Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Latar

3 min read

Pengertian latar

Apa yang dimaksud dengan pengertian latar dalam sebuah cerita? Mungkin bagi sebagian orang, apalagi yang menyukai drama, tidak asing dengan yang namanya latar.

Sedikit penjelasan, latar adalah keterangan waktu, ruang dan suasana yang terjadi dalam suatu peristiwa/ cerita.

Latar ini mencakup sebuah deskripsi seperti lokasi geografis, kegiatan karakter, waktu terjadinya peristiwa, lingkungan keagamaan, moral, musim, kecerdasan sosial dan karakter.

Selengkapnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Latar

Latar adalah keterangan mengenai suatu peristiwa terhadap sebuah karya sastra, latar ini mencakup antara waktu, ruang dan suasana.

Definisi lain dari latar adalah suatu unsur intrinsik yang terdiri dari waktu, ruang serta suasana yang terjadi pada suatu peristiwa dalam sebuah karya sastra.

Jadi bisa disimpulkan, latar adalah semua keterangan, petunjuk alur yang berkaitan dengan waktu, ruang dan suasana.

Latar ini meliputi gambaran, diantaranya:

  • Aktifitas para pelaku/ toko
  • Letak geografis
  • Waktu terjadinya peristiwa
  • Lingkungan keagamaan
  • Musim
  • Moral
  • Intelektual sosial
  • Emosional pelaku/ tokoh

Materi lainnya: Pengertian Kalimat

Pengertian Latar Menurut Ahli

Agar lebih memahami mengenai definisi latar, simak beberapa pendapat para ahli dibawah ini.

1. KBBI (2001:501)

Latar adalah keterangan tentang waktu, ruang dan suasana terjadinya lakuan dalam sebuah karya sastra.

2. Indrawati (2009:64)

Latar adalah tempat, waktu serta suasana yang digunakan dalam sebuah cerita.

Latar adalah tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar dalam cerita dapat diklasifikasikan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.

3. Suparmin (2009:54/60)

Latar adalah suatu keadaan yang melingkupi pelaku pada sebuah cerita.

4. Kusnadi Dkk (2009:64)

Latar tempat ataupun latar waktu dalam sebuah karya sastra akan mempengaruhi inti cerita dan pengambilan nilai-nilai yang akan diungkapkan si pengarang.

5. Abrams (1981:175)

Latar adalah tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar dalam cerita dapat diklasifikasikan menjadi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud latar ialah tempat, waktu dan suasana yang digunakan dalam suatu cerita yang akan mempengaruhi inti cerita dan pengambilan nilai-nilai yang ingin diungkapkan pengarang, melingkupi keadaan pelaku dalam sebuah cerita.

Jenis-jenis Latar

Latar terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

Latar Waktu

Latar waktu adalah latar yang berhubungan dimana tokoh/pelaku melakukan “sesuatu” pada saat peristiwa dalam cerita sedang terjadi.

Contoh:

  • Pagi hari
  • Siang hari
  • Sore hari
  • Malam hari
  • Di zaman dulu
  • Di masa depan dan lain sebagainya.

Latar Tempat

Latar lokasi atau tempat merupakan latar  yang menunjukan terjadinya suatu peristiwa dalam cerita, misalnya nama kota, jalan, gunung, ataupun rumah.

Contoh:

  • Di ruang angkasa
  • Di sebuah pesawat
  • Di dalam goa
  • Di dalam hutan
  • Di sebuah gedung
  • Di dalam bangunan tua dan lain sebagainya.

Latar Suasana

Latar suasana adalah latar yang berkaitan dengan situasi/ kondisi yang sedang terjadi.

Contoh:

  • Gembira
  • Galau
  • Sedih
  • Kecewa dan lain sebagainya.

Latar Alat

Latar alat merupakan sebuah peralatan yang biasa digunakan oleh tokoh/ pelaku dalam suatu cerita.

Contoh:

  • Tombak
  • Pedang
  • Pistol
  • Pena
  • Buku dan sebagainya

Pelajari juga: Pengertian Kata Serapan

Fungsi Latar

Latar mempunyai fungsi untuk menggambarkan sesuatu dengan jelas sehingga peristiwa-peristiwa yang terjadi pada suatu karya sastra benar-benar terjadi.

Dengan kata lain, memberikan informasi yang jelas mengenai situasi di dalam sebuah cerita

Contoh Latar Cerita

Musibah

Kemakmuran di desa nelayan itu tidak selamanya abadi.
Ada saatnya naik dan ada saatnya pula turun bak gelombang pasang yang datang.
Sudah dua bulan terakhir angin kencang selalu melanda desa itu.

Pak Bakri, yang dikenal sebagai nelayan terkaya di desa itu juga menderita akibat
datangnya angin kencang selama dua bulan berturut-turut.
Sebagai juragan nelayan, ia merasa kehilangan pendapatan.

Apalagi setelah datangnya penyakit yang misterius menyerang sebagian besar penduduk.
Bu Bakri sudah dua minggu tidak bisa turun dari tempat tidurnya.

Tubuhnya terasa kaku, seakan-akan mati.
Pak Bakri telah menjual dua perahu motornya.

Jika tidak, mana mungkin ia bisa membayar utangnya pada bank.
Padahal sudah waktunya ia harus membayar cicilan utangnya.

Belum lagi biaya pengobatan ke dokter dan ke dukun akibat penyakit yang diderita Bu Bakri.
Pada saat itu Pak Bakri mulai merasakan betapa besarnya kesalahan yang telah diperbuatnya kepada penduduk.
Ia yang selama ini suka mencela dan melecehkan penduduk yang miskin, merasa berdosa.

Manol yang selama ini dimanjakan, terasa tidak lagi dipedulikan.
Kesusahan keluarga itu terasa sangat menyiksanya.

Penduduk di desa nelayan itu benar-benar berada dalam keadaan tidak berdaya.
Kebiasaan mereka membeli barang elektronika saat musim panen ikan, kini barang itu dijualnya.
Radio, televisi, video, dan sebagainya, dijual agar mereka dapat mempertahankan hidupnya.

Bukan cuma itu, lemari, kursi, dan perhiasan yang dipakainya juga dijual.
Orang-orang yang berada di sekitar desa nelayan itu juga turut merasakan penderitaan.Mereka yang membuka warung, toko, atau apa saja tidak laku. Pembelinya tidak ada.
Utang-utang para nelayan itu menunggak sampai batas waktu yang belum diketahui.
….
Sementara wajah-wajah nelayan menatap ke langit dengan penuh harap.
Mereka mulai merasakan betapa musibah ini merupakan ujian yang terberat yang pernah mereka alami.

Betapa tidak, selama puluhan tahun belum pernah mereka mengalami musibah seperti ini.
Kalaupun ada angin, paling lama cuma tiga hari.
Itu pun rasanya sangat meresahkan.
Dan kini mereka harus beristirahat total selama dua bulan.

Berdasakan cerita diatas, latar “musibah” meliputi:

  1. Latar tempat; kampung nelayan dan rumah Pak Bakri.
  2. Latar suasana; keadaan yang susah atau sedih di suatu daerah karena adanya musibah, penyakit dan penyesalan.
  3. Latar waktu; pada suatu hari saat terjadi musibah di kampung nelayan.

Baca juga skuy:) Pengertian Huruf Kapital

Penutup

Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai materi pengertian latar. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan membantu dalam proses belajar kalian.

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *