BerandaEdukasiJenis Puisi Lama

Jenis Puisi Lama

Puisi itu banyak sekali macamnya, sebelumnya kita sudah membahas tentang jenis puisi baru, Nah, kali ini kita akan membahas mengenai jenis puisi lama.

Sebelum itu, kamu udah tahu belum sih, apa itu puisi lama? Kalo belum tahu, langsung yuk simak penjelasannya pada artikel dibawah ini.

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama atau disebut juga puisi konvesional adalah jenis puisi yang masih terikat dengan aturan-aturan tertentu. Aturan dalam puisi lama erat kaitannya pada:

  • Jumlah kata 1 baris.
  • Jumlah baris dalam 1 bait, dapat 2, 4 ataupun lebih.
  • Banyaknya suku kata.
  • Rima dan irama.

Jenis Puisi Lama

Hingga saat ini terdapat beberapa jenis puisi lama populer yang tersebar di kalangan masyarakat, antara lain sebagai berikut:

1. Syair

Syair merupakan karya sastra yang berasal dari budaya Arab. Ciri khas dari syair terdiri dari 4 baris  dengan sajak a-a-a-a, syair hanya mempunyai isi tidak mempunyai sampiran. Syair biasanya berisi tentang sebuah cerita dengan nasihat di dalamnya.

Contoh:

Syair Pendidikan

Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas
Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras

Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu
Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu

Jika kamu memiliki mimpi
Datanglah untuk belajar di sini
Bisa jadi bekal untuk diri
Pasti akan berguna di masa nanti

Ilmu akan membuatmu terjaga
Dari suramnya waktu serta masa
Cemerlang nantinya akan senantiasa
Menyinarimu saat masa dewasa

Dunia sekarang begitu maju
Jadikan ilmu sebagai pegangan
Sebagai benteng agar tidak tertipu
Sehingga hidup penuh kebahagiaan

Tuntut ilmu tanpa rasa jemu
Tak perlu khawatir kan rugi waktu
Pelajaran akan bermanfaat buatmu
Tuntun hidup jadi bahagia selalu

2. Seloka

Seloka atau disebut juga pantun berkait merupakan jenis puisi yang berasal dari kebudayaan Melayu.

Dinamakan pantun berkait dikarenakan seloka terdiri lebih dari satu bait dan setiap bait memiliki keterkaitan satu sama lain.

Seloka biasanya berisi tentang ejekan, sindiran atau senda gurau yang dinyatakan sebagai perumpamaan.

Contoh:

Jalan-jalan ke kota batik
Naik motor milik si Aan
Jikalau engkau berkendara dengan baik
Supaya selamat sampai tujuan

Naik motor milik si Aan
Siang-siang kena panas
Supaya selamat sampat tujuan
Taatilah lalu lintas

Siang-siang kena panas
Pakai payung tutup kepala
Taatilah lalu lintas
Agar berkah bagi semua

Dosenbahasa.com

3. Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama populer yang dikenal oleh masyarakat luas. Awal kata pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu; patuntun yang berarti penuntun.

Sampai sekarang pantun masih sering digunakan, baik dalam upacara adat ataupun komunikasi, seperti pada acara pernikahan adat Betawi.

Pantun mempunyai  beberapa ciri, antara lain:

  • Mempunyai sajak a-b-a- b.
  • Dalam setiap barisnya terdiri dari 8 sampai dengan 12 suku kata.
  • Terdapat 4 baris dalam setiap baitnya.
  • Baris pertama dan kedua berisi sampiran.
  • Baris ketiga dan keempat berisi isi dari puisi.

Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas; pantun anak, pantun muda/i, pantun, nasihat, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.

Contoh:

Pantun Nasihat

Pohon tinggi jatuh membayang
Jalan setapak dari Ketapang
Siapa yang rajin sembahyang
Sejuk di hati dadapun lapang

Pantun Agama

Jangan senang memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan senang melalaikan sembahyang
Jika mati masuk neraka

Pantun Pendidikan

Kain tenun dari sumbawa
Kain batik dari pekalongan
Kalau ingin jadi mahasiswa
Sekolah Dasar jangan diabaikan

4. Gurindam

Gurindam merupakan puisi lama yang berisi tentang suatu nasehat dengan aturan memiliki 2 baris dan bersajak a-a. Jenis puisi lama ini berasal dari Tamil (India).

Contoh:

Apabila mata terjaga,
Hilanglah semua dahaga.

Apabila kuping tertutup,
Hilanglah semua kabar buruk.

Apabila mulut terkunci rapat,
Hilanglah semua bentuk maksiat.

Baca juga: Jenis Majas

5. Mantra

Mantra merupakan jenis puisi lama yang seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis.

Mantra terkenal dengan rima dan irama yang begitu misterius, sifat ini muncul karena mantra menggunakan majas metafora dan bersifat esoferik. Esoferik merupakan bahasa khusus yang dipakai antara pembicara dan lawan bicara.

Contoh:

Mantra untuk Mengobati Orang dari Pengaruh Makhluk Halus

Sihir lontar pinang lontar
Terletak di ujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi

Mantra Pengobat Sakit Perut

Gelang-gelang si gali-gali
Malukut kepala padi
Air susu keruh asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi

Mantra Berburu Rusa

Sirih lontar pinang lontar
Terletak di ujung muara
Hantu buta jembalang buta
Aku angkat jembalang rusa

6. Talibun

Hampir mirip dengan pantun, talibun merupakan jenis puisi lama yang mempunyai sampiran dan isi. Hanya saja, talibun memiliki baris yang lebih panjang.

Jumlah baris dalam talibun jauh lebih banyak dibandingkan dengan puisi, yakni antara 6 sampai 20 baris dan biasanya berjumlah genap.

Sama halnya dalam pantun, proporsi antara sampiran dan isi adalah sama rata. Maksudnya, separuh bagian pertama merupakan sampiran dan sisanya merupakan isi.

Misalnya; jika talibun berisi 6 baris maka 3 baris pertama adalah sampiran dan 3 baris selanjutnya adalah isi.

Adapun sajak dalam talibun adalah a – b – c – a – b – c (menyesuaikan dengan jumlah baris).

Contoh:

Talibun 6 Baris

Di kala hujan turun di telaga
Menarilah semua  katak bersama-sama
Di dalam air yang mengalir di tempat
Jika hendak hidup sempurna
Perbanyaklah amal untuk sesama
Tinggalakan semua segala perbuatan maksiat

Talibun 8 Baris

Duduk berpangku menatap purnama
Anak tertawa sambil berlari
Aku pun telah hilang kuasa
Menangkap pesan yang tersirat
Anak cucu hormatilah mama
Agar hilang semua duri
Jangan sampai berbuat dosa
Dan selamat kelak di akhirat

7. Karmina

Karmina atau dikenal pula sebagai pantun kilat merupakan jenis puisi lama yang mirip dengan pantun tetapi isinya lebih pedek.

Jenis puisi ini identik dengan pola sajak lurus a-a. Pantun kilat biasanya digunakan untuk menyindir seseorang ataupun ungkapan secara langsung.

Contoh:

Ikan salem beli di pasar,
Pipi tembem buatku gusar.

Buah durian tajam berduri,
Baca Al-Quran tenangkan hati.

Dahulu parang sekarang besi,
Dahulu sayang sekarang benci.

Tinggalkan komentar