BerandaEdukasiPengertian Ringkasan

Pengertian Ringkasan

Bagi kamu yang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah pastinya sudah tidak asing lagi dengan kegiatan meringkas.

Dimulai dari tugas di sekolah yang diperintahkan untuk menulis suatu karangan ke dalam bentuk singkat hingga disuruh memahami masalah pun kita kerap dituntut untuk menjelaskannya secara ringkas.

Namun, pernahkah kamu berpikir apa sebenarnya pengertian ringkasan?

Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang“. Oleh karena itu, yuk kita simak secara seksama pembahasan tentang ringkasan pada artikel berikut ini.

Pengertian Ringkasan

Ringkasan adalah suatu penyajian karangan atau tulisan yang panjang ke dalam bentuk yang lebih singkat, padat, jelas, dan efektif dengan tetap mempertahankan urutan tertentu (baik isi maupun sudut pandang) dari karangan/ tulisan yang diringkas.

Tujuan dari meringkas yaitu untuk menyederhanakan suatu isi teks agar lebih mudah diingat dan dipahami oleh para pembaca.

Ringkasan juga berbeda dengan ikhtisar, meskipun kedua istilah tersebut sering disampaikan dan seakan-akan memiliki arti yang sama, kenyataanya jelas berbeda.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari segi penulisan, jika ringkasan masih mempertahankan urutan karangan asli. Sementara ikhtisar tidak mempertahankan susunan atau sistematika karangan asli sehingga dalam penulisannya pun cenderung bebas.

Pengertian Ringkasan Menurut Para Ahli

Adapun pengertian ringkasan menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menurut Asmi (2004)

Ringkasan adalah penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat.

2. Menurut Isdriani (2009 : 152)

Ringkasan adalah sebuah cara menyajikan karangan kedalam bentuk yang lebih singkat, tetapi masih mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang aslinya.

3. Menurut Nurhadi (2010 : 137)

Ringkasan atau disebut juga dengan istilah “precis” adalah bentuk singkat atau ringkas dari sebuah karangan yang masih memperlihatkan sosok dasar aslinya.

4. Menurut Alfaini (2011 : 2)

Ringkasan berasal dari bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat atau pendek. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan yang panjang yang disajikan dalam bentuk singkat.

5. Menurut Wijayanti dkk (2013 : 172)

Inti bacaan dari ringkasan yang dibuat tidak meninggalkan urutan gagasan yang melandasinya. Kata “precis” sendiri mempunyai makna memangkas, artinya; penyusun ringkasan hanya memangkas hal-hal kecil yang menyelimuti gagasan utama bacaan.

Bentuk-Bentuk Ringkasan

Menurut pendapat Olivia (2009 : 29) ringkasan dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu ringkasan bentuk sinopsis, ringkasan bentuk abstrak, dan ringkasan bentuk simpulan.

1. Ringkasan Bentuk Sinopsis

Ringkasan bentuk sinopsis adalah ringkasan yang dilakukan pada buku seperti; fiksi dan non-fiksi. Dengan tujuan untuk memberikan dorongan kepada orang lain sehingga tertarik untuk membacanya.

2. Ringkasan Bentuk Abstrak

Ringkasan bentuk abstrak adalah teknik meringkas sesingkat mungkin dengan mengambil ide pokok yang dibahas.

3. Ringkasan Bentuk Simpulan

Ringkasan bentuk simpulan merupakan ringkasan yang menyatakan ide utama deskripsi dari uraian yang panjang dengan cara memberikan penekanan pada ide sentral dan solusi untuk menyelasaikan dari masalah yang dihadapi.

Contoh Ringkasan

Setelah mengetahui beberapa poin penting di atas, berikut adalah beberapa contoh ringkasan yang dapat kamu jadikan bahan belajar, antara lain:

Contoh Ringkasan Materi: Geoteknik Tambang

PT. Berau Bara Abadi merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Kampung Gunung Sari Kecamatan Segah Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam perencanaan penambangan endapan batubara perlu dilakukan analisis kestabilan lereng.

Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan penambangan, seperti penggalian pada suatu massa batuan akan menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tegangan pada lereng tersebut yang mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng dan pada akhirnya dapat menyebabkan rayapan bahkan lereng longsor.

Oleh karena itu, PT. Berau Bara Abadi mengadakan penyelidikan geoteknik di empat lubang bor, yaitu GT 01, GT 02, GT 03, dan GT 04.

Kemudian dari setiap lubang bor tersebut akan diambil beberapa contoh batuan yang akan diuji sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium.

Dari hasil uji laboratorium tersebut diperoleh karakteristik dari massa batuan yang kemudian akan digunakan sebagai masukan dalam perancangan lereng (litologi).

Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng menggunakan bantuan Metode Elemen Hingga. Nilai Strength Reduction Factor (SRF) minimum yang direkomendasikan untuk lereng keseluruhan SRF> 1,20.

Pendekatan yang dilakukan dalam menganalisis kemungkinan longsor yang akan terjadi pada daerah penelitian dengan memanfaatkan kontur regangan dari hasil analisis dengan metode elemen hingga, disamping itu juga dipengaruhi oleh nilai kuat tekan batuan (σc).

Menurut Bieniawski (1073), tanah adalah suatu material bentukan alam yang memiliki kuat tekan kurang dari 1 MPa, sedangkan menurut Johnstone (1991), batuan lunak adalah suatu material yang memiliki kuat tekan antara 0,25 MPa-25 Mpa. Jenis longsor busur kemungkinan dapat terjadi pada kedunya, baik itu tanah ataupun batuan lunak.

Parameter sifat fisik dan sifat mekanik yang digunakan dalam perancangan lereng keseluruhan adalah hasil pengujian di laboratorium mekanika batuan dan mekanik tanah. Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah kriteria Mohr-Coulumb.

Dari hasil analisis diatas, dapat diambil beberapa poin penting, yaitu:

  • Rekomendasi untuk geometri lereng penambangan yaitu lebar berm 5 m, tinggi 5 m dengan sudut kemiringan 450.
  • Geometri lereng keseluruhan untuk penampang A-A dengan tinggi 51,13 m dan sudut kemiringan sebesar 290.
  • Faktor yang berpengaruh pada kestabilan lereng adalah geometri lereng dan tinggi muka air tanah (TMA).
  • Potensi longsor yan terjadi di daerah penelitian adalah jenis longsor busur.

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai stabilisasi lereng dengan menggunakan teknik Water Control yaitu dengan cara pengendalian air permukaan dan pengendalian air tanah.

Contoh Ringkasan Pendek: Slime sebagai Mainan Favorit Masa Kini

Jiggly watery slime menjadi salah satu jenis slime yang paling banyak digemari dan disukai anak-anak, karena memiliki tekstur seperti air, namun mempunyai warna yang sangat menarik.

Selain bisa digunakan sebagai mainan. Ternyata, slime juga bisa digunakan untuk membersihkan keyboard laptop atau komputer, handphone, dan lain sebagainya.

Slime bisa dapatkan di toko mainan anak-anak, namun kamu juga bisa membuatnya sendiri dengan cara mencampur beberapa jenis bahan dan prosesnya pun tidak terlalu sulit. Berikut cara membuat slime:

Bahan-bahan:

  • Slime antivactor.
  • 1 botol baby oil.
  • Pewarna makanan (sesuai selera).
  • 1 botol lem povinal.
  • Sendok dan piring.

Langkah-langkah:

  1. Campur lem povinal dengan pewarna makanan dalam piring hingga warna merata.
  2. Setelah tercampur rata, selanjutnya tambahkan slime antivactor dengan cara menuangkannya sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk gel.
  3. Kemudian tambahkan baby oil agar slime tidak lengket di tangan.
  4. Selesai dan slime siap untuk digunakan.

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian ringkasan, semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat!

Apabila ada kekurangan atau kamu ada pertanyaan soal pembahasan di atas, silakan sampaikan pada kolom komentar di bawah.

Tinggalkan komentar