-cetak (kaset audio yang dilengkapi tulisan, dan sebagainya).
  • Proyeksi visual diam (film bingkai (slide) dan overhead transparansi).
  • Proyeksi audio visual diam (film bingkai slide bersuara).
  • Visual gerak (film bisu).
  • Audio visual gerak (film gerak bersuara, video/ VCD, televisi, dan lain-lain).
  • Objek fisik (benda nyata, model, spesimen).
  • Manusia dan lingkungan (guru, pustakawan, laboran).
  • Komputer (CAI).

7. Henrich, dkk

Menurut Henrich, dkk ada enam klasifikasi media pembelajaran, yaitu:

  • Media yang diproyeksikan.
  • Media yang tidak diproyeksikan.
  • Media audio.
  • Media video.
  • Media berbasis komputer.
  • Multimedia kit.

8. Azhar Arsyad (2011:54)

Menurut Azhar Arsyad (2011:54) jenis media pembelajaran diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu:

  • Media hasil teknologi cetak.
  • Media hasil teknologi audio-visual.
  • Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
  • Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer

9. Leshin et al (1992)

Pengelompokan jenis media pembelajaran menurut Leshin et al. (1992), adalah sebagai berikut:

  • Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trip).
  • Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, dan lembaran lepas).
  • Media berbasis visual (buku, charta, grafik, peta, gambar, transparansi, slide).
  • Media berbasis audio-visual (video, film, program slide tape, televisi).
  • Media berbasis komputer (pengajaran dengan berbantuan komputer, video interaktif, hypertext).

10. Seels dan Glasgow

Ada dua klasifikasi media pembelajaran menurut Seels dan Glasgow, yaitu media tradisional dan media teknologi mutakhir.

1. Media Tradisional

  • Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi opaque, proyeksi overhead, slides, filmstrips).
  • Visual yang tidak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-bulu).
  • Audio (piringan, pita kaset).
  • Penyajian multimedia, (slide bersuara).
  • Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televisi, video).
  • Media cetak (buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah).
  • Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan).
  • Media realiata (model, specimen, manipulatif).

2. Media Teknologi Mutakhir

  • Media berbasis telekomunikasi (telekonferen, kuliah jarak jauh).
  • Media berbasis mikroprosesor (computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hypermedia).

11. Syaiful Bahri Djamaroh dan Aswan Zain (2002:137)

Menurut Syaiful Bahri Djamaroh dkk, jenis media pembelajaran dibedakan berdasarkan jenis, daya liput, dan bahan pembuatan.

1. Berdasarkan jenisnya media pembelajaran terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara, seperti; radio, cassette recorder, piringan hitam.
  • Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan.
  • Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

2. Berdasarkan daya liputnya media pembelajaran dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Media dengan daya liput luas dan serentak (radio dan televisi).
  • Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat (film, sound slides, film rangkai yang menggunakan ruangan tertutup dan gelap).
  • Media untuk pengajaran individual (modul pembelajaran).

3. Berdasarkan bahan pembuatannya media pembelajaran dibagi kedalam dua bagian yaitu:

  • Media pembelajaran sederhana merupakan media yang bahan dan alat pembuatannya mudah diperoleh dan harganya murah.
  • Media kompleks merupakan media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta harganya mahal.

Jenis-jenis Media Pembelajaran yang Harus Kamu Ketahui

Bentuk media pembelajaran

Seperti yang sudah kita tahu, klasifikasi media pembelajaran ada banyak jenisnya. Namun jenis media pembelajaran yang umum dan dapat digunakan di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Media Audio

Jenis media pembelajaran audio biasanya digunakan pendidik untuk menyalurkan pesan audio ke penerima pesan. Media audio ini berkaitan erat dengan indra pendengaran.

Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan) maupun non-verbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh media audio seperti; radio, telepon, laboratorium bahasa, tape recorder, dan lainnya.

2. Media Visual

Jenis media pembelajaran visual adalah media yang mengandalkan indra penglihatan. Pada media ini biasanya pendidik akan memanfaatkan berbagai macam teknologi berupa; alat proyeksi atau proyektor.

Kelebihan dari media visual adalah; lebih mudah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian materi, menggambarkan fakta, dan yang pasti mudah untuk dicerna dan diingat.

Jenis media pembelajaran visual dibedakan menjadi dua yaitu; media visual diam dan media visual gerak.

  • Media visual diam (foto, ilustrasi, flashcard, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai, OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain).
  • Media visual gerak (proyeksi gerak seperti film bisu dan sebagainya).

3. Media Audio visual

Jenis media pembelajaran audio visual merupakan media yang menyajikan suara dan gambar.

Ditinjau dari karakteristiknya media ini dibedakan menjadi 2 yaitu; media audio visual diam, dan media audio visual gerak.

  • Media audio visual diam (TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara).
  • Media audio visual gerak (film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dan lainnya).
Baca juga: Jenis Variabel

4. Media Serbaneka

Jenis media pembelajaran serbaneka merupakan instrumen pengajaran yang disesuikan dengan kondisi/ potensi suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain.

Contoh media pembelajaran serbaneka yaitu:

  • Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya; papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
  • Media tiga dimensi diantaranya; model, mock up, dan diorama.
  • Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contohnya; seorang guru membawa kelinci, burung dan ikan lalu mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
  • Sumber belajar pada masyarakat di antaranya dengan karya wisata dan berkemah.

5. Peta dan Globe

Jenis media pembelajaran peta dan globe merupakan media yang menyajikan gambaran dan data sebuah lokasi. Misalnya; keadan permukaan (bumi, daratan, sungai, dan gunung).

Kelebihan dari jenis pembelajaran peta dan globe, antara lain:

  • Untuk merangsang minat siswa terhadap pengaruh-pengaruh geografis.
  • Memungkinkan siswa memperoleh gambaran secara spesifik tentang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan, kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.
  • Memungkinkan siswa mengerti dan paham akan posisi dari kesatuan politik, daerah kepulauan, dan lain sebaginya.

6. Gambar Fotografi

Jenis media pembelajaran gambar fotografi adalah media pengajaran sederhana, tanpa memerlukan perlengkapan, dan tidak perlu diproyeksikan untuk mengamatinya.

Gambar fotografi yang kerap digunakan oleh pendidik, di antaranya adalah; surat kabar, kartun, lukisan, dan ilustrasi.

Dalam proses pembelajaran jenis ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan pendidik, antara lain:

  • Gambar fotografi harus cukup memadai.
  • Gambar yang digunakan harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu.
  • Validitas gambar, maksudnya “apakah gambar itu benar atau tidak”.
  • Gambar fotografi yang digunakan harus cukup besar dan jelas.
  • Gambar yang digunakan harus memikat perhatian anak, misalnya; binatang, kereta api, kapal terbang, dan sebagainya.

Yuk Diskusikan di Komentar