Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Hipotesis

5 min read

Hipotesis. Yap dalam kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai pengertian hipotesis.

Sedikit gambaran hipotesis adalah suatu suatu dugaan yang bersifat sementara, biasanya untuk memastikan kebenarannya akan dibuktikan dengan sebuah penelitian.

Maka dari itu untuk lebih mengetahui lebih lengkap, kami sarankan untuk membacanya sampai selesai.

Pengertian Hipotesis

Secara umum hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah yang sifatnya praduga dan harus dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian.

Secara etimologis, istilah “hipotesis” atau kerap disebut “hipotesa” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “hypo” yang berarti di bawah dan thesis yang berarti pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa hipotesis adalah suatu anggapan atau penjelasan yang diajukan dan dibuat atas dasar bukti yang terbatas sebagai titik awal untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam penelitian ada dua jenis hipotesis yang seringkali harus dibuat oleh peneliti, apa sajakah itu?

  • Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian merujuk pada menguji apakah hipotesis tersebut betul-betul terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak. Jika apa yang ada dalam hipotesis benar-benar terjadi, maka hipotesis penelitian terbukti.

  • Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik berarti menguji apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti atau tidak terbukti berdasarkan data sampel tersebut dapat diberlakukan pada populasi atau tidak.

Pengertian Referensi

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami mengenai definisi hipotesis, simak beberapa pendapat para ahli dibawah ini.

1. Zikmund

Hipotesis yaitu suatu dugaan sementara yang belum terbukti menjelaskan fakta atau fenomena serta kemungkinan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Prof. Dr. S. Nasution

Hipotesis adalah perkiraan mengenai apa yang kita amati dalam upaya untuk kita pahami.

3. Mundilarso

Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang kebenarannya masih lemah dan perlu untuk diuji lagi dengan teknik tertentu.

4. Erwan Agus Purwanto dan Diah Ratih Sulistyastuti

Hipotesis adalah suatu dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya perlu untuk diuji secara empiris.

5.Fred N. Kerlinger

Menurut Kerlinger, Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang berupa asumsi atau dugaan sementara yang berkaitan dengan hubungan antara dua variabel atau lebih.

6. Sugiyono

Menurut Sugiyono, Hipotesis disini gunakan membuat jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalahnya disusun dalam bentuk pertanyaan.

Hipotesis yaitu dugaan/pernyataan hubungan antara 2 variabel atau lebih.

7. C.R Kothari (2009)

Hipotesis adalah sebuah statement prediksi yang menghubungkan independent variable terhadap dependent variable. Biasanya research hypothesis berisi minimal satu independent variable dan satu dependent variable.

8. Piergiorgio Corbetta

Hipotesis adalah sebuah proporsi yang menunjukkan hubungan di antara dua atau lebih konsep atau interkoneksi di antara konsep.

9. William Zikmund

Hipotesis adalah suatu premis atau asumsi yang belum benar dan masih bersifat tentatif menggambarkan fakta ataupun fenomena serta jawaban yang memungkinkan atas pertanyaan-pertanyaan suatu riset penelitian.

10. Suharsimi Arikunto (1995:71)

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data-data yang terkumpul.

11. Donald Ary (1992:120)

Hipotesis ini merupakan suatu pernyataan sementara yang diajukan di dalam memecahkan suatu masalah, atau juga untuk dapat menerangkan suatu gejala .

12. Moh Nazir (1998:182)

Hipotesis ini merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya itu harus diuji dengan secara empiris.

Jenis-jenis Hipotesis

Pada dasarnya, terdapat tiga macam hipotesis didalam sebuah penelitian dan masing-masing dari jenis hipotesis ini dapat digunakan sesuai dengan bentuk dari variabel penilitian yang digunakan.

Langsung saja, berikut ini macam macam hipotesis penelitian.

Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif dapat didefinisikan sebagai dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan (komparasi) antara dua variabel penelitian.

Contoh Hipotesis Komparatif:

Seorang peneliti ingin mengetahui tingkat kepedulian sosial antara masyarakat Jawa dengan masyarakat Sunda. Apakah mereka mempunyai tingkat kepedulian sosial yang sama atau berbeda.

Didalam penelitian ini seorang peneliti menggunakan variabel yang bersifat jamak.

Pada variabel yang pertama digunakan untuk menjelaskan tingkat kepedulian sosial dari masyarakat Jawa, dan yang kedua adalah tingkat kepedulian sosial dari masyarakat Sunda.

Oleh sebab itu, didalam permasalahan ini Hipotesis yang digunakan adalah Hipotesis Komparatif, sebab didalamnya berisi tentang perbandingan antara dua variabel.

Maka terdapat dua pilihan yang bisa dibuat oleh seorang peneliti yang sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yaitu sebagai berikut :

  • H0 : Masyarakat Jawa mempunyai tingkat kepedulian sosial yang sama dengan masyarakat Sunda. Atau
  • H1 : Masyarakat Jawa mempunyai tingkat kepedulian sosial yang berbeda dengan masyarakat Sunda.

Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskripsif dapat didefinisikan sebagai dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal/mandiri.

Contoh Hipotesis Deskriptif:

Terdapat seorang peneliti yang ingin mengetahui bahwa, apakah Tahu yang dibuat di pabrik Tahu BCD mengandung bahan pengawet atau tidak.

Maka seorang peneliti dapat menyusun rumusan masalah seperti berikut ini : Apakah Tahu di pabrik Tahu BCD Bandung mengandung pengawet?

Nah, didalam penelitian tersebut variabel yang digunakan adalah jenis variabel tunggal, yaitu Tahu di pabrik Tahu BCD. Oleh sebab itu hipotesis yang digunakan didalam penelitian ini adalah Hipotesis Deskriptif.

Terdapat dua pilihan yang bisa dibuat oleh seorang peneliti yang sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yaitu sebagai berikut :

  • H0 : Tahu yang dibuat di pabrik Tahu BCD Bandung mengandung pengawet. Atau
  • H1 : Tahu yang dibuat di pabrik Tahu BCD Bandung tidak mengandung pengawet.

Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif dapat didefinisikan sebagai dugaan/jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan (asosiasi) antara dua variabel penelitian.

Contoh Hipotesis Asosiatif:

Seorang peneliti akan melakukan penelitiannya terhadap sinetron yang berjudul “Anak Langit” yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi swasta, apakah akan mempengaruhi gaya dari remaja laki-laki dan wanita didalam mengendarai motor.

Maka seorang peneliti tersebut dapat membuat rumusan masalah seperti berikut ini : Apakah sinetron yang berjudul “Anak Langit” mempengaruhi gaya remaja laki-laki dan wanita dalam mengendarai motor?

Didalam permasalahan ini variabel yang digunakan oleh seorang peneliti adalah variabel jamak.

Pada variabel yang pertama digunakan untuk menjelaskan sinetron yang berjudul “Anak Langit”, yang kedua adalah gaya remaja laki-laki dan wanita dalam mengendarai motor.

Oleh sebab itu, didalam permasalahan ini hipotesis yang digunakan adalah Hipotesis Asosiatif, sebab didalamnya mempertnyakan hubungan antara dua variabel diatas.

Maka terdapat dua pilihan yang bisa dibuat oleh seorang peneliti yang sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yaitu sebagai berikut :

  • H0 : Sinetron yang berjudul “Anak Langit” akan memengaruhi gaya remaja laki-laki dan wanita dalam mengendarai motor. Atau
  • H1 : Sinetron yang berjudul “Anak Langit” tidak akan memengaruhi gaya remaja laki-laki dan wanita dalam mengendarai motor.

Ciri-ciri Hipotesis

Untuk mendapatkan suatu hipotesis yang baik, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan, menurut Moh. Nazir, setidaknya ada 6 ciri-ciri hipotesis yang baik, antara lain:

  1. Hipotesis harus menyatakan hubungan.
  2. Hipotesis harus sesuai dengan fakta.
  3. Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan.
  4. Hipotesis harus dapat diuji.
  5. Hipotesis harus sederhana.
  6. Hipotesis harus bisa menerangkan fakta.

Fungsi Hipotesis

1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution

  • Membantu proses pengujian kebenaran suatu teori.
  • Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori.
  • Memperluas pengetahuan tentang suatu gejala yang sedang diteliti.

2. Menurut Ary Donald

  • Menjelaskan tentang gejala-gejala, serta mempermudah perluasan pengetahuan pada suatu bidang tertentu.
  • Mengemukakan pernyataan mengenai hubungan dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam penelitian.
  • Membantu mengarahkan proses penelitian.
  • Membantu membuat kerangka penyusunan kesimpulan penelitian.

Manfaat Hipotesis

Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
  • Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
  • Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
  • Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:

  • Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
  • Imajinasi dan pemikiran kreatif dari peneliti.
  • Kerangka analisa yang digunakan oleh peneliti.
  • Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

Perumusan Hipotesis

Untuk dapat menghasilkan sebuah hipotesis, tentunya kita harus mengikuti langkah-langkah tertentu.

Dengan langkah-langkah yang baik dan benar, sebuah hipotesis yang baik dapat mempermudah jalannya proses sebuah penelitian.

Biasanya dalam sebuah penelitian awal terbentuknya hipotesis diawali dengan terkaan atau conjecture peneliti.

Walaupun hipotesis bermula dari terkaan, tetapi sebuah hipotesis tetap harus dibuat atas dasar paca sebuah acuan perumusan hipotesis dalam penelitian yaitu teori dan fakta ilmiah.

Fakta Ilmiah Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Dalam merumuskan hipotesis dapat pula menggunakan acuan fakta. Secara umum, fakta dapat didefinisikan sebagai kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera.

Fakta Ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis dapat diperoleh dengan berbagai cara, misalnya:

  • Fakta yang diperoleh dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning (penalaran abstrak).
  • Memperoleh dari sumber aslinya
  • Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan dan menafsirkannya dari sumber yang asli.

Selain teori dan fakta ilmiah, hipotesis dapat pula dirumuskan berdasarkan beberapa sumber lain, yakni:

  • Ilmu yang menghasilkan teori yang relevan
  • Analogi
  • Kebudayaan dimana ilmu atau teori yang relevan dibentuk
  • Reaksi individu terhadap sesuatu dan pengalaman

Teori Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Untuk memudahkan proses pembentukan hipotesis, seorang peneliti biasanya menurunkan sebuah teori menjadi sejumlah asumsi dan prostulat.

Asumsi-asumsi tersebut dapat didefinisikan sebagai anggapan atau dugaan yang mendasari hipotesis.

Berbeda dengan asumsi, hipotesis yang telah diuji dengan menggunakan data melalui proses penelitian adalah dasar untuk memperoleh kesimpulan.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian hipotesis, semoga bisa dipahami dan dapat dipelajari. Mungkin saja kalian juga mencari artikel mengenai jenis karya ilmiah dan pengertian daftar pustaka untuk itu kalian bisa membacanya disini.

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *