Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis Paragraf

7 min read

Macam-macam paragraf

Paragraf dalam sebuah penulisan karya tulis sangatlah penting. Hal ini karena karya tulis yang baik dan berkualitas selalu tersusun atas paragraf yang baik pula.

Oleh karena itu, memahami jenis-jenis paragraf adalah hal yang penting agar bisa menyusun paragraf yang tepat dan menghasilkan teks yang baik.

Oke, sebelum ke pembahasan. Saya juga telah membahas mengenai jenis-jenis pidato yang mungkin kalian juga mencari materinya, kalian bisa membacanya disini.

Lanjut…

Berikut ini adalah materi mengenai jenis paragraf simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Paragraf

Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas.

Maksud kalimat utama  adalah kalimat yang isinya masalah atau kesimpulan dari paragraf tersebut. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang isinya penjelasan masalah yang terdapat pada kalimat utama.

Paragraf disebut juga dengan alinea di mana terdapat beberapa kalimat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Pengertian Paragraf Menurut Para Ahli

Adapun pengertian paragraf menurut para ahli, diantaranya:

Akhaidah dkk (1999:144)

Menurut Akhaidah dkk, pengertian paragraf adalah inti penuangan buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.

Arifin dan S. Amran Tasai (2006:125)

Menurut Arifin dan S. Amran Tasai, pengertian paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.

Ramlan (2010: 23

Menurut Ramlan, pengertian paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya.

Gorys Keraf (1979:62)

Menurut Gorys Keraf, alinea atau paragraf adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau luas dari kalimat dan merupakan himpunan dari kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.

Lamuddin Finoza (2004:149)

Menurut Lamuddin Finoza, pengertian paragraf atau alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.

Syarat-syarat Paragraf

Untuk membentuk sebuah paragraf yang baik, tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Oke, langsung saja simak syarat dalam membentuk sebuah paragraf, antara lain:

  •  Kesatuan (Unity)

Suatu paragraf yang baik dan enak dibaca adalah paragraf yang memiliki kesatuan antara gagasan utama dan penjelasnya.

  • Kelengkapan

Suatu paragraf dikatakan lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat pokok.

Unsur-unsur yang harus ada dalam pembuatan paragraf antara lain:

a). Gagasan utama

Tema atau ide yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf.

b). Kalimat utama

Setelah menentukan gagasan utama tahap selanjutnya yaitu menuangkan gagasan utama kedalam kalimat utama. Kalimat utama bisa diletakkan di awal ataupun akhir pada sebuah paragraf.

c). Kalimat penjelas

Langkah terakhir yaitu memasukkan kalimat penjelas, mengapa? Karena sebuah kalimat utama yang sudah mengandung gagasan utama belum bisa dikatakan sebuah paragraf apabila didalamnya tidak ada kalimat penjelas.

Karena fungsi dari kalimat penjelas adalah menjelaskan ide dari kalimat utama sehingga menjadi jelas, rinci dan lengkap. Oleh sebab itu unsur ini harus terpenuhi agar menjadi paragraf yang baik.

  • Kepaduan (Koherensi)

Kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf yang terangkai secara logis dan saling mendukung gagasan utama disebut dengan kepaduan atau koherensi.

Kepaduan ini bisa kita dapatkan dengan penggunaan konjungsi baik intra kalimat maupun antar kalimat.

Fungsi Paragraf

  1. Dapat membantu penulis dalam mengembangkan gagasan-gagasan atau ide dari segala sesuatu yang berhubungan dengan topik yang ingin ditulis  menjadi sebuah karya tulis.
  2. Paragraf dalam sebuah kalimat dapat menjadi pengantar sebuah ide-ide, isi kalimat dan kalimat penutup pada tulisan yang dibuat oleh penulis.
  3. Paragraf dapat membantu pembaca untuk memahami segala sesuatu mengenai isi dan topik dalam sebuah tulisan.
  4. Memudahkan penulis untuk menyusun ide-ide tentang tulisan yang akan dibuatnya.
  5. Mencurahkan suatu perasan dan pemikiran penulis dalam sebuah karya atau kalimat dalam bentuk tulisan yang dibuat secara logis dan dapat diterima oleh pembaca.

Macam-macam Paragraf

Paragraf digolongkan menjadi beberapa jenis diantaranya ada paragraf berdasarkan gagasan utama, tujuan dan fungsinya serta berdasarkan isinya.

Jenis Paragraf Berdasarkan Gagasan Utama

Berdasarkan gagasan utama paragraf dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang posisi gagasan pokok atau kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Paragraf ini bersifat induksi dan dikembangkan dari pernyataan khusus ke umum.

Jenis paragraf induktif diawali oleh kalimat-kalimat penjelas dan kemudian diakhiri oleh kalimat utama yang berisi pokok pikiran utama paragraf.

Contoh paragraf induktif:

Perkembangan game pada zaman ini sangatlah pesat, kita mengenal game PS4 seperti GTA, PES, FIFA dan game yang bisa dimainkan di smartphone.

Bermain permainan semacam itu memang sangat mengasyikkan, grafiknya yang sudah mendekati nyata terlebih bisa bermain secara online bersama dengan yang lainnya.

Paragraf Ineratif

Paragraf ineratif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di tengah paragraf.

Jenis paragraf ini diawali oleh kalimat penjelas yang kemudian diikuti oleh kalimat utama paragraf dan dilanjutkan kembali dengan kalimat penjelas.

Contoh paragraf ineratif:

Meskipun sudah kedaluwarsa, kandungan bahan kimia pada obat-obatan yang kita konsumsi tidak akan pernah hilang dan justru akan menimbulkan bahaya jika obat-obatan tersebut dibuang ke sembarang tempat. 

Oleh karena itu, kita sebaiknya jangan membuang obat-obatan yang kedaluwarsa ke sembarang tempat. sebagai gantinya, obat-obatan yang kedaluwarsa tersebut kita kembalikan lagi ke pihak apotek atau rumah sakit untuk mereka hancurkan.

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang posisi gagasan pokok atau kalimat utamanya berada di awal paragraf. Paragraf ini bersifat deduksi dan dikembangkan dari pernyataan umum ke khusus.

Jenis paragraf deduktif diawali oleh kalimat utama yang berisi pokok pikiran utama, kemudian dilanjutkan oleh kalimat-kalimat penjelasnya.

Contoh paragraf deduktif:

Merk smartphone sekarang banyak sekali pilihannya seiring bertambahnya perusahaan teknologi yang berdiri. Ada beberapa merk smartphone yang terkenal di antara kita contohnya Samsung, Apple, Xiaomi dan Oppo.

Meskipun begitu janganlah menghamburkan uang untuk membeli smartphone yang tidak kita butuhkan, belilah sesuai dengan kebutuhan.

Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah gabungan antara paragraf deduktif dan induktif. Jenis paragraf ini diawali oleh kalimat utama, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelasnya dan terakhir diakhiri oleh kalimat utama lagi.

Maksudnya terdapat dua kalimat utama yang terletak di awal paragraf dan ditegaskan kembali di akhir paragraf. Sementara bagian tengah-tengahnya adalah kalimat-kalimat penjelasnya.

Contoh paragraf campuran:

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apapun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern.

Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

Jenis Paragraf Berdasarkan Isinya

Terdapat 5 jenis paragraf berdasarkan isinya, yaitu:

Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga para pembaca seakan-akan dapat melihat, mendengar, ataupun merasakan objek yang digambarkan tersebut.

Objek yang dideskripsikan bisa orang, tempat ataupun suatu benda.

Ciri-ciri dari paragraf deskripsi ialah ada suatu objek yang nantinya bisa digambarkan dengan melibatkan panca indra, isinya berupa kata-kata yang dapat dibayangkan.

Contoh paragraf deskripsi:

Kucing yang berada di pojok warung itu memiliki warna bulu hitam dengan variasi abu-abu.

Tubuhnya kotor dan kurus, matanya berbinar seakan sedang mencari makanan yang jatuh dari pelanggan. Bahkan, tampaknya tubuhnya pun sangat lemas.

Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan tentang sebuah peristiwa ataupun kejadian yang mana di dalamnya terdapat alur cerita, tokoh, konflik dan latar. Perlu diketahui bahwa paragraf jenis ini tidak memiliki kalimat utama.

Jenis paragraf narasi ini biasanya terdapat pada sebuah cerpen (cerita pendek), novel dan lain sebagainya.

Terdapat dua jenis paragraf narasi antara lain:

  • Paragraf narasi ekspositoris, paragraf ini berisi tentang perbuatan yang disampaikan secara informatif.
  • Paragraf narasi sugestif, paragraf ini berisi tentang hasil rekaan, khayalan atau imajinasi pengarang.
Contoh paragraf narasi:

Pak Haji adalah orang yang paling dihormati di kampungku dan dia adalah ayahku. Setiap pagi kami selalu melakukan olahraga jogging.

Ketika lewat pasar, kami disapa oleh para penjual dan pembeli. Dan terakhir melewati pemukiman warga kami disapa bahkan dikasih minum. Meskipun begitu, Pak Haji tidak pernah sombong.

Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah sebuah paragraf yang berisikan tentang pendapat, ide, buah pikiran atau menerangkan sebuah topik dengan tujuan memberi informasi sehingga memperluas pengetahuan pembaca.

Paragraf yang satu ini juga berisi tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan ilmiah ataupun faktual.

Ciri-ciri paragraf eksposisi yaitu:

  • Memaparkan definisi
  • Menggunakan bahasa yang informatif
  • Berisi informasi yang tidak bisa dijelaskan oleh alat indra serta mengandung 5W+1H (apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana)

Terdapat beberapa jenis teks eksposisi, diantaranya adalah:

  1. Paragraf eksposisi klasifikasi, paragraf yang membagi dan mengelompokkannya ke dalam kelompok kategori.
  2. Paragraf eksposisi proses, paragraf yang menjelaskan langkah-langkah dan metode sebagai petunjuk proses pembuatan, penggunaan/cara-cara tertentu.
  3. Paragraf eksposisi definisi, paragraf yang memberikan penjelasan informasi dengan memfokuskan pada karakteristik topik.
  4. Paragraf eksposisi ilustrasi, paragraf yang dikembangkan dengan menggunakan gambaran sederhana atau sebuah ilustrasi.
  5. Paragraf eksposisi berita, paragraf yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian.
  6. Paragraf eksposisi analisis, paragraf yang membagi masalah dari gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian.
  7. Paragraf eksposisi pertentangan, paragraf yang berisi tentang suatu pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain.
  8. Paragraf eksposisi perbandingan, paragraf yang menerapkan ide atau topik yang ada dalam kalimat utama.
Contoh paragraf eksposisi:

Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan.

Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30 hingga 50 cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning.

Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang menyampaikan suatu ide, gagasan yang disertai dengan bukti dan fakta faktual.

Tujuannya yaitu untuk meyakinkan pembaca terkait ide/pendapat bahwa yang disampaikan itu benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentasi yaitu:

  • Menjelaskan “sesuatu” pendapat agar pembaca yakin
  • Berisi fakta untuk membuktikan pendapatnya
  • Menggali sumber ide dari sebuah pengamatan serta terdapat kesimpulan dan penutup

Terdapat tiga jenis paragraf argumentasi, yaitu:

  1. Paragraf argumentasi pola generalisasi, penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan data-data yang ada.
  2. Paragraf argumentasi pola hubungan sebab akibat, penalaran induktif yang mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, hingga pada kesimpulan menjadi akibat.
  3. Paragraf argumentasi pola analogi, penalaran induktif dengan membandingka dua hal yang banyak persamaannya.
Contoh paragraf argumentasi:

Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya.

Paragraf Persuasi

Paragraf persuasi  adalah paragraf yang berisi ajakan atau bujukan yang tujuannya untuk mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan yang dituliskan.

Paragraf jenis ini biasa dipakai untuk mempromosikan iklan.

Ciri-ciri dari paragraf persuasi, yaitu:

  • Adanya bukti ataupun fakta untuk meyakinkan pembaca
  • Terdapat kata bujukan ataupun anjuran seperti sebaiknya, mari, dan lain sebagainya
Contoh paragraf persuasi:

Mari kita kembali jaga lingkungan kita dari berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Dengan selalu menjaga lingkungan tetap bersih dan melakukan 3P yaitu, pembuangan, pengurasan dan penyemprotan, kita akan senantiasa terjaga dari penyakit.

Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi dan Tujuannya

Terdapat tiga jenis paragraf berdasarkan fungsi dan tujuannya, yaitu:

Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka adalah paragraf yang berada di awal sebuah karya tulis. Jenis paragraf pembuka berfungsi sebagai pengatar dan pengenalan isi kepada pembaca.

Isi dari paragraf pembuka adalah pengantar dari bacaan atau karya tulis yang dijabarkan dengan lengkap pada paragraf-paragraf berikutnya.

Contoh paragraf pembuka:

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis alat musik tradisional di Maluku. Maluku adalah salah satu daerah di Indonesia bagian Timur, yang memiliki banyak sekali kekayaan alam.

Paragraf Isi

Paragraf isi berisi bagian-bagian pokok dalam suatu karya tulis. Paragraf jenis ini berfungsi untuk mengembangkan topik pembicaraan dalam suatu tulisan.

Jenis paragraf ini bisa berisi mengenai contoh, inti permasalahan, ataupun uraian pembahasan.

Paragraf Penghubung

Paragraf penghubung adalah paragraf yang berada di tengah-tengah sebuah karya tulis. Paragraf jenis ini berfungsi untuk menghubungkan antara paragraf satu ke paragraf lainnya.

Paragraf penghubung ini merupakan inti dari semua karya tulis, karena segala sesuatu yang terkait dengan inti dan wacana semua ada pada paragraf penghubung.

Contoh paragraf penghubung:

Maluku memiliki beragam jenis alat musik tradisional, yang menjadi salah satu daya tarik dari Maluku. Beberapa alat musik tradisional yang berasal dari Maluku adalah Tifa, Arababu, Ukelele, Rumba, dan masih banyak lagi.

Paragraf Penutup

Paragraf penutup biasanya berada di akhir sebuah karya tulis, karena jenis paragraf ini berfungsi sebagai penutup dari sebuah karya tulis itu sendiri.

Paragraf penutup berisi mengenai kesimpulan, ringkasan, saran atau komentar penulis.

Contoh paragraf penutup:

Demikianlah artikel tentang alat musik tradisional di Maluku, semoga artikel ini bermanfaat. Marilah kita selalu menjaga kebudayaan Indonesia. Sekian dan terima kasih.

Ciri-ciri Paragraf

Selain fungsi, paragraf juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kalimat topik dan kalimat pengembang dalam paragraf memiliki fungsi dalam penulisan dimana fungsi tersebut dapat menjelaskan atau menerangkan pikiran utama dari penulis dalam menuliskan sebuah karya atau karangan dalam sebuah kalimat topik.
  2. Pada kalimat pertama atau utama paragraf harus masuk agak kedalam dengan beberapa ketukan spasi. Ketukan spasi dalam paragraf sekitar lima ketukan, biasanya ketukan lima spasi ini digunakan untuk jenis kalimat atau karangan yang biasa.
  3. Selain itu pada poin keempat paragraf juga memakai sebuah kalimat penjelas dalam tulisan dimana kalimat penjelas tersebut berisikan tentang kedetailan dari kalimat topik. Paragraf memang bukan kumpulan dari kalimat topik, tetapi paragraf disini berisi beberapa kalimat penjelas dan hanya satu kalimat topik.
  4. Paragraf biasanya digunakan sebagai pikiran utama dalam sebuah kalimat atau topik yang telah ditentukan oleh penulis.

Penutup

Demikian mengenai materi jenis paragraf, semoga uraian diatas bisa menjadi acuan kalian yang sedang mempelajari penggunaan paragraf yang baik dan benar.

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *