Jenis kata kerja

Jenis Kata Kerja

Memahami jenis kata kerja menurut beberapa orang sangat mudah tapi terkadang mereka hanya mengetahui kata kerja dari hal kecil, bukan yang meluas.

Selain itu, seringkali mereka tidak memahami “apa itu kata kerja”, namun mampu menerapkannya, kadang ada juga yang kebalikannya.

Menurut KBBI, kata kerja atau verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan atau keadaan. Dengan kata lain, kata kerja menunjukan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek.

Jenis Kata Kerja

Kata kerja digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu berdasarkan bentuk, objek, subjek, dan berdasarkan bentuk lainnya.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya

1. Kata Kerja Dasar

Kata kerja dasar adalah kata kerja yang tidak memiliki imbuhan/ kata dasar, baik di awal, di akhir ataupun sisipan. Biasanya jenis kata ini digunakan sebagai dasar pengembangan kata yang lebih besar. Contoh:

  • Roni lari lari kecil di sekitar lapangan.
  • Ayah pulang sore hari ini.
  • Ibu pergi ke pasar.
  • Rina pulang ke Depok dengan naik kereta

2. Kata Kerja Turunan

Kata kerja turunan adalah kata kerja yang telah mendapatkan imbuhan. Jenis kata kerja ini telah mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan proses atau berupa paduan leksem. Kata kerja turunan dibagi menjadi 5 kategori yaitu:

  1. Bebas afiks wajib, contoh; mendarat, bersepeda, melebar.
  2. Bebas afiks manasuka, contoh; melompat, memakai, bekerja.
  3. Terikat afiks wajib, contoh; bertemu, berpisah, berjuang, mengungsi.
  4. Reduplikasi, contoh; berputar-putar, bergoyang-goyang, melompat-lompat.
  5. Majemuk, contoh; temu wicara, tatap muka, naik haji.

Contoh kata kerja turunan dalam kalimat:

  • Makanan ini merupakan makanan terenak yang pernah aku cicipi.
  • Hamdani menjadi pencetak gol terbanyak pada turnamen futsal antar sekolah tahun ini.
  • Wanita itu merupakan wanita tercantik yang pernah aku lihat.
  • Gol yang dicetaknya di detik ke-36, membuat dia menjadi pencetak gol tercepat di turnamen sepakbola kali ini.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Objek

1. Kata Kerja Transitif

Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang mempunyai objek. Dalam sebuah kalimat kata kerja ini harus diikuti objek agar dapat diketahui maknanya. Contoh:

  • Roni merobek kertas di tengah bukunya.
  • Kakak menyiram bunga di taman.
  • Ayah menanam padi di sawah.
  • Bobi mendengarkan lagu di radio.

2. Kata Kerja Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek, karena maknanya sudah jelas. Meskipun demikian, dalam penggunaan jenis kalimat ini terkadang diikuti dengan kata keterangan. Contoh:

  • Dia tersenyum ketika lewat di hadapanku.
  • Aku terdiam ketika mendengar berita duka itu.
  • Ketika mengikuti acara pencarian bakat, Vina bernyanyi sangat merdu.
  • Kedua tim asal kota Malang akan berlaga sore nanti.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Subjek

1. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang dimana subjeknya berposisi sebagai pelaku dan biasanya diawali dengan imbuhan me- atau ber-. Contoh:

  • Fira meminjam buku cerita di perpustakaan.
  • Kakak bersepeda menuju pasar.
  • Ayah memotong rumput di halaman belakang.
  • Ibu membuat kue di dapur.

2. Kata Kerja Pasif

Kebalikan dari kata kerja aktif, kata kerja pasif adalah kata kerja yang berposisi sebagai korban dan biasanya diawali dengan imbuhan di- dan ter-. Contoh:

  • Jambu dilempar Tono.
  • Ikan mas dimasak Bu Susi.
  • Ali terkejut mendengar kematian sahabatnya.
  • Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita.

Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuk Lain

1. Kata Kerja Benefaktif

Kata kerja benefaktif adalah kata kerja yang menunjukan pekerjaan/ tindakan yang dilakukan untuk orang lain. Kata kerja benefaktif umumnya memiliki imbuhan me- dan -kan. Contoh:

  • Tadi pagi, Amir menyeberangkan seorang nenek ke seberang jalan.
  • Pak Samsyudin telah memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci Mekkah.
  • Ayah mengantarkan adik pulang pergi ke sekolah setiap hari.
  • Aisyah berhasil menyelesaikan pendidikan S1-nya di Jepang.

2. Kata Kerja Reflektif

Kata kerja reklektif adalah kata kerja yang menunjukan perbuatan untuk dirinya sendiri. Kata kerja reklektif biasanya diawali dengan imbuham me- atau ber- Contoh:

  • Luthfi sedang bersantai di rumah.
  • Rico telah membatalkan keputusannya untuk mundur dari perusahaan ini.
  • Andini masih saja meragukan kemampuannya sendiri.
  • Adik memamerkan hasil karyanya kepada kami semua.

2. Kata Kerja Resiprokal

Kata kerja resiprokal adalah kata kerja yang menunjukan perbuatan yang dilakukan oleh dua orang. Kata kerja ini umumnya tidak boleh diawali dengan  kata “saling”, karena maknanya telah menunjukkan “saling”. Kata kerja ini biasanya diawali dengan imbuhan ber- dan -an. Contoh:

  • Mobil itu bertabrakan dengan sebuah sepeda motor.
  • Burung itu bersahutan dengan burung lainnya.
  • Pak Burhan sedang bersalaman dengan Pak Johan.
  • Aku masih berhubungan dengannya via telepon.

Ciri-ciri Kata Kerja

Adapun ciri-ciri kata kerja antara lain:

  • Sebagai predikat.
  • Menyatakan suatu kegiatan, perbuatan atau tindakan.
  • Dapat diikuti oleh kata benda, kata sifat atau kata keterangan.
  • Kata kerja yang bermakna keadaan atau kondisi tidak dapat ditambahkan awalan ter-.
  • Dapat diikuti kata pengingkaran atau penyangkalan. *(dosenbahasa).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *