Habib Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Jenis Puisi Lama

4 min read

Puisi lama

Jenis Puisi Lama – Puisi adalah sebuah karya sastra berbentuk seni tertulis yang sering dipakai untuk menyampaikan sebuah pesan. Pesan ini bisa berbentuk nasihat atau ungkapan pribadi seseorang untuk orang lain.

Seringkali puisi berisi kata-kata indah yang tersusun sedemikian rupa berdasarkan tema tertentu.

Di Indonesia, jenis – jenis puisi dibagi menjadi tiga yaitu puisi lama (konvesional), puisi baru (inkonvesional/modern), dan juga puisi kontemporer.

Nah, pada kesempatan  kali ini kita akan mengulas mengenai puisi lama. Untuk itu, silahkan simak baik-baik.

Pengertian Puisi Lama

Pengertian puisi lama

Puisi lama adalah jenis puisi yang yang masih terikat dengan aturan-aturan baku dalam proses pembuatannya.

Puisi lama atau kerap disebut puisi konvensional adalah tipe puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam tiap-tiap bait, dan kuantitas kata dalam tiap-tiap larik, dan juga musikalitas puisi terlalu diperhatikan.

Puisi lama ini sudah muncul sejak zaman dulu dan sering digunakan dalam upacara-upacara tertentu. Umumnya puisi lama tidak diketahui nama pengarangnya dengan pasti karena bersifat turun-temurun.

Dalam pembuatan puisi lama ini ada beberapa aturan yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Puisi lama terikat pada jumlah kata dalam satu baris
  • Puisi lama terikat dengan aturan berapa jumlah baris dalam satu bait
  • Puisi lama terikat pada jumlah baris, bisa 2,4 ataupun lebih
  • Puisi lama terikat dengan jumlah suku kata
  • Puisi lama terikat dengan rima (persajakan)
  • Puisi lama terikat dengan rima

Ciri-ciri Puisi Lama

  • Puisi lama bersifat turun-temurun, umumnya bisa berupa cerita rakyat atau puisi rakyat yang tidak diketahui siapa pengaranganya.
  • Puisi lama biasanya disampaikan dari mulut ke mulut (sastra lisan)
  • Puisi lama terlihat kaku. Hal ini dikarenakan puisi lama terikat dengan aturan-aturan seperti jumlah kata dalam setiap baris.
  • Peninggalan satra Melayu lama.
Baca juga : Jenis-jenis Surat

Jenis Puisi Lama Beserta Contohnya

Jenis puisi lama beserta contohnya

1. Syair

Syair merupakan karya sastra yang berasal dari budaya Arab. Ciri khas dari syair terdiri dari 4 baris  dengan sajak a-a-a-a, syair hanya mempunyai isi tidak mempunyai sampiran

Syair ini biasanya berisi tentang sebuah cerita dengan nasihat di dalamnya.

Contoh:

  • Syair Pendidikan

Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas
Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras

Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu
Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu

Jika kamu memiliki mimpi
Datanglah untuk belajar di sini
Bisa jadi bekal untuk diri
Pasti akan berguna di masa nanti

Ilmu akan membuatmu terjaga
Dari suramnya waktu serta masa
Cemerlang nantinya akan senantiasa
Menyinarimu saat masa dewasa

Dunia sekarang begitu maju
Jadikan ilmu sebagai pegangan
Sebagai benteng agar tidak tertipu
Sehingga hidup penuh kebahagiaan

Tuntut ilmu tanpa rasa jemu
Tak perlu khawatir kan rugi waktu
Pelajaran akan bermanfaat buatmu
Tuntun hidup jadi bahagia selalu

  • Syair Romantis

Namamu kian terdengar mesra
Rindu tambah menggebu di jiwa
Tertuang dalam bait cinta
Yang ku tulis hanya untukmu saja

Cinta membuatku tertambat padamu
Hati juga dipenuhi rasa rindu
Rasa ingin terus bertemu
Untuk menyejukkan netraku

Mungkin begini harusnya cinta
Jalan berliku berdamping cerita
Pastilah terkenang sepanjang masa
Mungkin kan abadi selamanya

Wajahmu selalu tersketsa
Dalam khayal menenangkan jiwa
Memilikimu membuatku bahagia
Semoga kita direstui oleh-Nya

2. Seloka

Seloka atau kerap dikenal sebagai pantun berkait merupakan jenis puisi yang berasal dari kebudayaan Melayu.

Dinamakan pantun berkait dikarenakan seloka terdiri lebih dari satu bait dan setiap bait memiliki keterkaitan satu sama lain.

Seloka biasanya berisi tentang ejekan, sindiran atau senda gurau yang dinyatakan sebagai perumpamaan.

Baris kedua dan keempat akan diulang penggunaannya, pada baris pertama dan ketiga pada bait sebelumnya. Jadi intinya, ciri yang paling utama dalam seloka terdapat dalam bait.

Contoh:

Jalan-jalan ke kota batik
Naik motor milik si Aan
Jikalau engkau berkendara dengan baik
Supaya selamat sampai tujuan

Naik motor milik si Aan
Siang-siang kena panas
Supaya selamat sampat tujuan
Taatilah lalu lintas
Siang-siang kena panas

Pakai payung tutup kepala
Taatilah lalu lintas
Agar berkah bagi semua

3. Pantun

Jenis puisi lama selanjutnya yang sangat dikenal luas dalam masyarakat adalah pantun. Pantun masih sering digunakan hingga saat ini, khususnya pada upacara-upacara adat (seperti pernikahan adat Betawi).

Ciri khas pantun yang sehingga membedakan dengan jenis puisi lama yang lainnya adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai sajak a – b – a – b,
  • Dalam setiap barisnya terdiri dari 8 sampai dengan 12 suku kata,
  • Terdapat 4 baris dalam setiap baitnya, dan
  • 2 baris pertama disebut sebagai sampiran serta 2 baris kedua disebut isi.
Berdasarkan isi yang terkadung di dalamnya, pantun dapat dibedakan menjadi 5 bentuk yang berbeda, antara lain:
  1. Pantun anak
  2. Pantun muda-mudi
  3. Pantun nasehat
  4. Pantun jenaka
  5. Pantun teka-teki

Contoh:

  • Pantun Nasihat

Pohon tinggi jatuh membayang
Jalan setapak dari Ketapang
Siapa yang rajin sembahyang
Sejuk di hati dadapun lapang

  • Pantun Agama

Jangan senang memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan senang melalaikan sembahyang
Jika mati masuk neraka

  • Pantun Pendidikan

Kain tenun dari sumbawa
Kain batik dari pekalongan
Kalau ingin jadi mahasiswa
Sekolah Dasar jangan diabaikan

4. Gurindam

Gurindam merupakan puisi jenis lama yang berasal dari budaya Tamil, India. Gurindam biasanya berisi tentang suatu nasehat dengan aturan memiliki 2 baris yang sajak a-a

Contoh:

Apabila mata terjaga
Hilanglah semua dahaga
Apabila kuping tertutup handuk.
Hilanglah semua kabar buruk.
Apabila mulut terkunci rapat.
Hilanglah semua bentuk maksiat.
Apabila tangan tidak terikat rapat.
Hilanglah semua akal sehat.
Apabila kaki tidak menapak.
Larilah semua orang serempak

5. Mantra

Mantra merupakan jenis puisi lama yang seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang berbau ghaib.

Mantra terkenal dengan rima dan irama yang begitu misterius, sifat ini muncul karena mantra mengguanakan bahasa kiasan (majas metafora) dan esoferik, maksudnya hanya bisa dimengerti oleh kalangan tertentu saja (biasanya hanya antara bicara dan lawan bicaranya).

Contoh:

  • Mantra untuk mengobati orang dari pengaruh makhluk halus
Sihir lontar pinang lontar
terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
aku sapa tidak berbunyi
  • Mantra berburu rusa
Sirih lontar pinang lontar
terletak diujung muara
Hantu buta jembalang buta
aku angkat jembalang rusa
  • Mantra pengobat sakit perut
Gelang-gelang si gali-gali
malukut kepala padi
Air susu keruh asalmu jadi
aku sapa tidak berbunyi

6. Talibun

Talibun memiliki sifat yang sama dengan pantun, yaitu memiliki sampiran dan isi. Yang membedakan talibun dengan pantun adalah jumlah baris dalam setiap baitnya.

Jumlah baris dalam talibun jauh lebih banyak dibandingkan dengan puisi, yakni antara 6 sampai 20 baris dan biasanya berjumlah genap.

Sama halnya dalam pantun, proporsi antara sampiran dan isi adalah sama rata. Artinya, separuh bagian pertama merupakan sampiran dan sisanya merupakan isi.

Misalnya, jika talibun berisi 6 baris maka 3 baris pertama adalah sampiran dan 3 baris selanjutnya adalah isi.

Adapun sajak dalam talibun adalah a – b – c – a – b – c (menyesuaikan dengan jumlah baris).

Contoh:

Di kala hujan turun di telaga
Menarilah semua  katak bersama-sama
Di dalam air yang mengalir di tempat
Jika hendak hidup sempurna
Perbanyaklah amal untuk sesama
Tinggalakan semua segala perbuatan maksiat

Berlayar menuju pulau di sana
Menerjang ombak di bulan purnama
Bersama nahkoda melempar jala
Agar memiliki gelar sarjana
Belajarlah dengan giat dan seksama
Jangan lupa selalu berdoa

Mencari udang hingga ke dalam celana
Udang hilang tak tahu rimbanya
Meninggalkan bekas luka tak seberapa
Tiada hari tanpa merana
Memikirkan adik yang tak jelas hidupnya
Membuat abang tak lagi menyapa

7. Karmina

Karmina atau dikenal pula sebagai pantun kilat merupakan puisi lama yang mirip dengan pantun tetapi isinya lebih pedek.

Karmina biasanya digunakan untuk menyindir seseorang.

Biasanya karmina hanya memiliki dua baris ditiap baitnya, terdiri atas 8 sampai 12 suku kata ditiap baris, baris pertama sampiran dan baris kedua adalah isi serta bersajak a-a.

Contoh:

Ikan salem beli di pasar
Pipi tembem buatku gusar
Pergi ke laut asin airnya
Nyali menciut sebab dia menyapa

Dahulu beras sekarang ketupat
Orang pemerat tersiksa si akhirat
Buah durian tajam berduri
Baca Al-Quran tenangkan hati

Demikian pembahasan mengenai jenis puisi lama, semoga kalian dapat memepelajari dan menjadikan sebagai bahan referensi. Oh ya disini juga ada pembahasan mengenai jenis-jenis konjungsi yang bisa kalian pelajari.

Sekian dan terimakasih.

Habib Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Habib
4 min read

Pengertian Latar

Habib
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Habib
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *