BerandaKulturRumah Adat Sunda

Rumah Adat Sunda

Berbicara tentang suku Sunda, tidak pas rasanya kalo kita tidak membahas tentang budayanya salah satunya yaitu nama rumah adat dari suku Sunda sendiri.

Karena seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa budaya Sunda merupakan budaya tertua di Nusantara. Jadi tidak ada salahnya buat kita mengenal lebih dalam mengenai suku Sunda ini.

Suku sunda sendiri kaya akan beragam budaya dan kesenian seperti kesenian wayang golek dan musik angklunya dan masih banyak yang lainnya.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengajak kalian semua untuk bernostalgia, mengingat dan mengenal mengenai rumah adat Sunda.

Oleh karena itu simak baik-baik ya!

Mengenal Rumah Adat Sunda

Jenis-jenis rumah adat Sunda

Rumah adat Sunda adalah rumah adat yang didiami oleh suku Sunda yang bermukin di Jawa Barat.

Rumah ini secara tradisional memiliki bentuk rumah panggung dengan tinggi sekitar 1/ 2-1 meter diatas permukaan tanah. Beberapa diantaranya ada yang mempunyai tinggi diatas 1,5 meter

Keunikan rumah adat Sunda dapat dilihat dari bentuk dasar atapnya yang menyerupai pelana yang terbuat dari dedaunan.

Tidak hanya disini rumah adat Sunda juga dilengkapi kolong rumah yang biasanya di gunakan untuk menyimpan peralatan tani/ menyimpan kayu bakar, ada juga yang mengggunakan kolong rumah ini sebagai kandang untuk hewan ternak.

Materi lainnya: Alat Musik Khas Sunda

Nama Rumah Adat Sunda

Selain memiliki nama yang bervariasi (tergantung bentuk atap), rumah adat Sunda juga tergantung jenis dan fungsi dan tradisi di daerah setempat.

Berikut ini adalah 9 jenis nama rumah adat tradisional Sunda yang harus kalian ketahui.

1. Rumah Adat Julang Ngapak

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah adat Sunda memang sebagian ada yang diambil dari filosofi binatang, salah satunya yaitu rumah adat Julang Ngapak yang mempunyai arti burung yang sedang mengepakkan sayapnya.

Hal dapat dilihat dari posisi atap rumah yang cenderung melebar ke sisi bagian kanan dan kiri layaknya seperti burung sedang terbang.

Bahan yang digunakan untuk membuat atap yakni alang-alang, ijuk dan daun rumbia. Semua bahan yang dikumpulkan tadi disatukan menjadi satu pada kerangka atap bambu.

Meskipun menggunakan bahan yang sederhana, tetapi rumah ini tetap aman dari bocor saat musim hujan, untuk penompangnya sendiri menggunakan bambu yang telah di sirih menjadi empat.

Pada bagian atap terdapat pelengkap yang berbentuk cagak gunting (capit hurang) yang berfungsi untuk antisipasi/ pencegahan jika ada air yang merembes masuk kedalam.

Rumah Julang Ngapak ini bisa ditemukan di kampung-kampung adat yang berada di daerah Tasikmalaya dan Kuningan seperti kampung Dukuh, dan kampung Naga.

2. Rumah Adat Badak Heuay

Rumah Adat Jawa Barat

Nama rumah adat Sunda memang selalu di sangkutpautkan dengan nama benda atau hewan di sekitarnya.

Hal ini tak beda jauh dengan nama rumah adat yang satu ini yaitu Badak Heuay yang jika diartikan ke bahasa Indonesia yaitu Badak Menguap.

Mengapa diberi nama Badak Heuay?

Karena rumah ini memiliki bentuk atap yang nampak seperti badak yang sedang menguap  dan bagian atapnya terbagi atas 2 atap besar dan kecil.

Pada awalnya rumah ini terbuat dari kayu sepenuhnya dan pada atap menggunakan genteng dari tanah liat. Jenis rumah adat ini biasanya digunakan untuk menerima tamu laki-laki dan rumah Badak Heuay ini bisa kalian temui di daerah Sukabumi.

3. Rumah Adat Jolopong

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Jolopong merupakan salah satu jenis rumah adat Sunda yang sampai sekarang cukup mudah untuk ditemukan khususnya dikawasan pedesaan.

Rumah adat ini mepunyai dua bagian atap. Kedua bagian ini dipisahkan oleh jalur suhunan ditengah bangunan rumah, batang suhunan sama panjangnya dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang sebelah menyebelah.

Sementara yang lainnya lebih pendek dan memotong tegak lurus dikedua ujung suhunan itu.

Rumah adat Jolopong mempunyai beberapa ruangan yang kegunaannya berbeda-beda. Misalnya pada ruang tepas yang difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu. Ada juga pada ruang padaringan yang digunakan untuk menyimpan beras.

Ciri khas dari rumah Jolopong, yaitu:

  • Atapnya berbentuk seperti pelana yang memanjang, dalam proses pembuatannya pun tidak memakai material ataupun pernak-pernik yang berlebihan karena rumah adat Jalopong tidak memiliki lekukan yang rumit.
  • Ruanganya terdiri dari emper (teras), tengah imah (ruang tengah), pankeh (kamar), dan pawon (dapur).

4. Rumah Adat Capit Gunting

Rumah Adat Jawa Barat

Sesuai dengan namanya, rumah adat Sunda yang satu ini memiliki atap yang mempunyai bentuk seperti Capit Gunting. Desain dari rumah tergolong cukup sederhana.

Ruangan dari rumah Capit Gunting terdiri dari ruang tengah, kamar tidur, dapur dan teras. Rumah adat ini secara keseluruhan berbentuk persegi memanjang ke belakang.

Di dalam rumah ini terdapat padaringan yang digunakan sebagai tempat menyimpan beras. Selain daripada itu, rumah ini juga memiliki ruangan yang dinamakan tepas, ruangan ini digunakan untuk menerima tamu.

Pada awalnya tepas dibiarkan kosong tanpa perabotan, kemudian jika ada tamu mereka akan menggelar tikar.

Jenis rumah ini bisa kalian jumpai di daerah Tasikmalaya dan Garut lebih tepatnya di Kampung Dukuh.

Ketahui juga: Pakaian Adat Sunda

5. Rumah Adat Tagog Anjing

Nama rumah tradisional Sunda

Selain rumah yang sudah jelaskan diatas yaitu rumah Badak Heuay rumah ini juga terinspirasi dari nama binatang, apalagi kalo bukan rumah adat Tagog Anjing, arti dari nama ini sendiri adalah Anjing Duduk.

Sekilas pasti kalian akan berpikir kalo ini sama dengan rumah panggung, akan tetapi kalo diperhatikan banyak perbedaan nya yang mencolok salah satunya yaitu, pondasi bangunannya tidak terlalu tinggi dan pada tanah terdapat kayu yang menjulang tinggi sebagai penopang rumah.

Pada bagian atapnya berbentuk segitiga yang menyatu dengan rumah. Bangunannya berbentuk persegi panjang yang memanjang ke bagian belakang, dibagian teras ada sorondoy (atap yang menyambung) yang mempunyai fungsi untuk melindungi dari sinar matahari langsung dan memberikan kesan sejuk.

Jenis rumah ini masih dapat kalian temui di Garut, Jawa Barat. Bahkan di Garut masih banyak hotel yang menggunakan bentuk atap seperti Tagog Anjing.

6. Rumah Adat Parahu Kamureb

Nama rumah adat suku Sunda

Secara harafiah, Perahu Kamureb artinya Perahu yang Terbalik. Pernyataan ini sesuai dengan bentuk atap dari rumah ini yaitu yang menyerupai perahu terbalik.

Rumah ini memiliki empat bagian utama. Dua bagian di depan dan belakang yaitu bentuknya trapesium sama kaki dan dua bagian sisi yang lainnya memiliki bentuk segitiga.

Satu sisi atap segitiga biasanya dijadikan sebagai bagian depan rumah. Struktur badan rumah pada bagian depan dibuat sedikit menjorok ke dalam guna untuk membuat teras.

Lalu biasanya masyarakat Sunda juga membuat Golodog.

Golodog (tangga), yaitu tempat untuk membersihkan kaki sebelum masuk kedalam rumah, dan biasanya jumlah tangga tidak lebih dari tiga.

Pada bagian atap terdapat dua batang kayu yang saling berhubungan satu sisi dengan sisi lainnya, sehingga kalo melihat dari depan seperti segitiga.

Kekurangan rumah adat Parahu Kamureb salah satunya yaitu ketika musim penghujan datang, rumah ini rawan bocor karena banyak nya sambungan di atapnya.

Bentuk rumah Parahu Kamureb ini masih bisa kalian jumpai di daerah Tasikmalaya, Garut selatan dan Ciamis.

7. Rumah Adat Buka Pongpok

Nama rumah tradisional Sunda

Dinamakan rumah Buka Pongpok karena rumah ini memiliki pintu masuk yang sejajar dengan salah satu ujung suhunan (atap).

Dari bentuknya rumah ini cukup mirip dengan gaya Buka Palayu yang didasarkan pada keinginan pemiliknya untuk posisi pintu yang menghadap ke jalan.

Jika dilihat dari arah depan rumah, seluruh batang suhunan atau atap rumah ini tidak kelihatan dan yang kelihatan hanya segitiga dari bentuk rumah ini sendiri.

Dalam pembuatannya, desain dari rumah Buka Pongpok ini adalah hasil dari gabungan jenis rumah adat Sunda yang lainnya.

8. Rumah Adat Jubleg Nangkub

Nama rumah adat suku Sunda

Dan di urutan terakhir ada rumah adat Sunda yang bernama Jubleg Nangkub. sekilas dari segi desain rumah ini hampir sama dengan rumah adat Parahu Kamureb.

Hanya saja, beda daerah maka beda juga untuk sebutannya, biasanya rumah ini lebih mudah di temui di wilayah Sunda misaalnya di Kabupaten Sumedang.

Secara harfiah rumah ini mempunyai makna yakni lesung (lalat menumbuk padi) yang menelungkup.

Rumah adat sendiri sudah menjadi simbol dari kepribadian warganya yang bersahaja, sopan dan ramah, selain itu rumah ini menjadi perlambang tanah yang indah, subur dan makmur.

Baca juga: Senjata Tradisional Jawa Barat

Ciri Khas Rumah Adat Sunda

Karakteristik rumah adat Sunda

Setiap rumah adat di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing tidak terkecuali dengan rumah adat Sunda. Baik itu pada bagian luar/ dalam bangunan tersebut.

Nah, disini kami akan menguraikan apa aja sih ciri khas dan keunikan dari rumah adat suku Sunda tersebut, saking uniknya sampe bisa menarik perhatian wisatawan asing loh. hehe

Oke langsung aja berikut ini adalah ciri khas rumah adat Jawa Barat, antara lain:

  • Pondasi

Umumnya bentuk dan bahan pondasi yang digunakan rumah adat Sunda tidak jauh berbeda dengan pondasi rumah adat yang ada di daerah lain yaitu menggunakan bahan yang berasal dari alam.

Perbedaanya hanya terletak pada bentuk pondasi yang terlihat lebih menarik dan unik.

Salah satu ciri khas dari rumah pondasi rumah adat Sunda ini yaitu dapat meminimalisir kerusakan saat gempa bumi terjadi.

  • Lantai

Perlu kalian ketahui, bahwa lantai pada rumah adat ini bukan terbuat keramik/ semen loh. Melainkan terbuat dari bambu yang sudah di potong-potong menjadi beberapa bagian.

Orang Sunda biasa menyebutnya sebagai Pelupuh/ Talupuh.

Menurut sebagian orang Sunda kelebihan dari pelupuh ini adalah dapat melindungi kelembaban di dalam rumah. Unik bukan?

  • Dinding

Bagian dinding rumah ini terbuat dari anyaman bambu yang memiliki lubang kecil. Dibuatnya lubang kecil tentu saja bukan tanpa tujuan.

Tujuannya yaitu untuk tempat keluar masuknya udara, agar rumah tidak terlalu panas. Bukan hanya bagian dinding yang memakai anyaman bambu.

Melainkan bagian daun jendela dan daun pintu juga terbuat dari anyaman bambu. Ya, meskipun terbuat dari bahan alam, kalian jangan sampai salah loh, rumah adat ini ternyata aman dan kuat dari guncangan gempa.

  • Plafon

Plafon dalam rumah adat ini biasanya menggunakan bambu yang masih utuh dengan ukuran dibuat lebih besar dibanding bagian bangunan lainnya.

Plafon bisanya digunakan masyarakat Sunda sebagai tempat penyimpanan barang yang punya rumah.

  • Posisi Bangunan

Biasanya orang Sunda mempunyai sesuatu unik dalam menentukan posisi bangunan yaitu dengan mengandalkan arah matahari terbit dan terbenam. Menurutnya ini merupakan arah yang bagus.

Selain itu, arah juga merupakan salah satu pengabdian kepada Tuhan. Hal ini dapat dilihat dari arah Kiblat sama halnya dengan arah matahari terbenam.

Oleh karena itu, setiap rumah adat yang berada di tanah Sunda tidak diperbolehkan menghadap kearah selain Barat dan Timur.

Yuk Diskusikan di Komentar