Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis Kata Kerja

4 min read

kata kerja

Setelah sebelumnya membahas mengenai jenis-jenis frasa dan juga jenis paragraf. Maka pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai jenis kata kerja.

Memahami kata kerja menurut beberapa orang sangat mudah tapi terkadang mereka hanya mengetahui kata kerja dari hal kecil saja, bukan yang meluas, dan seringkali mereka juga tidak memahami kata kerja tetapi mampu menerapkan kadang ada juga yang kebalikannya.

Oleh karena itu mempelajari materinya sangatlah penting karena dengan kita mempelajarinya kita akan mengerti dan paham sehingga tidak akan salah kaprah lagi.

Lebih lengkapnya simak pembahasan berikut.

Pengertian Kata Kerja

Kata kerja atau kata verba merupakan penggolongan kata yang menjelaskan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau penjelasan dinamis lainnya.

Dengan kata lain, kata kerja menunjukkan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek. Sehingga kata kerja berperan sebagai predikat dalam penyusunan kalimat aktif maupun kalimat pasif.

Kata kerja juga dipakai sebagai predikat dalam sebuah kalimat frasa.

Kata kerja mempunyai fungsi yaitu; untuk mengulas sebuah kegiatan atau suatu perbuatan aktivitas yang dijalankan seseorang.

Pada dasarnya, dalam menemukan kata kerja dalam sebuah kalimat dapat dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama yaitu dengan mengujinya.

Pengujian ini dilakukan dengan dua metode yaitu:

(1). Aturan I, Menambahkan kata “dengan + kata benda” diletakkan setelah kata yang diuji, contoh; Marni makan dengan tangan (bentuk S + P + “dengan” +”kata benda”).

(2). Aturan II, Menambahkan “dengan + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji, contoh; Marni bernyanyi dengan merdu (bentuk S + P + “dengan” + “kata sifat”).

Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan ciri-ciri kata kerja. yaitu sebagai berikut:

  1. Memiliki makna perbuatan, kegiatan, atau tindakan, contoh; Makan, menulis, membaca.
  2. Memiliki makna proses, contoh: meledak, meletus.
  3. Kata kerja dapat diikuti dengan kata benda, contoh; Marni memetik bunga (bentuk S – P – O).
  4. Kata kerja dapat diikuti dengn kata sifat atau keterangan, contoh; Marni menari dengan lincah (bentuk S – P – kata sifat).
  5. Kata kerja yang bermakna keadaan atau kondisi tidak dapat ditambahkan awalan ter- , contoh; Suka.
  6. Dapat diawali kata penyangkalan, contoh: Marni tidak bisa membaca.

Ciri-ciri Kata Kerja

Kata kerja mempunyai beberapa karakteristik, diantaranya :

  • Mengandung makna perbuatan, kegiatan atau tindakan.
  • Memiliki arti proses.
  • Kata kerja sering diikuti oleh kata benda.
  • Sering dibentuk dengan imbuhan me-,di-ber-,ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper-an, dan memper-i.
  • Dapat diperluas dengan cara menambahkan “dengan + kata sifat setelahnya”, contoh: Ia berlari dengan cepat, Nani menghitung dengan teliti, dll.
  • Biasanya disertai kata kerja.
  • Kata kerja juga sering diikuti oleh kata sifat atau keterangan.
  • Kata dapat didahului kata pernyataan waktu, seperti telah, sedang, akan, hampir, segera.

Jenis-jenis Kata Kerja

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Objek

Kata kerja berdasarkan objeknya dibagi menjadi dua, apa sajakah itu? simak ulasannya berikut ini:

Kata Kerja Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap (objek). Artinya, kalimat dengan kata kerja intransitif sudah efektif tanpa pelengkap seperti objek atau kata keterangan.

Dikarenakan kata kerja intrasitif tidak memiliki objek, kalimat yang mengandung kata kerja intransitif tidak dapat dirubah ke dalam bentuk pasif.

Contoh kalimat:

  • Dia tersenyum ketika lewat di hadapanku.
  • Aku terdiam ketika mendengar berita duka itu.
  • Ketika mengikuti acara pencarian bakat, Vina bernyanyi sangat merdu.
  • Mawar merah terinjak oleh pejalan kaki itu.
  • Kedua tim asal kota Malang akanberlaga sore nanti.

Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek. Kalimat dengan kata kerja transitif ini tidak akan menjadi kalimat efektif tanpa kehadiran objek.

Dengan kata lain, kata kerja jenis ini harus diikuti dengan objek agar dapat diketahui.

Contoh kalimat:

  • Bambang Pamungkas menendang bola ke gawang lawan.
  • Roni merobek kertas di tengah bukunya.
  • Kakak menyiram bunga di taman.
  • Ayah menanam padi di sawah.
  • Bobi mendengarkan lagu di radio.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Subjek

Berdasarkan subjeknya, kata kerja dibagi dua, yaitu lata kerja pasif dan kata kerja aktif.

Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah bentuk kata kerja yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan.

Biasanya kata kerja pasif memiliki imbuhan di- dan ter-.

Contoh kalimat:

  • Jambu dilempar Tono.
  • Ikan mas dimasak Bu Susi.
  • Ali terkejut mendengar kematian sahabatnya.
  • Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita.

Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja dimana subjeknya berposisi sebagai pelaku.

Biasanya kata kerja aktif memiliki imbuhan me- atau ber-.

Contoh kalimat:

  • Fira meminjam buku cerita di perpustakaan.
  • Kakak bersepeda menuju pasar.
  • Ayah memotong rumput di halaman belakang.
  • Ibu membuat kue di dapur.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya

Jenis kata kerja berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kata kerja dasar dan kata kerja turunan.

Kata Kerja Dasar

Kata kerja dasar adalah kata kerja yang tidak memiliki imbuhan dan merupakan kata dasar baik itu diawal, akhiran, ataupun sisipan

Kata kerja ini menjadi dasar pengembangan kata yang lebih besar.

Contoh kalimat:

  • Juli makan buah mangga.
  • Roni lari lari kecil di sekitar lapangan.
  • Ayah pulang sore hari ini.
  • Ibu pergi ke pasar.
  • Rina pulang ke Depok dengan naik kereta

Kata Kerja Turunan

Kata kerja turunan adalah kata kerja yang telah mendapatkan imbuhan/afiks. Kata kerja ini telah mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan proses atau berupa paduan leksem.

Kata kerja turunan dapat dibagi menjadi 5 kategori yaitu:

1. Bebas Afiks Wajib

Kata yang harus mempunyi afiks supaya befungsi sebagai kata kerja. Jika dipisahkan dari afiksnya, maka kata ini dapat menjadi jenis kata lainnya. Contoh; melebar, mendarat, bersepeda.

2. Bebas Afiks Manasuka

Kata kerja dasar yang mengalami penambahan afiks, tetapi tetap fungsinya sebagai kata kerja apabila afiks tersebut tidak dipakai. Contoh; Memakai, melompat, bekerja.

3. Terikat Afiks Wajib

Contohnya; berjuang, mengungsi, bertemu, berpisah.

4. Reduplikasi

Kata kerja yang mengalami pengulangan kata. Contoh; Berputar-putar, melompat-lompat, bergoyang-goyang, dan lain sebagainya.

5. Majemuk

Kata kerja yang terbentuk dari dua kata yang lain selanjutnya sesudah digabungkan memberikan arti baru. Contoh; Tatap muka, temu wicara, naik haji.

Contoh kalimat kata kerja turunan:

  • Makanan ini merupakan makanan terenak yang pernah aku cicipi.
  • Gol yang dicetaknya di detik ke-36, membuat dia menjadi pencetak gol tercepat di turnamen sepakbola kali ini.
  • Hamdani menjadi pencetak gol terbanyak pada turnamen futsal antar sekolah tahun ini.
  • Lina menjadi siswa dengan nilai Ujian Nasional tertinggi tahun ini.
  • Wanita itu merupakan wanita tercantik yang pernah aku lihat.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuk Lain

Kata kerja dapat pula dibagi menjadi 3 kelompok dalam bentu lainnya yaitu kata kerja benefaktif, reflektif, dan resiprok.

Kata Kerja Benefaktif 

Kata kerja benefaktif adalah kata kerja yang menunjukkan pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk orang lain.

Kata kerja benefaktif umumnya memiliki imbuhan me- dan -kan. 

Contoh kalimat:

  • Tadi pagi, Amir menyeberangkan seorang nenek ke seberang jalan.
  • Pak Samsyudin telah memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci Mekkah.
  • Ayah mengantarkan adik pulang pergi ke sekolah setiap hari.
  • Ibu membuatkan secangkir teh untuk Ayah yang baru pulang dari kantor.
  • Aisyah berhasil menyelesaikan pendidikan S1-nya di Jepang.

Kata Kerja Resiprokal

Kata kerja resiprok merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang.

Kata kerja ini umumnya tidak boleh diawali oleh kata “saling”, karena maknanya telah menunjukkan “saling”.

Kata kerja ini biasanya menggunakan imbuhan ber- dan -an.

Contoh kalimat:

  • Mobil itu bertabrakan dengan sebuah sepeda motor.
  • Burung itu bersahutan dengan burung lainnya.
  • Para warga tengah saling sapa dengan warga desa sebelah.
  • Andini sudah saling kenal dengan Arini sejak mereka masih di Taman Kanak-Kanak.
  • Motor itu saling kejar dengan motor lainnya.

Kata Kerja Reflektif

Kata kerja reflektif adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan untuk dirinya sendiri.

Kata kerja reflektif umumnya menggunakan imbuhan me-, atau ber-. 

Contoh kalimat:

  • Luthfi sedang bersantai di rumah.
  • Rico telah membatalkan keputusannya untuk mundur dari perusahaan ini.
  • Andini masih saja meragukan kemampuannya sendiri.
  • Almira masih mempertanyakan keputusannya yang kontroversial itu.
  • Adik memamerkan hasil karyanya kepada kami semua.

Penutup

Demikian materi mengenai jenis kata kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi dalam pembelajaran kalian. Apabila ada kekurangan silahkan bisa ditambahkan di kolom komentar.

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *