Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis Penelitian Skripsi

4 min read

Jenis penelitian skripsi

Saat akan menulis skripsi penting bagi kita untuk mengetahui dulu jenis penelitian apa yang nantinya akan kita gunakan.

Sebaiknya ketika akan menulis skripsi sesuaikan dulu dengan kemampuan dasar, apa yang kita miliki.

Nah, dalam penelitian skripsi ini pun terdapat banyak jenis-jenisnya, berdasarkan sifat-sifatnya, jenis penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian seperti berikut.

Jenis-jenis Penelitian Skripsi

Jenis penelitian skripsi

1.Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara sistematis, terstruktur dan terperinci.

Dalam pelaksanaannya, metode riset ini fokus pada penggunaan angka, tabel, grafik dan diagram untuk menampilkan hasil data.

2. Penelitian Kualitatif

Metode Penelitian kualitatif adalah metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis.

Dalam pelaksanaannya, metode ini sifatnya subjektif dimana proses penelitian lebih diperllihatkan dan cenderung lebih fokus pada teori.

Metode ini kerap disebut dengan metode etnografi karena sangat jamak dipakai untuk melakukan pengamatan kondisi sosial budaya.

3. Penelitian Survei

Penelitian survei merupakan sebuah metode yang digunakan untuk meneliti dan memecahkan masalah-masalah pendidikan, biasanya hasil riset ini dalam bentuk opini atau pendapat dari orang lain berdasarkan objek yang sedang di amati.

Tujuan utama dari metode ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan sekolompok obyek (populasi).

Survei dengan cakupan yang luas biasanya disebut sensus, sedangkan survei yang mempelajari beberapa  populasi dinamakan sampel.

Metode penelitian survei ini biasanya mengungkap berbagai masalah yang berhubungan dengan angka.

Misalnya, berapa banyak siswa yang mendaftar dan diterima di sebuah perguruan tinggi? Berapa presentase anak muda Indonesia yang lebih menyukai film Korea daripada film Indonesia? Dan banyak lagi sebagainya.

Nah, jika semua data telah diperoleh, barulah bisa dilakukan analisis dan perbandingan antara hubungan variabel-variabel tersebut.

4. Penelitian Kausal-Komparatif 

Penelitian kausal-komparatif atau disebut juga ekspos facto adalah metode riset yang digunakan untuk meneliti hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa.

Hasil dari keterkaitan sebab-akibat inilah yang bisa dijadikan indikator dalam proses riset.

5. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang terjadi pada masa sekarang ini.

Metode penelitian deskriptif ini hanya memusatkan perhatiannya pada masalah aktual.

Melalui penelitian deskriptif, peneliti akan berusaha mendeskripsikan peristiwa/kejadian yang sedang berlangsung, dengan catatan tidak ikut campur atau memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut.

Adapun variabel yang diteliti dalam penelitian jenis ini, bisa bervariasi atau tunggal, tergantung objek yang akan di kaji.

6. Penelitian Tindakan

Metode penelitian tindakan adalah jenis penelitian refleksi diri yang dilakukan oelh partisipan dalam situasi tertentu.

Tujuan utamanya yakni untuk memperbaiki prakterk yang dilakukan sendiri.

Metode penelitian ini biasa dilakukan untuk memperoleh pemahaman mengenai prakterk tersebut serta menangani situasi, dimana prakterk tersebut diselanggarakan.

Hal tersebut sangat berguna, karena dapat mengarahkan tujuan dalam penelitian tindakan kedalam 3 area, yaitu:

  • Untuk memperbaiki prakterk
  • Untuk memperbaiki keadaan atau situasi di TKP
  • Untuk pengembangan profesional, maksudnya meningkatkan pemahaman atau kemampuan praktisi terhadap prakterk yang dilaksanakan.

7. Penelitian Studi Kasus

Jenis penelitian yang tidak kalah penting adalah studi kasus. Penelitian jenis ini pada dasarnya mempelajari individu atau kelompok yang memiliki kasus tertentu.

Contohnya, melakukan studi kasus pada pelajar pengguna narkoba, studi kasus terhadap pengunjung perpustakaan dan masih banyak lagi.

Penelitian studi kasus ini biasanya membutuhkan waktu yang lumayan lama dan harus dilakukan secara berkala jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Adapun kelebihan dari penelitian studi kasus ini adalah:

Peneliti mampu mempelajari subjek secara lebih mendalam, sehingga hasil penelitian pun lebih detail dan bersifat menyeluruh.

Sedangkan untuk kelemahannya adalah:

Informasi yang diperoleh sifatnya menjadi subjektif, maksudnya hanya untuk individu dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu atau subjek lainnya.

Pada intinya, jenis penelitian ini bukan untuk menguji HIPOTESIS, namun untuk menghasilkan hipotesis yang dapat diuji dalam penelitian lebih lanjut.

8. Penelitian Pengembangan

Jenis penelitian pengembangan ini biasa dipakai untuk memperbaiki prakterk.

Adapun metode dari penelitian pengembangan ini adalah:

Memperlihatkan rangkaian ataupun proses dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakam produk yang telah ada agar dipertanggungjawabkan.

Produk tersebut bisa dalam berbagai bentuk, seperti buku, modul atau bahkan data pembelajaran di kelas, laboratorium, perpustakaan dan sebagainya.

9. Penelitian Studi Korelasional

Jenis penelitian korelasional merupakan metode deskriptif lain yang sering digunakan dalam pendidikan dan studi korelasional.

Studi korelasional ini mempelajari mengenai hubungan dari beberapa variabel, maksudnya bisa sejauh mana variasi dalam satu variabel memiliki hubungan dengan variasi variabel lainnya.

Adapun derajat dari hubungan antar variabel dapat dinyatakan dalam sebuah indeks bernama koefisien korelasi.

Hal ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menguji suatu hipotesis tentang hubungan variabel atau untuk menyatakan seberapa besar kecilnya hubungan antara ke-2 variabel.

Pada intinya studi korelasional ini sangat penting karena dapat digunakan untuk menguji hipotesis.

Contohnya, seorang peneliti ingin mengetahui variabel-variabel mana yang berhubungan dengan kompetensi profesional kepala daerah. Sehingga, semua variabel ada kaitannya (misalnya latar belakangnya, prestasi akademik dan sebagainya), kemudian variabel itu dihitung koefisien korelasinya. Akhirnya, peneliti akan dapat mengetahui variabel mana saja yang paling kuat hubungannya dengan manajerial kepala daerah tersebut. 

10. Penelitian Eksperimen

Diurutan terakhir ada jenis penelitian eksperimen, dalam penelitian jenis ini seorang peneliti akan menggunakan metode yang sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab-akibat.

Penelitian eksperimen ini merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

Dalam metode penelitian ini, peneliti wajib melakukan tiga syarat, yaitu:
  • Mengontrol
  • Memanipulasi
  • Observasi
Dalam metode penelitian ini, peneliti akan membagi objek atau subyek yang diteliti menjadi 2 kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan  dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan.

Contoh Metode Penelitian

BAB I

Metode Penelitian

Kerangka penelitian

Terdapat dua golongan dalam penelitian yakni kelompok eksperimen yang di berikan sebuah perlakukan dan kelompok kontrol yang mana tidak di beri sebuah perlakukan.

Contoh, pasien yang terkenal demam berdarah Dengue menyatakan mau untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Selanjutnya, pasien akan di beri sebuah sirup temulawak dengan gizi yang di atur selama 2 kali sehari dalam dua minggu.

Berikutnya akan di laksakan sebuah pengukuran pada akhir minggu pertama dan lagi kedua. Penilaian nantinya di laksanakan dengan membandingkan hasil nilai trombosit darah di kelompok eksperimen dan lagi kelompok kontrol.

Tempat penelitian

Tempat penelitian di lakukan di RS. Bakti Husada

Unit analisis

  • Objek penelitian, ialah nilai trombosit yang rendah pada darah
  • Subjek Penelitian, subjek yang ada dalam penelitian merupakan pasien demam berdarah

Populasi dan sampel

  • Populasi, pasien demam berdara Denue yang sudah setuju mengikuti penelitian.

Sampel

  • Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 2 orang.
  • Cara mengambil sampel.

Variabel penelitian

  • Variabel bebas dan variabel terikat

Defines operasional

Pada bagian ini, di jelaskan mengenai seberapa trombosit dari objek yang di teliti dengan menggunakan alat apa. Kemudian definisi mengenai DBD dan juga reaksi pasien setelah mengkonsumsi sirup temulawak.

VariabelDefinisi OperasionalCara PengukuranSkala
Alat UkurHasil Ukur
TrombositopeniaKondisi yang mana trombosit pada sirkulasi kadarnya dibawah normal (150.000 – 350.000/ µL)Automated Hematology Analyzer100.000/ul atau kurangOrdinal
Demam Berdarah Dengue (DBD)Ruam, limfadenopati, trombositopenia, Manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia dan diathesis hemoragikLaboratorium dan Uji  klinis(-) negatif(+) positifNominal
Konsumsi Sirup TemulawakIntensitas pasien dalam mengonsumsi sirup temulawak yang diberikanInterview Intensitas     teraturTidak teraturNominal

Instrumen penelitian

Alat yang di gunakan adalah panci, pisau, baskom, saringan kompor neraca pengaduk dan juga botol kaca. Sedangkan untuk bahannya temulawak, air, gula, cengkeh, jeruk nipis, vanilli, kapulaga dan kayu manis.

Cara kerja pembuatan

Berisi tentang cara kerja dari pembuatan sirup temulawak untuk pasien DBD.

  1. Temulawak yang sudah kering dicampur dengan kayu manis, kapulaga dan cengkeh yang tanpa kepala.
  2. air dituangkan kemudian dididihkan sehingga jumlah air hanya 1 liter. Diaduk-aduk terus selama
    memasaknya.
  3. Dibiarkan 1 malam.
  4. Pengambilan ekstrak rebusan tersebut dengan cara disaring.
  5. Kemudian ditambahkan gula pasir ke ekstrak campuran tersebut lalu di masak dengan
    diaduk-aduk sampai sepenuhnya gula larut.
  6. Tambahkan vanilla dan vanilli.
  7. Setelah itu di saring menggunakan kain bersih lalu ditambahkan bahan yang tadi.
  8. Saat kondisi masih panas dimasukan ke dalam botol yang bersih &
    steril, lalu ditutup serapatnya.

Teknik untuk pengumpulan data

Data yang telah terkumpul adalah data primer yang berasal dari pengukuran di Lab.

Teknik analisis data

Hasil dari pengukuran untuk nilai trombosit darah untuk pasies yang menderita DBD dengan menggunakan 2 metode, yaitu:

  • Metode analysis of variance
  • Metode independent-T test

Untuk aplikasi data menggunakan sebuah aplikasi SPPSS. Ada beberapa uji prasyarat dalam analysis of variance yakni uji homogenitas dan di laksanakan pada pemeriksaan pertama.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis penelitian beserta contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kalian dalam proses pembelajaran.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *