Jenis puisi baru

Jenis Puisi Baru

Menguraikan secara lengkap 15 jenis puisi baru dan contohnya.

Kamu mungkin sudah sering mendengar beberapa contoh puisi baru yang dikemas dan disuguhkan dalam bentuk perfilman.

Sebut saja, misal film Roman Picisan dan AADC. Dari kedua film tersebut apa sih yang meninggalkan bekas di hati kalian?

Tidak lain dan tidak bukan, pasti puisi kan. Bahkan, gara-gara film itu mungkin kalian jadi terinspirasi untuk menulis puisi.

Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan baku, baik itu mengenai jumlah baris, suku kata, ataupun rima dan irama.

Jenis-jenis Puisi Baru

Puisi baru dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembagian jenis puisi ini didasarkan pada dua hal, yakni berdasarkan isi dan bentuknya.

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

1. Himne

Himne adalah puisi yang berisikan puji-pujian untuk tuhan, dewa pahlawan, atau sesuatu yang dimuliakan. Selain itu, hymne juga digunakan untuk mendoakan, memberi kesan agung, ataupun rasa syukur yang disampaikan dalam bentuk lagu.

Doa
Karya: Taufiq Ismail

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

2. Balada

Balada adalah jenis puisi baru yang berisi tentang suatu kisah atau cerita. Jenis puisi baru ini terdiri dari 3 bait, dengan maisng-masing bait terdiri atas 8 baris. Skema rima yang digunakan dalam Balada adalah a-b-a-b-b-c-c-b kemudian beralih dengan skema rima a-b-a-b-b-c-b-c.

Contoh Puisi Balada

Bayang Masa Depan
Karya: Nurul Afdal Haris

Serpihan sebuan masa depan
Ilahi sang pencipta
Rasa yang terlarut dalam kesenjaan
Ambisi tetap bertahan
Hamparan gurun kehidupan

Lahir dalam raga api
Atas anugerah sang kuasa
Dari kebeningan embun pagi
Fantasi kehidupan menyelubungi raga
Alangkah kehidupan sang mentari

Lantunan sebuah kehidupan
Untuk sebuah mawar
Rintisan setiap angin logika
Uraian mimpi dalam kelabu malam
Naungan harapan sebuah masa depan

4. Romansa

Puisi romansa adalah puisi yang berisikan tentang luapan kasih sayang dari seorang penulis. Kata romansa berasal dari bahasa Perancis “romantique” yang berarti keindahan perasaan, kasih sayang, dan kemesraan.

Contoh Puisi Romansa

Kasmaran
Karya: Malik Abdul

Semerbak melati menyapa hidungku di pagi ini
Capung kecil berterbangan menari-nari
Sekejap mata aku merindukan hadirmu
Sejenak mengingatkanku akan keindahanmu
Karena tiada satu pun alasan
Dari apapun segala keindahan dunia
Hanyalah dirimu yang aku cari
Sampai kapan akan tetap ku nanti
Meskipun harus kencang berlari
Aku akan selalu setia sampai mati

4. Ode

Ode adalah puisi yang berisi sanjungan atau pujian untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi, bernada angun, membahas sesuatu yang mulia, dan bersifat memuji.

Contoh Puisi Ode

Ibu Kartini
Karya: Fatkhan T. Haqque

Ibu Kartini bunga bangsa
Harum mewangi sepanjang massa
Meski kini engkau tiada
Harum muliamu tetap terbawa
Tetap abadi hingga masa kini
Meski engkau tak hidup kembali
Serasa hati kau masi ada
Masih bicara masih berkata
Jasamu takkan kulupa

5. Epigram

Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ ajaran hidup. Epigram berasal dari bahasa Yunani yang berarti pedoman, nasihat, teladan, atau ajakan untuk melakukan hal yang benar.

Contoh Puisi Epigram

Dalam Doa ku

Pada suatu hari nanti
Di hamparan sajadah
Ragaku terkapar jiwaku melayang
Suaraku kian senyap menggema
Dzikir yang bersitahankan
Rasa gejolak yang entah batasnya
Namun aku terfakur dalam kemasyukan
Cinta yang tak’kan pernah selesai
Dengan kalimat AAMIIN

6. Satire

Satire adalah jenis puisi baru yang berisikan sindiran/ kritik. Kata satire berasal dari bahasa Latin “satura” yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap suatu fenomena yang terjadi.

Contoh Puisi Satire

Teruskan Saja, Tuan

Teruskan saja, Tuan
Kami tak mengapa
Saat membaui mulut anda
Beraroma sumpah-janji fana

Teruskan saja, Tuan
Kami tak keberatan
Saat terpilih jadi panutan
Kemudian kami anda lupakan

Teruskan saja, Tuan
Kami tetap tersenyum
Saat anda berpesta di bawah rembulan
Kami mengais di bawah jembatan

Teruskan saja, Tuan
Dan kami tinggal tertawa
Saat anda tak lagi temukan jalan
Tersesat dalam lorong berliku
Tenggelam dalam kegelapan

7. Elegi

Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis, kesedihan, atau dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.

Contoh Puisi Elegi

Sia-sia
Karya: Chairil Anwar

Penghabisan kali itu kau datang
Membawaku kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: untukmu.

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

1. Distikon

Distikon atau puisi dua seuntai adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri dari 2 baris.

Contoh Puisi Distikon

Mata Arjuna
Karya: Chandra Malik

Panah mengasah arah,
busur menyusur kesiur.

Sekelebat syahwat terjerat,
daku bidik dada dikau.

2. Terzina

Terzina atau puisi tiga seuntai adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri atas 3 baris.

Contoh Puisi Terzina

Hanya
Karya: Sapardi Djoko Damono

Hanya suara burung yang kau dengar
Dan tak pernah kau lihat burung itu
Tapi tahu burung itu ada di sana

Hanya desir angin yang kau rasa
Dan tak pernah kau lihat angin itu
Tapi percaya angin itu di sekitarmu

Hanya doaku yang bergetar malam ini
Dan tak pernah kau lihat siapa aku
Tapi yakin aku ada dalam dirimu

3. Quatrain

Quatrain atau dikenal sebagai puisi empat seuntai merupakan jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri atas 4 baris.

Contoh Puisi Quatrain

Pada Suatu Hari Nanti
Karya: Sapardi Djoko Damono

Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi diantara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

4. Quint

Quint atau disebut juga puisi lima seuntai adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 5 baris.

Contoh Puisi Quint

Mampir
Karya: Joko Pinurbo

Tadi aku mampir ke tubuhmu
Tapi tubuhmu sedang sepi
Dan aku tidak berani mengetuk pintunya
Jendela di luka lambungmu masih terbuka
Dan aku tidak berani melongoknya

5. Sektet

Sektet atau puisi enam seuntai adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri atas 6 baris.

Contoh Puisi Sektet

Ranjang Ibu
Karya: Joko Pinurbo

Ia gemetar naik ke ranjang
Sebab menginjak ranjang serasa menginjak
Rangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang
Dan bila sesekali ranjang berderak atau berderit
Serasa terdengar gemeretak tulang

6. Septime

Septime atau puisi tujuh seuntai adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri dari 7 baris.

Pasien
Karya: Joko Pinurbo

Seperti pasien keluar masuk rumah sakit jiwa,
Kau rajin keluar masuk telepon genggam,
Melacak jejak suara tak dikenal yang mengajakmu
Kencan di kuburan pada malam purnama:
Aku pakai celana merah. Lekas datang, ya.
Kutengok ranjangmu: tubuhmu sedang membeku
Menjadi telepon genggam raksasa.

7. Oktaf/ Stanza

Oktaf/ stanza atau dikenal puisi delapan seuntai adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas 8 baris.

Contoh Puisi Oktaf

Lagu Angin
Karya: WS Rendra

Jika aku pergi ke timur
Arahku jauh, ya, ke timur.
Jika aku masuk ke hutan
Aku disayang, ya, di hutan.
Aku pergi dan kakiku adalah hatiku
Sekali pergi menolak rindu.
Ada duka, pedih dan airmata biru
Tapi aku menolak rindu.

8. Soneta

Soneta adalah puisi yang lariknya berjumlah 14 buah. Dalam penulisannya, keempat belas larik tersebut dibagi menjadi 4 bait dengan pola 4-4-3-3.

Dalam perkembangnnya, puisi soneta di Indonesia berpola 4-4-4-2, atau bisa juga dalam 1 bait terdiri atas 14 larik sekaligus. Pelopor/ Bapak Soneta Indonesia adalah Muhammad Yamin dan Roestam Effendi.

Contoh Puisi Soneta

Pagi-Pagi
Karya: M. Yamin

Teja dan cerawat masih gemilang
Memuramkan bintang mulia raya
Menjadi pudar padam cahaya
Timbul tenggelam berulang-ulang

Fajar di timur datang menjelang
Membawa permata ke atas dunia
Seri-berseri sepantun mulia
Berbagai warna, bersilang-silang

Lambat laun serta berdandan
Timbul matahari dengan perlahan
Menyinari bumi dengan keindahan

Segala bunga harumkan pandan
Kembang terbuka, bagus gubahan
Dibasahi embun, titik di dahan

Ciri-ciri Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas dibanding puisi lama, baik itu dari jumlah baris, suku kata, ataupun rima. Adapun ciri-ciri puisi baru antara lain sebagai berikut:

  • Bentuk penulisan puisi baru tergolongrapi dan simetris.
  • Diketahui nama pengarangnya.
  • Menggunakan gaya bahasa (majas) yang berubah-ubah.
  • Hampir semua merupakan puisi empat seuntai.
  • Pola yang dominan yaitu pola sajak, pantun, dan syair.
  • Tidak terikat pada sebuah aturan.
  • Memiliki persajakan yang teratur.
  • Setiap gatra terdiri atas 2-5 suku kata.
  • Setiap baris terdiri atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) saling berhubungan.
  • Dalam perkembangannya secara lisan dan juga tertulis.
  • Dibuat atas dasar kemauan dari sang pengarang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *