Pengertian Karangan

Pengertian karangan

Dengan memahami terlebih dahulu mengenai pengertian karangan. Seorang pengarang tentunya akan mengerti bagaimanaca cara membuat sebuah karangan yang baik.

Nah, pada pertemuan kali ini saya bakal bahas pengertian karangan dengan sangat lengkap, meliputi pengertian menurut para ahli, jenis-jenis karangan, fungsi, dll.

Simak pembahasannya dengan seksama ya!

Pengertian Karangan

Karangan merupakan sebuah tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.

Karangan diartikan pula sebagai rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan kedalam bentuk tulisan yang teratur.

Biasanya karangan terdiri dari beberapa paragraf, masing-masing paragraf berisi pikiran utama dan diikuti oleh pikiran-pikiran penjelas.

Pengertian Karangan Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami mengenai pengertian karangan, simak penjelasan para ahli yang akan dipaparkan dibawah ini.

1. Ahmadi (1988: 20)

Karangan dipandang sebagai suatu perbuatan atau kegiatan komunikatif antara penulis dan pembaca berdasarkan teks yang telah dihasilkan

2. Gie (1995: 17)

Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca.

3. Sirait, dkk (1985: 1)

Karangan adalah setiap tulisan yang diorganisasikan yang mengandung isi dan ditulis untuk suatu tujuan tertentu biasanya berupa tugas di kelas.

4. Widyamartaya (1990)

Mengarang dapat dipahami sebagai keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami dengan tepat seperti yang dimaksud oleh pengarang.

5. Menurut Keraf (1994: 2)

Karangan adalah bahasa tulis yang merupakan rangkaian kata demi kata sehingga menjadi sebuah kalimat, paragraf, dan akhirnya menjadi sebuah wacana yang dibaca dan dipahami.

Baca juga: Pengertian Referensi

Jenis-Jenis Karangan 

Jenis karangan ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis karangan berdasarkan sifatnya dan karangan berdasarkan bentuk dan tujuannya. Berikut penjelasannya:

Jenis Karangan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifat karangannya, karangan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu karangan fiksi dan non fiksi.

Karangan Fiksi

Karangan fiksi adalah karangan yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek (cerpen).

Biasanya dalam karangan fiksi si pengarang akan berusaha untuk menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektifitas pengarang.

Bahasa yang digunakan pun bersifat denoktatif, konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga bermakna ekspresif yaitu membanyangkan suasana pribadi pengarang.

Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yakni bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.

Karangan Non-Fiksi

Karangan non-fiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari.

Tulisan non-fiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya.

Karangan non-fiktif berusaha mencapai taraf objektifitas yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca.

Bahasa karangan nonfiktif bersifat denotative dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

Jenis Karangan Berdasarkan Bentuk Dan Tujuannya

Berdasarkan bentuk dan tujuannya, karangan dibedakan menjadi 5 jenis yaitu karangan narasi, eksposisi, deskripsi, persuasi, dan argumentasi.

Karangan Narasi

Karangan narasi adalah jenis karangan yang menceritakan kejadian atau peristiwa, sehingga pembaca seolah-olah mengalami peristiwa tersebut.

Ciri-ciri karangan narasi, diantaranya yaitu:

  • Adanya pelaku pada peristiwa atau kejadian tersebut.
  • Disajikan dengan urutan waktu dari awal hingga akhir.
  • Berisi rangkaian kejadian.

Karangan Eksposisi

Karangan eksposisi adalah jenis karangan yang memberikan penjelasan atau memaparkan sejumlah pengetahuan ataupun informasi secara lebih jelas dan lebih rinci serta bersifat fakta.

Ciri-ciri karangan eksposisi, diantaranya yaitu:

  • Memberikan dan menjelaskan informasi agar pembaca bisa mengetahui dan memahaminya.
  • Memberikan sesuatu kepada pembaca sesuai fakta.
  • Memberikan analisis secara objektif terhadap fakta.
  • Menunjukan proses dari peristiwa yang terjadi.

Karangan Deskripsi

Karangan deskripsi adalah jenis karangan yang menggambarkan sesuatu sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat atau merasakan objek tersebut.

Ciri-ciri karangan deskripsi, diantaranya:

  • Menggambarkan sesuatu.
  • Memberikan kesan pada pembaca tentang sesuatu yang di deskripsikan.
  • Penulisnya selalu bersikap objektif.

Karangan Persuasi

Karangan persuasi adalah jenis karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca, sehingga pembaca melakukan seperti apa yang dikatakan penulis dalam karangannya.

Ciri-ciri karangan persuasi, diantaranya yaitu:

  • Berisi bujukan dan bersifat mengajak untuk berbuat sesuai yang dikatakan penulis pada karangan.
  • Terdapat data yang mendukung kebenaran karangan.
  • Menarik perhatian untuk dibaca.

Karangan Argumentasi

Karangan Argumentasi adalah jenis karangan yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran, sehingga pembaca bisa mempercayai kebenaran tersebut, sehingga karangan ini harus ada data dan fakta yang mendukung.

Ciri-ciri karangan argumentasi, yaitu:

  • Meyakinkan pembaca tentang gagasan/pemikiran sehingga gagasan tersebut dipercaya dan diakui pembaca.
  • Dilengkapi fakta, data dan kelengkapan lainnya untuk membuktikan gagasan tersebut.
  • Dalam memberikan gagasan, penulis selalu berusaha mengubah sikap dan pandangan pembaca.

Materi lainnya: Jenis Karya Ilmiah

Ciri-ciri Karangan

  • Jelas dan mudah dipahami pembaca.
  • Mempunyai kesatuan yang baik, maksudnya tiap kalimat penjelas harus logis dan mendukung ide utama paragraf.
  • Memiliki organisasi yang baikm maksudnya tiap kalimat harus tersusun dengan urut serta logis.
  • Efisien, keefisienan ini dibutuhkan pembaca supaya lebih mudah menangkap isi dalam karangan
  • Menggunakan bahasa yang mudah diterima serta dipahami pembaca.

Fungsi Karangan

  • Memudahkan sebuah karya tulis agar menjadi lebih sistematis dan rapih.
  • Untuk mencegah penulis keluar dari ide awal yang akan dibahas.
  • Membantu penulis mengembangkan ide-ide yang akan ditulis dalam suatu karangan agar menjadi lebih menarik dan variatif.
  • Memudahkan penulis untuk mencari informasi yang berupa data atau fakta pendukung yang saling berkaitan.
  • Untuk mencegah penulis membahas suatu ide atau topik yang sudah dibahas sebelumnya.

Unsur-unsur Karangan

Dalam menulis karangan, bukan asal tulis saja akan tetapi sebuah karangan yang baik ialah karangan yang memiliki empat unsur, apa saja itu?

  1. Gagasan yaitu berupa pendapat, pengalaman atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang.
  2. Tatanan adalah pengaturan dan penyusunan gagasan dengan mengindahkan berbagai asas aturan dan teknik.
  3. Tuturan yaitu sebuah ungkapan mengenai gagasan sehingga dapat dipahami pembaca.
  4. Wahana adalah sarana pengatar gagasan berupa bahasa tulis, biasanya menyangkut kosa-kata, gramatika dan retorika.

Langkah-langkah Membuat Karangan

Dalam membuat sebuah karangan ada langkah-langkah yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Tentukan tema karangan yang akan ditulis.
  2. Kumpulkan ide.
  3. Susun kerangka karangan.
  4. Kembangkan kerangka karangan yang menjadi karangan sebenarnya.
  5. Berikan judul pada karangan yang akan dibuat.

Pelajari juga: Pengertian Daftar Pustaka

Contoh Karangan

Berikut ini adalah contoh karangan narasi:

Orang Tua Kedua (Guru)

Semua orang pasti memiliki orang tua sehingga kita bisa terlahir di dunia ini. Tapi ada istilah orang tua kedua yang ada di sekolah.

Ya, itu merupakan sebutan untuk guru-guru yang ada di sekolah. Karena saat di sekolah merekalah yang membimbing, menjaga, menegur kita selama kita bersekolah.

Saat kita di sekolah, ada banyak guru dengan materi yang diajarkannya masing-masing serta kepribadiannya masing-masing.

Kenapa kepribadian? Itu karena kita pasti sering atau pernah menemukan guru yang sangat baik dan sabar, guru yang tegas, guru yang ditakuti murid karena sering marah, guru yang lucu sering membuat kita tertawa, dan masih banyak lagi.

Ah, selain itu ada juga guru-guru yang cantik dan ganteng serta masih muda yang menjadi bahan modusan(italic) murid-murid.

Terlepas dari itu semua, guru merupakan kunci dimana kita bisa sukses nantinya. Para pahlawan tanpa tanda jasa. Merekalah yang selalu ada dalam suka duka saat kita menempuh pendidikan di sekolah.

Mereka yang juga akan bangga jika kita meraih prestasi, mereka juga yang akan ikut bersedih jika kita mengalami kegagalan, namun mereka juga membangkitkan kita dari kegagalan tersebut. Guru, segala hormat kami untukmu.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai pengertian karangan semoga dengan adanya artikel ini semakin menambah wawasan dan menjadi alat bantu bagi kalian yang sedang menempuh jalur pendidikan.

Terima kasih.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Pengertian ringkasan
Baca yuk!

Pengertian Ringkasan

Bagaimana perasaan kalian jika harus membaca buku yang super tebal? Saya tahu, kalian pasti malas, jengkel, dan ingin…
Pengertian latar
Baca yuk!

Pengertian Latar

Apa yang dimaksud dengan pengertian latar dalam sebuah cerita? Mungkin bagi sebagian orang, apalagi yang menyukai drama, tidak…
Pengertian kata serapan
Baca yuk!

Pengertian Kata Serapan

Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai pengertian kata serapan. Apakah kalian tahu apa itu kata serapan?…