Pengertian Musik Tradisional

Pengertian musik tradisional

Musik secara umum terbagi menjadi dua jenis ada musik modern dan juga musik tradisional. Nah, sesuai dengan pembahasan kita kali ini yang akan diulas adalah pengertian musik tradisional.

Musik tradisional merupakan musik yang sudah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi

Dalam pembawaanya jenis musik tradisional ini seringkali ditampilkan dengan bahasa, gaya, dan tradisi yang khas.

Hal ini karena di setiap daerah ataupun negara selalu mempunyai ciri khas/ musik tradisional yang berbeda sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.

Pengertian Musik Tradisional

Komponen penting dalam perkembangan musik tradisional
Pengertian Musik Tradisional

Secara umum, pengertian musik tradisional adalah musik yang diwariskan secara turun temurun yang hidup di masyarakat serta difungsikan sebagai sarana hiburan.

Terdapat tiga komponen yang berpengaruh dalam perkembangan musik tradisional, yaitu; seniman, musik itu sendiri, dan masyarakat yang menikmati.

Pengertian Musik Tradisional Menurut Para Ahli

Musik tradisional menurut ahli

Untuk lebih memahami definisi musik tradisional, beberapa ahli/ pakar juga turut mengemukakan pendapatnya mengenai musik tradisional.

Berikut beberapa pengertian musik tradisional menurut para ahli:

1. Sendyawati (1992 : 23)

Musik tradisional merupakan musik yang digunakan sebagai bentuk perwujudan dan nilai budaya berdasarkan sebuah tradisi.

2. Tumbijo (1977 : 13)

Musik tradisional merupakan seni budaya yang dilestarikan dan dikembangkan sejak lama secara turun-temurun di daerah tertentu.

Sudah tahu apa itu musik ansambel? kalo belum, cek sini.

Sejarah Musik Tradisional

Sejarah musik tradisional

Berkembangnya musik tradisional di Nusantara hingga sekarang, tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilewati.

Tahapan-tahapan tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Sebelum Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha

Pada periode ini, musik digunakan sebagai kegiatan ritual. Bahkan sebagian kelompok masyarakat meyakini bahwa bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh alat musik tertentu mempunyai kekuatan magis.

2. Setelah Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha

Pada periode ini, musik mulai berkembang di lingkungan istana kerajaan (terutama Jawa) bukan hanya digunakan sebagai kegiatan ritual saja melainkan sebagai sarana hiburan untuk para raja.

Musik yang saat itu berkembang di lingkungan kerajaan adalah gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, antara lain:

  1. Kelompok Balungan.
  2. Kelompok Blimbingan.
  3. Kelompok Pencon.
  4. Kelompok Kendang.
  5. Kelompok Pelengkap.

3. Masa Setelah Masuknya Islam

Selain kegiatan berdagang dan menyebarkan agama Islam di Nusantara, para pedagang yang mayoritasnya berasal dari Arab juga turut memperkenalkan musik khas mereka.

Sebut saja gambus dan rebana, kedua alat musik tersebut diyakini berasal dari Jazirah Arab. Ini juga menjadi salah satu faktor utama munculnya orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.

4. Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa barat ke Indonesia juga membawa dampak besar dalam perkembangan musik di Nusantara.

Mengapa begitu? Karena di masa kolonialisme banyak juga diantara mereka yang memperkenalkan musik tradisional, seperti; biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele.

Bahkan tidak sedikit juga musisi Indonesia yang mengkombinasikan musik barat dan musik Indonesia, yang saat ini dikenal oleh masyarakat luas sebagai  musik keroncong. 

5. Era Modern

Memasuki era yang semakin modern seperti sekarang ini banyak musik barat dari berbagai genre yang masuk ke Indonesia, seperti;

  • Jazz.
  • Blues.
  • Rock.
  • R&B, dsb.

Demikian juga denga Negara Anak Benua (India), banyak musik India yang diselipkan di beberapa filmya dan perkembangan tersebut terjadi karena adanya perpaduan antara musik luar dengan musik Indonesia.

Seiring berkembang zaman musik India pun mengalami perpaduan dengan musik Melayu yang kemudian mengahasilkan jenis  musik dangut. 

Disisi lain ada juga jenis  musik etnis  yaitu hasil kombinasi antara musik daerah dan unsur musik barat, terutama dari alat musiknya.

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi musik sebagai hiburan

Agak sedikit berbeda dengan fungsi dari musik modern. Untuk musik tradisional ini ada beberapa fungsi lain, seperti; digunakan untuk pengiring upacara adat, dsb.

Langsung aja baca urainnya dibawah ini.

  • Sebagai Alat Komunikasi

Bunyi dan suara yang dihasilkan dari alat musik tradisional memang mempunyai arti tertentu bagi setiap kelompok/ etnis masyarakat.

Terutama di beberapa tempat di Indonesia, seringkali masyarakat menggunakan alat musik sebagai bentuk komunikasi antar masyarakat lainnya.

Alat musik yang biasanya digunakan seperti; kentongan, lonceng, bedug masjid, dsb.

Biasanya alat musik tersebut akan mengahasilkan bunyi dengan pola ritme tertentu yang menjadi pertanda akan terjadinya suatu peristiwa/ kegiatan.

  • Sebagai Sarana Ekonomi

Musik sebagai sumber penghasilan. Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya menjadi sarana ekspresi maupun aktualisasi diri.

Namun, musik juga juga berfungsi sebagai sarana ekonomi. Biasanya mereka akan merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset atau cakram padat berupa (Compact Disk/ CD) lalu menjualnya ke pasaran.

Dari hasil penjualan inilah, biasanya mereka akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selain dari penjualan kaset, para musisi juga seringkali menggelar pertunjukan musik yang dipungut biaya.

Pertujukan ini tidak hanya dilakukan di satu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah lain di Indonesia hingga mancanegara.

  • Sebagai Sarana Hiburan

Musik juga berfungsi sebagai penghilang stress yang diakibatkan dari rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi/ ajang pada pertemuan warga.

Biasanya dengan diadakannya pagelaran musik, masyarakat Indonesia akan sangat antusias dan akan langsung berbondong-bondong mendatangi tempat pertunjukan berlangsung.

  • Sebagai Sarana Ekspresi Diri

Lewat musik biasanya para seniman akan mengekspresikan potensi yang dimiliki oleh dirinya. Melalui musik juga, mereka bisa mengungkapkan gagasan, perasaan/ emosi.

  • Sebagai Upacara Budaya

Musik tradisional biasanya sangat erat berkaitan dengan dengan yang namanya upacara/ ritual adat seperti; kelahiran, perkawinan, kematian, dsb.

Tidak heran, jika di beberapa daerah ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa bunyi yang hasilkan dari instrumen alat musik dapat memanggil roh nenek moyang serta mempunyai kekuatan magis yang luar biasa.

  • Sebagai Pengiring Tarian

Di Indonesia bunyi yang dihasilkan dari instrumen alat musik tradisional kerap digunakan sebagai pengiring tarian khas daerah.

Namun, selain musik tradisional. Musik dangdut dan musik pop juga seringkali dipakai untuk mengiringi tarian moder, seperti; dansa, poco-poco, dsb.

Ciri Khas Musik Tradisional

Ciri khas musik tradisional
Pengertian Musik Tradisional

Ada beberapa perbedaan antara seni musik tradisional dibanding jenis seni musik lainnya. Salah satunya terletak dari ciri khasnya.

Ciri ciri dari musik tradisional, antara lain:

  • Dipelajari Secara Lisan

Merujuk deskripsi musik tradisional yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa musik ini sifatnya diwariskan secara turun-temurun. Maka tidak heran jika dalam proses pewarisannya pun dilakukan secara lisan.

  • Bersifat Informal

Musik tradisional umumnya tidak bersifat formal ataupun serius, walaupun ada beberapa musik tradisional yang digunakan untuk kegitan upacara/ kegiatan keagamaan. Tetapi, selebihnya bisa dikatakan bersifat informal, karena fungsinya sendiri yaitu bersifat sebagai hiburan.

  • Syair Lagu Berbahasa Daerah

Syair/ lirik yang digunakan umumnya masih menggunakan bahasa daerah masing-masing sehingga memudahkan jika harus dihapalkan secara lisan.

  • Tidak Mempunyai Notasi

Proses yang mengaharuskan dihapal secara lisan, menjadikan salah satu faktor utama bahwa dalam musik tradisional tidak melibatkan sebuah intonasi yang tertulis.

  • Tidak Diketahui Penciptanya

Berbeda dengan musik modern yang hasil karyanya masih dapat diketahui siapa penciptanya. Untuk musik yang sifatnya tradisional ini agak susah untuk di ketahuinya karena memang tidak ada catatan yang menuliskan bahwa hasil karya ini buatan “siapa”.

  • Memakai Alat Musik Daerah

Musik tradisional dan alat musik daerah memang satu hal yang tidak bisa dipisahkan, karena ya memang itu sudah menjadi porsinya. Misalnya seperti pada lagu Sunda “Bubuy Bulan” yang diiringi dengan alat musik daerah seperti; degung, karinding, dsb.

  • Pemain Tidak Terspesialisasi

Sifatnya yang generalisasi, memungkinkan semua orang bisa mempelajari dan memainkan berbagai jenis alat musik tanpa membedakan kasta, gelar, ataupun jabatan.

Cek ulasan: musik barat dan beberapa jenis-jenisnya, disini.

Jenis Musik Tradisional

Contoh musik tradisional di Indonesia

Setelah mengetahui pengertian musik tradisional, ternyata musik tradisional juga terbagi menjadi beberapa jenis lho dan tidak sedikit pula yang menjadikan musik daerah ini sebagai ciri khas/ ikon dari wilayah tersebut.

Berikut ini adalah himpunan jenis-jenis musik tradisional yang wajib kamu ketahui.

1. Musik Goong Renteng

Goong Renteng merupakan alat musik Gamelan Jawa Barat yang mempunyai umur cukup tua, karena sudah ada sejak abad ke-16 Masehi.

Dalam budaya Sunda, Gamelan Goong Renteng dikenal juga sebagai kesenian Gamelan Mbah Bandong.

Kata Goong Renteng berasal dari bahasa Sunda, “Goong” yaitu Gamelan sedangkan “Renteng” yang berarti Ngarenteng (berjejer).

Alat musik ini mempunyai 2 irama yaitu; Slendro dan Pelog.

Menurut Jakob Kunst (1934 : 386) dapat ditemukan di Cileunyi dan Cikebo (wilayah Tanjungsari, Sumedang), Lebakwangi (wilayah Pameungpeuk, Bandung), dan Keraton Kanoman Cirebon.

Selain itu, Goong Renteng juga terdapat di Cigugur (Kuningan), Talaga (Majalengka), Ciwaru (Sumedang), Tambi (Indramayu), Mayung, Suranenggala, dan Tegalan (Cirebon).

Berdasarkan fungsinya, kesenian ini biasanya digunakan untuk menyambut tamu dan acara keagamaan.

Ada beberapa instrumen alat musik dalam Gamelan Goong Renteng, antara lain:

  1. Bonang.
  2. Jenglong.
  3. Goong kecil dan Goong besar.
  4. Gendang Indung (gendang besar) dan Kulanter (gendang kecil).
  5. Kecrek.

Dibawah ini merupakan sekelompok Bule yang sedang belajar memainkan musik Goong Renteng, simak videonya!

2. Musik Santi Swara dan Laras Madya

Santi Swara dan Laras Madya merupakan salah satu jenis alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah.

Diperkirakan alat musik ini sudah ada sejak abad ke-17 tepatnya pada masa pemerintahan Paku Buwana ke-V.

Penamaan alat musik ini berasal kata “Santi” yang berarti doa dan “Swara” artinya suara/ lagu. Sedangkan “Laras” memiliki arti irama dan “Madya” artinya bersahaja.

Jika digabungkan menjadi Santi Swara Laras Madya yang berarti doa yang dilantunkan dalam senandung lagu dalam irama yang bersahaja.

Musik Santi Swara Laras Madya ini seringkali membawakan lagu yang bernafaskan Islam dengan diiringi tiga alat musik, yaitu; kendang, bogem, dan kemanak.

Lagu Islami tersebut dibawakan dalan bahasa Jawa, bernada Slendro dan Pelog yang digarap dengan memasukan unsur Karawitan.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya, hanya saja jika Santi Swara membawakan lagu bersyair shalawat, sedangkan Laras Madya menggunakan tembang macapat, yaitu; mijil, sinom, kinanthi, asmaradana, dll.

Berikut pagelaran Santi Swara yang selenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang.

3. Musik Krumpyung

Krumpyung adalah seni musik tradisional khas Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Musik jenis ini dimainkan dengan iringan alat musik seperti; angklung, terbang, keprak, kentongan, dan kendang.

Nantinya semua alat musik tersebut akan dimainkan secara bersamaan dan menghasilkan nada yang berbunyi “kemrumpyung”

Biasanya kesenian Krumpyung berfungsi sebagai musik pengiring pada pertunjukan seni tari langgeran.

Sebenarnya nada yang dihasilkan mirip seperti Gamelan Jawa. Hanya saja pada musik Krumpyung gongnya ditiup dan dipukul supaya bisa menghasilkan bunyi.

Lagu yang biasa dibawakan dalam kesenian ini pun bervariasi, bisa campur sari, uyon-uyon, dll.

Berikut ini adalah video dokumentasi musik Krumpyung.

4. Musik Gambang Kromong

Gambang Kromong merupakan musik tradisional suku Betawi, suku yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.

Jenis musik ini merupakan gabungan antara kebudayaan musik Betawi dan Tianghoa dengan munggunakan 2 alat musik gamelan dan alat musik China.

Berdasarkan sejarah, musik ini pertama dipublikasikan oleh Nie Hoe Kong seorang pemimpin komunitas Tionghoa pada masa penjajahan Belanda.

Musik Gambang Kromong biasanya menggunakan jenis tangga nada pentatonik China dengan pembawaan lagu yang bertemakan humor/ sindiran.

Lagu-lagu tersebut biasanya akan dibawakan oleh 2 orang yaitu oleh pria dan wanita yang dinyanyikan secara bergiliran.

Seiring berkembangnya zaman musik Gambang Kromong mengalami perubahan, jika dulu menggunakan gamelan dan alat musik China sebagai pengiringnya. Sekarang ditambahkan beberapa alat musik modern, seperti; gitar, drum, bass dan lainnya.

Dengan banyaknya kombinasi tersebut, banyak masyarakat sekarang yang menyebutnya sebagai Gambang Kromong Kombinasi.
Penyanyi terkenal yang turut mempopulerkan jenis musik ini kedalam bentuk lagu adalah; Benyamin S, dan Ida Royani.

Adapun fungsi lain dari Gambang Kromong yaitu sebagai lagu instrumentalia, musik iringan seni tari (terutama tari cokek), dan musik iringan lenong.

Ini contoh musik Gambang Kromong modern 🙂

5. Musik Gong Luang

Gong Luang adalah seperangkat alat musik gamelan khas Bali yang berfungsi sebagai pengiring upacara adat atau juga digunakan sebagai pengiring tarian tradisional, seperti; tari topeng, pendet, rejeng, dsb.

Berdasarkan sejarah, Gong Luang diperkiran berasal dari kerajaan Majapahit yang kemudian dibawa ke Bali oleh sekelompok orang setelah Majapahit mengalami kemunduran.

Penamaan kata Gong Luang sendiri berasal dari kata “Gong” yang mengacu pada nama alat musik, dan “Luang” yang berarti kurang.

Dalam hal ini dikatakan jika perangkat Gong tersebut kurang lengkap, sebab itulah dinamakan sebagai Gamelan Gong Luang.

Untuk memainkan musik Gong Luang hanya membutuhkan 25-30 jenis alat musik saja, seperti; kendang, suling, jublag, gangsa, jegog, saron, dll. Tentu saja jumlah tersebut sifatnya dinamis artinya berbeda-beda tergantung dengan daerahnya masing-masing.

Keunikan dari alat musik ini, yaitu; memiliki 7 tangga nada (ndang, ndaing, nding, ndong, ndeng, ndeung, dan ndung). Sedangkan untuk larasnya terdiri dari pelog, salendro, salendroan.

Berikut video dokumentasi dari kesenian Gong Luang yang digelar oleh Saron Luang Alit Semaradahana.

6. Musik Karang Dodou

Musik Karang Dodou merupakan alat musik daerah khas Tanah Siang, daerah Barito Utara yang terletak di Kalimantan Tengah.

Umumnya musik ini difungsikan untuk kegiatan ritual/ upacara tertentu, misalnya; memandikan bayi atau memberikan nama bayi yang dikenal juga dengan upacara Noka Pati, serta mengobati orang sakit yang disebut dengan upacara Nambang Morua.

Dalam pembawaannya lagu-lagu dalam musik Karang Dodou bersifat religi, berupa; mantera yang berisi doa kepada “Mohotara” (Tuhan Yang Maha Esa).

7. Musik Huda

Musik tradisional Huda adalah musik daerah yang cukup berkembang di Nusantara yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Sebagai provinsi yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, tidak heran jika musik Huda pun bernuansa Islami dengan penggabungan tiga jenis musik, yaitu; Dikil Rabaro, Dikil Mundan, dan Salaulaik Dulang.

Dikil Rabaro adalah vokal senior yang memakai Rabaro sebagai iringan. Sedangkan Dikil Mundan termasuk senior vokal yang memakai Mudan sebagai iringan. Sementara Salaulaik Dulang merupakan seni vokal yang berfungsi sebagai ritem atau iringan.

Dalam memainkannya, ke-3 musik tersebut di inovasikan/ digabungkan hingga menjadi komposisi musik yang utuh dan sempurna bunyinya.

8. Musik Senandung Jolo

Senandung Jolo merupakan musik tradisional khas Provinsi Jambi, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Jambi Timur.

Penamaan Senandung Jolo berasal dari dua kata yaitu “Senandung” yang berarti nyanyian, dan “Jolo” artinya pantun.

Sehingga dari penggabungan antara dua kata tersebut bisa diartikan sebagai lagu/ nyanyian yang berupa pantun.

Awalnya musik ini tidak memakai alat musik pengiring, namun dibuatkan alat musik utama yaitu Gambang Kayu denga 4 bilah yang terbuat dari kayu marelang.

Namun, seiring berjalannya waktu di dalam musik Senandung Jolo pun ditambahkan beberapa organ musik, seperti; tetawak, rebano, gendang panjang, gong, dan beduk.

Biasanya musik ini difungsikan sebagai iringan acara Manunggal Padi dan sebagai hiburan bagi ibu-ibu yang memasak di acara pernikahan/ sunatan.

9. Musik Gaghahanggase

Musik tradisional Gaghahanggase merupakan salah satu musik daerah khas Sangihe Talaud, Sulawesi Utara.
Secara umum, Gaghahanggase adalah perpaduan dari beberapa jenis alat musik yang bersifat diatonis maupun non-diatonis.
Sebagai musik yang mendukung beberapa jenis alat musik, seperti; musik bambu, kentel, seheng, tatengkorang, dsb.

Biasanya lagu yang dibawakan dalam musik Gaghahanggase berjenis lagu daerah atau nasional serta dinyanyikan oleh vokal pria dan wanita.

10. Musik Tabuh Salimpat

Berikutnya adalah musik tradisional yang berasal dari Lampung, apalagi kalo bukan Tabuh Salimpat.

Musik Tabuh Salimpat terdiri dari beberapa alat musik tabuh (rebana) dan alat musik petik (gitar). Instrumen yang paling menonjol dalam musik ini adalah instrumen kerenceng dan gambus lunik.

Kabarnya, hingga saat ini jenis musik tradisional tersebut masih dilestarikan dan dimainkan oleh beberapa masyarakat setempat.
Fungsi utama Tabuh Salimpat yaitu sebagai pengiring upacara adat, dan alat komunikasi dalam bentuk lagu yang disebut Sesimbatan atau pantun bersahutan, serta dapat juga menjadi iringan gerakan tari.

11. Musik Tradisional Krombi

Musik Krombi merupakan musik adat Papua. Penamaan Kombi sendiri berasal dari kata “Nai Krombi” yang berarti memetik/ memainkan.

Mbref atau Gauto merupakan nama alat musiknya, biasanya terbuat dari seruas bambu yang kemudian dililit menggunakan rotan di kedua ujungnya.

Agar menghasilkan bunyi layaknya senar, biasanya akan ditambahkan penyangga agar bilah sayatannya menjadi lebih kuat dengan beberapa lubang yang terletak dibagian bawah bambu.

Musik tradisi Krombi ini berfungsi sebagai pengiring dalam beberapa kegiatan/ acara tertentu, misalkan; untuk hiburan, keagamaan, dan upacara adat.

12. Musik Syair Talimaa

Menurut sejarah jenis musik Syair Talimaa berasal dari daerah Tanah Mandalam, Bumi Uncok Kapuas, Kalimantan Barat.

Bisa dikatakan, Syair Talimaa merupakan salah satu syair musik terkenal, diantara Samoing Syair dan dikalangan syair lainnya.

Dulu, syair ini kerap digunakan untuk acara hiburan, pengiring seni tari, hingga upacara adat.

Makna dari syair Talimaa biasanya berisi pesan agar para generasi muda mempertahankan dan melestarikan nilai luhur budaya nenek moyang.

Agar lebih tau mengenai Syair Talimaa, simak nih videonya!

13. Musik Tradisional Keroncong

Keroncong merupakan perpaduan antara musik daerah dengan musik Portugis dan Belanda yang tempo dulu dibawa oleh para pedagang ke Nusantara.

Permainan alat musik Keroncong biasanya diiringi dengan beberapa instrumen alat musik, seperti; ukulele (gita kecil), gitar, biola, piano dan seruling.

Tokoh terkenal dan berpengaruh dalam perkembangan seni musik Keroncong adalah Bapak Gesang dengan karyanya yang berjudul Bengawan Solo.

Sambil scroll, ga ada salahnya dong buat dengerin salah satu video yang ada di artikel ini biar feel nya dapet gitu :p

14. Musik Panting

Musik tradisional Panting merupakan musik adat yang berasa dari daerah Tapin, Kalimantan Selatan.

Penamaan Panting sendiri mempunyai arti petik, sesuai dengan alat musiknya yaitu berupa senar yang disentilkan.
Dalam penyajiannya, musik ini biasanya dipentaskan pada malam hari, dan sekarang sudah digunakan untuk menyambut tamu kehormatan atau musik hiburan rakyat.

Beberapa alat musik instrumen yang digunakan, antara lain:

  1. Babaun.
  2. Agung.
  3. Marakas atau Giring-giring.
  4. Talinting.

Dengerin juga instrumen dari musik Panting.

15. Musik Sasando Gong

Musik Sasando Gong adalah alat musik petik khas daerah pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Alat musik ini terbuat dari seruas bambu, daun lontar, dan kawat halus. Fungsi dari bambu yaitu sebagai tempat untuk menyangkutkan kawas halus untuk dipetik, sedangkan daun lontar berfungsi sebagai resonansi bunyi yang dihasilkan dari musik Sasando.

Tangga nada dalam Sasado Gong berjenis Slendro dan Pelog.

Merujuk pada penamaannya (Sasando Gong) konon katanya berasal dari bahasa Rote yang mempunyai arti; alat bergetar/ berbunyi.

Biasanya musik Sasando Gong digunakan sebagai pengiring berbagai acara/ kegiatan, baik itu upacara adat maupun seni tari.

Sebelum close coba dengerin dulu deh nada dari musik Sasando Gong ini, dijamin bikin betah!

Contoh Musik Tradisional

Musik tradisional Indonesia
Pengertian Musik Tradisional

Bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia juga mempunyai musik tradisionalnya masing-masing.

Dibawah ini adalah contoh musik tradisional yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber, selengkapnya:

1. Contoh Musik Tradisional Indonesia

  • Karang Dodou.
  • Goong Renteng.
  • Santi Swara dan Laras Madya.
  • Musik Krumpyung.
  • Gambang Kromong.

2. Contoh Musik Tradisional Jepang

  • Biwa Hoshi.
  • Biwa.
  • Moso.
  • Heike Biwa.

3. Contoh Musik Tradisional Korea

  • Arirang.
  • Pansori.
  • Nongak.
  • Samul Nori.
  • Minyo.

***

Demikian pembahasan mengenai pengertian musik tradisional yang sudah diulas secara lengkap dan juga rinci.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua terutama dalam hal seni musik tradisional yang wajib dilestarikan.

0 Shares:
1 comment
  1. Ternyata belajar memahami seni musik tradisional sangat menyenangkan! Maksih ka artikelnya sangat menarik 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Pengertian ringkasan
Baca yuk!

Pengertian Ringkasan

Beberapa diantara kamu pasti pernah melakukan yang namanya kegiatan meringkas, baik itu ketika ada tugas sekolah ataupun tidak.…
Pengertian latar
Baca yuk!

Pengertian Latar

Apa yang dimaksud dengan pengertian latar dalam sebuah cerita? Mungkin bagi sebagian orang, apalagi yang menyukai drama, tidak…
Pengertian kata serapan
Baca yuk!

Pengertian Kata Serapan

Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai pengertian kata serapan. Apakah kalian tahu apa itu kata serapan?…