BerandaEdukasiPengertian Kalimat

Pengertian Kalimat

Apa saja yang sudah kamu ketahui tentang pengertian kalimat? Selain pengertian dari kalimat, sudahkah kamu mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam sebuah kalimat dan berbagai jenisnya dalam bahasa Indonesia?

Nah, buat kalian nih yang ingin tahu lebih lengkap tentang kalimat. Langsung aja simak ulasannya berikut ini!

Pengertian Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa berupa rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap.

Secara umum, kalimat didefinisikan sebagai satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.

Kalimat dalam bentuk lisan diucapkan dengan suara yang naik turun, keras lembut, disela jeda dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam bentuk tulisan kalimat dimulai dengan sebuah huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!).

Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pengertian kalimat yang diungkapkan oleh para ahli, diantaranya sebagai berikut:

1.  Kridalaksana (2001: 92)

Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

2. Alwi, dkk (2000: 311)

Kalimat dalam bentuk lisan diucapkan dengan suara naik turun, keras lembut, disela  jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan, baik asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya.

3. Dardjowidojo (1988: 254)

Kalimat adalah bagian dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

4. Keraf (1984: 156)

Kalimat menjadi satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap.

5. Slametmuljana (1969)

Kalimat adalah keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun berdasarkan sitem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.

Unsur Kalimat

Terdapat beberapa unsur yang membangun sebuah kalimat, antara lain sebagai berikut:

1. Subjek

Subjek adalah bagian kalimat yang yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Subjek dapat berbentuk kata benda, frasa kata benda ataupun kata kerja. Contoh:

  • Dini sedang pergi ke pasar. (kata benda)
  • Pacar Dini sangat tampan. (frasa kata benda)
  • Membaca adalah hobi terbaik Dini. (kata kerja)

2. Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis terkait sebuah subjek. Predikat dapat berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral, kata benda, frasa kata benda, frasa preposisi, kata sifat, frasa kata sifat. Contoh:

  • Ridho makan. (kata kerja)
  • Ridho sedang makan. (frasa kata kerja)
  • Dini membeli tiga buah buku. (frasa numeral)
  • Jack pengusaha. (kata benda)
  • Jack seorang pengusaha properti. (frasa kata benda)
  • Dini ke sekolah. (frasa preposisi)
  • Ridho pintar. (kata sifat)
  • Ridho sangat pintar. (frasa kata sifat)

3. Objek

Objek adalah bagian kalimat yang melengkapi sebuah kata kerja. Objek dapat berbentuk kata benda ataupun frasa kata benda. Letak objek biasanya terdapat setelah predikat dengan kategori verbal (kalimat aktif transitif) yang minimal memiliki tiga unsur utama (SPO). Contoh:

  • Ridho mencintai Dini. (kata benda)
  • Dini membeli sebuah boneka. (frasa kata benda)

4. Pelengkap

Pelengkap atau komplemen seringkali disamakan dengan objek, padahal keduanya berbeda. Perbedaanya terletak dalam kalimat pasif. Dalam kalimat pasif, pelengkap tidak dapat menjadi subjek. Pelengkap dapat terletak di belakang predikat atau di belakang objek (jika ada unsur objek setelah predikat). Contoh:

  • Ridho bertubuh kekar.
  • Ridho bercucuran keringat.
  • Ridho merupakan warga negara Indonesia.

5. Keterangan

Keterangan adalah bagian kalimat yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek atau keterangan. Contoh:

  • Ridho tinggal di Bandung.
  • Setiap hari Minggu Doni pergi ke rumah nenek.

Jenis-jenis Kalimat

Berikut ini adalah jenis-jenis kalimat yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok:

Jenis Kalimat Berdasarkan Bentuk

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa dan telah memenuhi syarat sebagai kalimat utuh. Kalimat tunggal memuat satu objek, satu predikat, dan satu objek atau keterangan. Contoh:

  • Orang itu guru kami. (S-P)
  • Permisi. (P)
  • Dini sedang membuat surat lamaran. (S-P-O)

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal. Kalimat majemuk dibagi menjadi dua, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk setara bertingkat.

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas dua kalimat tunggal yang kedudukannya setara. Jenis kalimat ini ditandai dengan bentuk konjungsi dan, tetapi, serta, atau, dan sedangkan. Contoh:

  • Ibu memasak dan kaka menjaga adik.
  • Adik bekerja di Bandung, sedangkan kaka bekerja di Bekasi.

Kalimat Majemuk Setara Bertingkat

Kalimat majemuk setara bertingkat adalah kalimat yang terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Dalam hal ini, induk kalimat merupakan inti gagasan, sedangkan anak kalimat ialah gagasan yang terikat dengan induk kalimat. Contoh:

  • Budi rela bekerja lembur, supaya dia mendapat uang tambahan.
    Budi rela bekerja lembur – (induk kalimat)
    supaya dia mendapat uang tambahan – (anak kalimat)
  • Ayah tetap berangkat meskipun hari telah gelap.
    Ayah tetap berangkat – (induk kalimat)
    meskipun – (konjungsi)
    hari telah gelap – (anak kalimat)

Jenis Kalimat Berdasarkan Isi

1. Kalimat Berita (Kalimat Deklaratif)

Kalimat berita adalah kalimat yang berfungsi untuk menyampaikan suatu informasi kepada pembaca atau pendengar. Contoh:

  • Andre sedang mengejar pencuri motor.
  • Mila tidak masuk sekolah dikarenakan sakit.

2. Kalimat Tanya (Kalimat Interogatif)

Kalimat tanya adalah kalimat yang memiliki fungsi untuk menggali suatu informasi atau jawaban dari responden. Contoh:

  • Bagaimana kabarmu hari ini?
  • Jadi, kapan kamu akan melangsungkan pernikahan?

3. Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif)

Kalimat perintah adalah kalimat yang berfungsi memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Contoh:

  • Cuci bajumu sekarang!
  • Ambilkan uangku di dompet!

4. Kalimat Seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan yang ada di dalam diri seseorang, baik itu berupa kekaguman, kemarahan, kekecewaan, dan lain sebagainya. Contoh:

  • Wah, indahnya pemandangan diatas bukit ini!
  • Hore, kita menang!

Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapan

1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang disampaikan secara langsung tanpa adanya perantara. Dalam ragam tulis, kalimat langsung ditandai dengan tanda baca petik (“…”) yang berfungsi untuk membedakan dengan kalimat penjelas. Contoh:

  • “Janga bergerak!”  gertak polisi kepada pencuri.
  • “Letakkan sapumu!” bentak pak satpam.

2. Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang memberitahukan kembali perkataan orang dalam bentuk kalimat berita. Contoh:

  • Aku meminta Robin buat membelikanku sepatu model terbaru yang baru dipasarkan itu.
  • Adik pamit kepada ibu bahwa ia akan pergi mengaji bersama teman-temannya.

Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjeknya

1. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang unsur subjeknya aktif melakukan kegiatan atau aktivitas. Contoh:

  • Ayah memberi sepeda baru sebagai hadiah.
  • Dodo sedang bermain perosotan.

Kalimat aktif dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intrasitif.

Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat disisipi oleh unsur objek. Dalam kalimat aktif transitif biasanya menggunakan imbuhan me-. Selain itu, kalimat ini dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Contoh:

  • Budi membeli sepatu baru.
  • Kaka mencuci piring di dapur.

Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak dapat disisipi dengan unsur objek. Kalimat aktif intrasitif menggunakan predikat yang berimbuhan ber-. Kalimat ini tidak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Contoh:

  • Adik bermain di depan rumah.
  • Ayah bekerja siang malam.

2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang unsur subjeknya diberikan suatu tindakan atau pekerjaan. Imbuhan yang  terdapat dalam kalimat ini, yaitu di-, ter-, ke-an, atau ter-kan. Contoh:

  • Obatnya harus diminum 3 x sehari.
  • Kemarin, aku terpeleset di kamar mandi.

Referensi:

  • seputarpengetahuan.co.id
  • id.m.wikipedia.org
  • tambahpinter.com

Yuk Diskusikan di Komentar