Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

√ Jenis Variabel Penelitian Beserta Contohnya

5 min read

Jenis penelitian variabel

Jenis Variabel – Para peneliti atau mahasiswa yang sedang melakukan sebuah penelitian, pastilah akan menjumpai dengan yang namanya variabel penelitian.

Variabel penelitian ialah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh seorang peneliti dengan tujuan mempelajari mengenai hal yang dihadapi sehingga mendapatkan informasi dan kemudian ditarik kesimpulan.

Nah, sebelum melakukan penelitian alangkah baiknya kamu mengerti dulu, jenis penelitian apa yang ingin kamu aplikasikan.

Selain itu kriteria atau syarat suatu variabel yang baik dalam pengembangannya harus dipahami dan dimengerti sehingga menjadi dasar identifikasi dan pengembangan variabel-variabel penelitian.

Variabel ini terbagi kedalam beberapa jenis. Untuk lebih lengkapnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Variabel Penelitian

Jenis variabel

Variabel sendiri mempunyai arti yang bermacam-macam, berbeda-beda baik itu dari segi tentang harga, mutu dan masih banyak lagi.

Sebagian ahli mendefinisikan bahwa variabel penelitian adalah kondisi yang telah dimanipulasi , dikontrol, bahkan di observasi oleh seorang peneliti dalam sebuah penelitiannya.

Variabel penelitian ini sangat ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya. Oleh karena itu, jika suatu landasan teori dalam sebuah penelitian berbeda, maka  akan berbeda pula hasil variabelnya.

Selanjutnya variabel yang hendak digunakan alangkah baiknya perlu penetapan, klasifikasi dan identifikasi.

Mengapa?

Karena luas dan sempitnya variabel penelitian juga dapat menentukan jumlah variabel yang akan digunakan.

Pendapat Para Ahli

Selain pengertin variabel diatas, para ahli dan pakar juga tidak ketingggalan dalam menyerukan suaranya  dalam mendefinisikan apa itu variabel.

Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini mengenai pengertian variabel menurut para ahli.

1. Hatch dan Farhandy (1981)

Variabel diartikan sebagai atribut atau objek yang mempunyai variasi antara objek dengan objek lainnya.

2. Kidder (1981)

Menurutnya, variabel merupakan suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik sebuah kesimpulan dari proses penelitian tersebut.

3. Sudigdo Sastroasmoro

Menurut pendapatnya variabel adalah karakteristik subjek penelitian yang berubah dari satu subjek ke subjek lainnya.

4. Kerlinger (1973)

Variabel merupakan konstruk atau sifat yang dipelajari. Contohnya pendidikan, penghasilan, jenis kelamin, produktifitas kerja, tingkat apresiasi dan masih banyak lagi.

Variabel juga bisa dikatakan sebagai suatu sifat yang harus diambil dari suatu nilai yang berbeda.

Dengan demikian, variabel itu adalah sesuatu yang sifatnya bervariasi.

5. Dr. Soekidjo Notoatmojo (2002)

Variabel Menurut pendapat Dr. Soekidjo yaitu:

  • Variabel merupakan sesuatu yang dipakai sebagai ciri, sifat, maupun sifat yang didapatkan dari sebuah penelitian tentang konsep pengertian tertentu. Contohnya pendidikan, umur, gen, pengetahuan, pekerjaan dan lain sebagainya.
  • Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh para anggota dalam suatu kelompok yang berbeda dengan apa-apa yang dimiliki oleh kelompok lain juga.

6. Bhisma Murti (1996)

Menurutnya, definisi variabel yaitu fenomena yang mempunyai variasi nilai dan variasi nilainya dapat diukur secara kualitatif maupun kuantitatif.

7. Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)

Menurut Dr. Watik, variabel adalah sebuah konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan konsep merupakan gambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu.

Jenis-jenis Variabel Penelitian

Jenis-jenis variabel penelitian

Terdapat 3 jenis variabel yang sering digunakan dalam sebuah penelitian. ketiga variabel tersebut adalah variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol.

Jenis Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel jenis ini mempunyai pengaruh atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada variabel lain. Sehingga bisa dikatakan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel ini diasumsikan akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel lain juga.

Contohnya, jika dalam sebuah penelitian dinyatakan akan berusaha mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi mahasiswa” maka variabel bebasnya adalah “motivasi belajar”. Disebut variabel bebas karena variabel ini tidak bergantung pada variabel lain.

Sedangkan variabel “prestasi belajar”bergantung dan dipengaruhi oleh variabel “motivasi belajar”.

Variabel bebas atau independent ini juga biasa disebut sebagai variabel stimulus, pengaruh dab prediktor.

Di dalam pemodalan persamaan struktural, variabel bebas disebut sebagai variabel eksogen.

Jenis Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat atau dependent adalah variabel yang keberadaannya menjadi suatu akibat dikarenakan adanya variabel bebas.

Disebut variabel terkait karena kondisi atau variasinya terkait dan dipengaruhi oleh variasi variabel lain.

Selain itu ada juga sebutan lain yaitu variabel tergantung, karena variasinya tergantung pada variasi variabel lain. Kemudian ada juga yang menyebut variabel output, kriteria, respon, dan indogen.

Contoh variabel dependent, apabila seorang peneliti hendak mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa” maka yang menjadi variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”.

Variabel ini dinamakan sebagai variabel terikat karena tinggi dan rendahnya prestasi siswa itu tergantung pada variabel motivasi belajarnya.

Jenis Variabel Kontrol (Control Variable)

Jenis variabel ini merupakan variabel yang dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya sehingga tidak berpengaruh pada gejala yang sedang diteliti, dengan kata lain yaitu dampak dari variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

Dalam beberapa penelitian variabel ini tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi lebih ke penelitian yang sifatnya eksperimental.

Hal ini  dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas permasalahan yang sedang diteliti.

Selain digunakan untuk penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering dipakai peneliti apabila hendak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan.

Contohnya, pengaruh metode belajar terhadap prestasi belajar siswa. Variabel bebas dalam variabel ini adalah “metode mengajar”, sedangkan variabel terikatnya adalah “pretasi belajar sisiwa”.

Variabel yang ditetapkan sama yaitu mata pelajaran yang sama misal, pelajaran kimia.

Dengan adanya penetapan variabel kontrol tersebut maka dampak besarnya, pengaruh mengajar terhadap prestasi belajar sisiwa bisa diketahui lebih pasti.

Sifat Variabel

Menurut sifatnya, variabel ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

Jenis Variabel Dinamis

Variabel dinamis adalah variabel yang bisa diubah baik itu keberadaannya maupun karakteristiknya.

Variabel jenis ini memungkinkan untuk dilkukan manipulasi atau perubahan sesuai dengan tujuan yang diinginkan peneliiti.

Jenis Variabel Statis

Variabel statis merupakan variabel yang mempunyai sifat yang tetap dan tidak bisa diubah, baik itu keberadaannya ataupun karakteristiknya, misalnya seperti jenis kelamin, jenis status sosial ekonomi, jenis pekerjaan, tempat tinggal dan lain-lain.

Urgensi Faktual

Berdasarkan penting atau tidaknya seorang peneliti dalam mengumpulkan data, maka dapat dibedakan menjadi 2 yaitu variabel konseptual dan variabel faktual. Berikut penjelasannya:

Variabel Konseptual

Dinamakan variabel konseptual, karena variabel ini tidak terlihat secara fakta dan tersembunyi dalam suatu konsep. Variabel konsep hanya bisa diketahui berdasarkan indikator yang tampak.

Contohnya, motivasi belajar, minat, konsep diri, bakat, kinerja dll.

Karena tersembunyi di dalam konsep, maka keakuratan data yang terdapat pada variabel konsep tergantung keakuratan indikator dari beberapa konsep yang sudah dikembangkan oleh peneliti.

Variabel Faktual

Berbeda dengan yang di atas, variabel ini merupakan variabel yang ada di dalam faktanya.

Contoh yang dapat kamu lihat dalam variabel ini adalah, gen, usia, asal daerah/sekolah, agama, pendidikan dll.

Karena sifatnya yang faktual, maka apabila terjadi kesalahan dalam pengumpulan data itu bukanlah kesalahan instrumen akan tetapi respondennya, misal si responden tidak jujur atau terdapat sifat-sifat buruk pada responden itu sendiri.

Skala Variabel

Terdapat 4 tingkatan skala dalam variabel yaitu, variabel nominal, variabel ordinal, variabel interval, variabel rasio.

Variabel Nominal

Variabel nominal adalah variabel yang dikelompokkan terpisah secara kategori dan diskrit.

Variabel ini juga sering disebut dengan variabel diskrit. Jika dilihat dari namanya nominal atau nomi,  bermakna bahwa tanda atau label hanya digunakan untuk membedakan antar variabel.

Contohnya yaitu, gender, agama, wilayah dll. Variabel jenis ini juga merupakan variabel yang memiliki variasi paling sedikit.

Variabel Ordinal

Variabel ordinal adalah variabel yang memiliki variasi perbedaaan, urutan dan tingkatan. Variabel jenis ini tidak memiliki kesamaan jarak perbedaan dan tidak bisa dibandingkan.

Pada urutan ini terlihat adanya gradasi atau sebuah tingkatan, namun itu semua tidak bisa diketahui secara pasti.

Salah satu contohnya adalah peringkat dalam kejuaraan, dimana selisih yang menggambarkan jarak pencapaian skor/prestasi juara 1,2,3 dan seterusnya tidak di permasalahkan.

Variabel Interval

Variabel jenis ini dapat dibedakan, bertingkat dan memiliki jarak yang sama dari satuan hasil pengukuran, akan tetapi kesamaan tersebut sifatnya tidak bisa dibandingkan dan tidak mutlak.

Contohnya, penerimaan raport dari hasil belajar rata-rata memiliki nilai 4,5,6,7,8,9,10 dan seterusnya.

Skala penilaian dari angka 1-10 memiliki satuan 1 per unit, jarak angka 4 ke 5 sama saja dengan jarak 5 ke 6 dan seterusnya.

Namun angka tersebut tidak memiliki arti perbandingan, dalam artian bahwa angka 4 yang didapatkan oleh seorang siswa itu tidak berarti bahwa kepintaran siswa setengah lebih baik dari siswa yang mendapat angka 8.

Variabel Rasio

Berbeda lagi dengan variabel-variabel diatas, variabel rasio adalah variabel yang memiliki skor dan bisa dibedakan, diurutkan, adanya persamaan jarak perbedaan, dan dapat dibandingkan.

Contohnya tinggi badan, seseorang yang memiliki tinggi badan 50 cm adalah setengah dari orang tinggi badannya 100 cm.

Penampilan Waktu Pengukuran

Berdasarkan penampilan/performan ketika hendak diukur, variabel dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu variabel maksimalis dan variabel tipikalis.

Variabel Maksimalis

Variabel maksimalis merupkan variabel yang pada waktu pengumpulan datanya responden di dorong untuk menunjukkan penampilan maksimalnya.

Berdasarkan penampilan maksimalnya tersebut dapat diketahui keberadaan variabel tersebut pada responden.

Instrumen yag digunkaan untuk mengukur performan variabel maksimalis adalah tes.

Contohnya adalah kreativitas, prestasi dan bakat.

Variabel Tipikalis

Variabel tipikalis merupkan variabel yang pada saat pengumpulan datanya responden tidak didorong untuk menunjukkan penampilan maksimal tetapi lebih di dorong untuk melaporkan secara jujur keadaan dirinya dalam variabel yang diukur.

Contohnya minat, kepribadian, sikap terhadap pelajaran tertentu dll.

Penutup

Sekian ulasan mengenai jenis variabel, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk pembelajaran kalian.

Jangan sungkan untuk memberika kritikan dan saran di kolom komentar ya.

Terimakasih atas kunjungannya.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *