BerandaEdukasiPengertian Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka

Dalam sebuah karya ilmiah daftar pustaka menempati posisi penting, sebab melalui sebuah daftar pustaka pembaca dapat menilai kredibilitas sumber yang kita jadikan sebagai rujukan.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai daftar pustaka, terlebih dahulu saya akan membahas pengertian daftar pustaka, sebab hal ini merupakan pembahasan paling fundamental yang harus kalian ketahui.

Pengertian Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah salah satu bagian terpenting dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. Bagian ini biasanya digunakan sebagai sumber atau rujukan dalam melakukan penelitian.

Daftar pustaka biasanya berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit.

Daftar pustaka dapat ditemukan pada hasil laporan penelitian, seperti skripsi, makalah, tesis dan lain sebagainya. Peran daftar pustaka dalam penulisan karya ilmiah sangatlah penting, karena jika sebuah karya ilmiah tidak mempunyai daftar pustaka maka akan diragukan tentang kebenarannya.

Pengertian Daftar Pustaka Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian daftar pustaka, diantaranya sebagai berikut:

1. Gorys Keraf (1997:213)

Daftar pustaka/ bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang tengah digarap.

2. Carter dan Barter (2010)

Daftar pustaka digambarkan sebagai disiplin ilmu dua rangkap (a twofols scholarly discipline), yang meliputi daftar buku yang terorganisir (bibliografi enumeratif) dan deskripsi sistematis buku sebagai objek (bibliografi deskriptif).

3. Ninik M. Kuntaro (2007:195)

Daftar pustaka atau referensi adalah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangan ilmiah.

Fungsi Daftar Pustaka

Daftar pustaka mempunyai beberapa fungsi, diantaranya sebagai berikut:

  • Untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang ditulis bukan hanya di dapat dari pemiikiran sendiri, namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah dituangkan dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka.
  • Untuk memberikan informasi lebih lanjut, apabila pembaca ingin menelusuri teori tersebut dengan lebih lengkap.
  • Penulis akan dipandang lebih profesional ketikan mencantumkan daftar pustaka.
  • Sebagai tanda ucapan terima kasih kepada penulis buku yang tulisannya telah kita kutip.

Unsur Daftar Pustaka

Dalam membuat daftar pustaka ada unsur-unsur yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Nama pengarang yang dikutip secara lengkap.
  • Judul buku, termasuk dengan judul tambahan.
  • Data publikasi (penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, tebal ‘jumlah halaman’ buku tersebut.
  • Jika sumber rujukan dari sebuah artikel diperlukan juga judul artikel, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

Jenis Daftar Pustaka

Ada beberapa aturan baku dalam hal penulisan daftar pustaka. Hal ini termasuk jenis sumber studi pustaka hingga model penulisan yang digunakan.

Berikut akan diuraikan tata cara penulisan daftar pustaka berdasarkan sumber tinjauan:

1. Daftar Pustaka dari Buku

Buku merupakan sumber yang paling sering dipakai sebagai bahan referensi dalam studi pustaka.

Format penulisan daftar pustaka dari buku: Nama penulis. Tahun terbit, Judul buku. Kota terbit: Nama penerbit.

Contoh daftar pustaka dengan sumber satu orang penulis:

  • Maharani, Intan. 2000. Panduan Penulisan Biografi. Jakarta: Intermedia.
  • Syafani, Riska. 2001. Gaya Fashion Terkini. Makassar: Media Baru.
  • Putu, Reza. 2005. Pengaruh Teknologi Pada Bidang Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Makassar: Media Lama.

Contoh daftar pustaka dengan sumber buku dua atau tiga orang penulis:

  • Muhammad, Fiqri, dan Anzar R.W. 2009. Panduan Pidato Bahasa Inggris Terlengkap. Bandung: Putra Media.
  • Siregar, Johnson, dkk. 2012. Kumpulan Makalah Pelatihan Manajemen Ekspor. Jakarta: DJPEN PPEI.
  • Ramadhan, Sela, dan Agus Wijaya. 2007. Metode Pembelajaran dan Trik Menyelesaikan Soal Matematika Untuk Pemula. Jakarta: Intermedia.

Contoh daftar pustaka dengan sumber buku tanpa penulis:

  • Depdiknas.2010. Panduna Pengajaran Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.
  • Tim Mitra Guru. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
  • Anonim. 1999. Kancil Yang Cerdik. Surabaya: Intermedia.

Contoh daftar pustaka dengan sumber buku terjemah:

  • Waskito, Suryo (Penterjemah). 2017. Alibaba : Kerajaan yang Dibangun oleh Jack Ma. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
  • Ningsih, Ayudiah (Penterjemah). 2010. Dasar-dasar Akuntasi Keuangan Menengah Edisi 2. Surabaya: Balai Pustaka.
  • Zakira, Alda (Penterjemah). 2010. Metode-metode Perencanaan Produksi dan Pemasasan. Bandung: Intermedia.

Contoh daftar pustaka dengan sumber buku ketika nama penulis sama namu judul buku berbeda:

  • __________. 2016. Method of Operational Management Part 2. London: Publishing House.
  • __________. 2009. Penerapan Manajemen Keuangan dan Pasar Modal. Aceh: Media Ekonomi.
  • Oviolin, Priska. 2005. Manajemen Keuangan dan Pasar Modal Edisi 1. Aceh: Media Ekonomi.

2. Daftar Pustaka dari Makalah

Penulisan daftar pustaka yang sumbernya berasal dari makalah biasanya selalu mencantumkan seminar yang tercatat dalam makalah tersebut. Namun, di beberapa kasus ada makalah yang tidak terkait dengan seminar.

Format penulisan daftar pustaka dari makalah: Nama penulis. Tahun terbit. Judul makalah. Makalah.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari makalah:

  • Hanum Januar. 2014. Partisipasi Perempuan Dalam Dunia Kerja. Makalah.
  • Rafika Anjelina. 2010. Globalisasi dan Perkembangan Teknologi di Era Modern. Makalah.
  • Ainul M. 2013. Perdagangan Ekspor dan Impor Antara Indonesia dan Malaysia. Makalah.
  • Rizka Ayu.2017. Efek Lahar Sisa Gunung Api Terhadap Pertanian. Makalah.

3. Daftar Pustaka dari Jurnal

Jurnal juga sering digunakan sebagai bahan rujukan dari sebuah karya tulis. Hal ini karena jurnal merupakan rujukan terbarukan dan aktual karena berkaitan dengan hasil penelitian.

Format penulisan daftar pustaka dari jurnal: Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel jurnal. Nama jurnal. Volume jurnal.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari jurnal:

  • Alya Maulia. 2010. Probabilitas Pasar Modal dan Perbankan di Lingkungan Pedesaan. Jurnal Statistik. 11(2): 18-20.
  • Alwi Putra. 2015. Penerapan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Akidah dan Akhlak. Jurnal Pendidikan Dasar Islam. 9(2): 15-7.
  • Dea Syita. 2010. Peristiwa Pemalsuan Laporan Keuangan Yang Terjadi di Indonesia. Jurnal Akuntansi. 11(2): 16-22.

4. Daftar Pustaka dari Skripsi/ Tesis/ Disertasi

Selain jurnal, skripsi/ tesis/ disertasi adalah sumber rujukan yang akurat karena merupakan hasil penelitian di suatu perguruan tinggi.

Format penulisan daftar pustaka dari skripsi/ tesis/ disertasi: Nama penulis. Tahun terbit. Judul Skripsi. Skripsi. Kota terbit: Nama universitas.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari skripsi/ tesis/ disertasi:

  • Sari, Indah. 2012. Kajian Sosialingustik Penggantian Nama Lengkap Masyarakat. Skripsi. Surabaya: Universitas Terbuka.
  • Dirfan. 2005. Analisis Pelanggan Terhadap Pelayanan Bank. Skripsi. Jakarta: Universitas Muhammadiyah.
  • Jelita, Ria. 2016. Jurnalistik di Perusahan Telekomunikasi. Skripsi. Semarang: Universitas Terbuka.
  • Sinaga, Dina. 2011. Penggunaan Detector Rumah. Skripsi. Bandung: Politeknik Negeri.

5. Daftar Pustaka dari Internet

Internet juga dapat menjadi salah satu sumber penulisan dari sebuah karya tulis yang dapat menunjang dan memperluas informasi yang diperoleh.

Format penulisan daftar pustaka dari internet: Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel. Alamat web. (Tanggal akses web)

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari internet:

  • Riko, Budi. 2016. Dampak Globalisasi di Indonesia. http://globalisasi.blogspot.com/2016/01/01-dampak-globalisasi-di-Indonesia.html. (1 Januari 2015).
  • Yusuf, Muhammad. 2018. Pendapat Negara di Asia Tenggara. https://ekonomiproject.blogspot.com/2018/02/02-negara-asia-tenggara.html. (2 Februari 2018).
  • Anis, Rahma. 2010. Budidaya dan Pemanfaatan Lidah Buaya di Pontinak dan Sekitarnya. http://aloevera.blogspot.com/2010/03/03-lidah-buaya-di-pontianak.html. (3 Maret 2010).

6. Daftar Pustaka dari Kamus atau Ensiklopedia

Kamus atau ensiklopedia merupakan gudang informasi yang berkaitan dengan topik tertentu. Hal ini pun membuat kamus atau ensiklopedia seringkali dijadikan sebagai sumber informasi dalam tinjauan pustaka.

Format penulisan daftar pustaka dari kamus atau ensiklopedia: Nama penulis. Tahun terbit. Nama ensiklopedia. Nama kamus halaman.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari kamus atau ensiklopedia:

  • Jelita. 2000. Ilmu Statistik. Ensiklopedia Matematika 200: 289-290
  • Anggun, Wita. 2001. Ilmu Geofisika. Ensiklopedia Alam 400: 500-510
  • Putra, Henri. 2000. Ilmu Geografi. Ensiklopedia Sejarah 200: 301-308

7. Daftar Pustaka dari Koran

Daftar pustaka yang bersumber dari koran tidak jauh berbeda dengan sistematika daftar pustaka pada umumnya.

Format penulisan daftar pustaka dari koran: Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel di dalam koran. Nama koran. Hlm (Tanggal terbit)

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari koran:

  • Iriawati, Rima. 2007. Demokrasi di Era Otonomi Daerah. Tribun. Hlm 50-55.
  • Sugandi. 2015. Runtuhnya Bangunan Bank Tanpa Menimbulkan Korban Jiwa. Tribun. Hlm 17-18.
  • Hadi, Ibnu. 2012. Maraknya Penggunaan Smartphone Menguntungkan Perusahaan Asing. Kompas. Hlm 15-18.

8. Daftar Pustaka dari Majalah

Penulisan daftar pustaka yang bersumber dari majalah tidak jauh berbeda dengan daftar pustaka yang bersumber dari koran.

Format penulisan daftar pustaka dari majalah: Nama penulis. Tahun terbit. Judul Majalah. Kota terbit: Judul artikel. Hlm (Tanggal terbit)

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari majalah:

  • Sartika, Dewi. 2010. Rajut Sendiri Syal Untuk Musim Dingin. Bogor: Majalah Femina (20 Oktober 2010)
  • Ilyas. 2006. Modifikasi Ban Mobil Dengan Harga Terjangkau. Malang: Berita Otomotif. Hlm 17
  • Sasmita. 2011. Mode Pakaian Yang Cocok Untuk Kuliah. Yogyakarta: Majalah Femina (14 Januari 2011)

9. Daftar Pustaka dari Wawancara

Terkadang dalam kumpulan sumber pustaka, kita membutuhkan sesi wawancara dengan seorang narasumber. Kegiatan wawancara bisa dilakukan secara langsung ataupun online melalui media tertentu.

Format penulisan daftar pustaka dari wawancara: Nama penulis. Tahun terbit. Judul wawancara. Media yang menyiarkan. Kota terbit. Durasi.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari wawancara:

  • Rahayu, Risa. 2017. Kenangan Kemerdekaan. TVRI. Jakarta. 60 mins.
  • Aulia, Indri. 2011. Peringatan Hari Pahlawan. TVRI. Pontianak. 30 mins.
  • Ayuni, Fera. 2010. Menyambut Hari Raya Idul Fitri. TVRI. Surabaya. 30 mins.

10. Daftar Pustaka dari Lembaga

Suatu lembaga tak menerbitkan sendiri buku untuk keperluan lembaga. Karena itu merupakan suatu lembaga, maka buku tersebut merupakan indikator yang tidak ada.

Format penulisan daftar pustaka dari lembaga: Nama lembaga. Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

Berikut contoh daftar pustaka yang bersumber dari lembaga:

  • Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Depag. 2007. Panduan Tata Cara Pelaksanaan Umroh dan Haji Edisi 2. Jakarta: Depag.
  • Depdiknas. 2010. Panduan Pengajaran Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.

Tinggalkan komentar