Pengertian seni keramik

Pengertian Seni Keramik

Perabotan rumah tangga yang memiliki bentuk sederhana seperti kendi, piring, mangkuk, dan gelas, disebut dengan pengertian seni keramik.

Seiring berjalananya waktu perkembangannya seni keramik melahirkan inovasi-inovasi dengan berbagai macam bentuk dan fungsinya.

Dalam membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik, karena dalam prosesnya berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun yang lainnya.

Untuk lebih mengetahui mengenai seni keramik, silahkan simak materinya dibawah ini.

Pengertian Seni Keramik

Seni kriya keramik

Seni keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik yang diubah menjadi karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer.

Seni keramik sendiri termasuk kedalam salah satu jenis Seni Kriya, istilah seni kriya berasal dari bahasa Sansekerta dari kata krya yang berarti mengerjakan.

Jika disimpulkan arti krya ialah mengerjakan sesuatu hal untuk menghasilkan sebuah benda atau objek. Namun, semakin berkembang disebutlah seni kriya.

Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kriya diartikan sebagai pekerjaan (kerajinan tangan).

Dalam bahasa Inggris disebut craft yang bermakna energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam mengerjakan atau membuat sesuatu.

Tembikar/ keramik di Zaman Neolitikum menjadi sebuah hiasan sebagai lambang atau simbol kehidupan spritual.

Di periode selanjutnya, seni kriya berkembang baik dalam aspek fungsi, peningkatan kualitas bahan, bentuk, dan corak hiasannya hingga saat ini.

Awal Mula Kata Keramik

Perkembangan seni keramik

Keramik berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu “keramos/ keramikos” artinya benda yang terbuat dari tanah liat yang melalui proses pembakaran.

Istilah ini biasanya umum digunakan untuk studi seni dari pottery, karena mulanya benda yang dibuat pertama kali oleh manusia terbuat dari  tanah liat yakni berupa piring, kendi dan lainnya.

Dari waktu ke waktu pengertian seni keramik pun berubah dan semakin luas, salah satunya menurut Balai Besar Keramik Bandung, definisi keramik adalah sebagai berikut:

  • Keramik merupakan produk yang terbuat dari bahan galian anorganik non-logam yang telah mengalami proses panas yang tinggi, bahannya pun mempunyai struktur kristalin dan non-kristalin.
  • Bahan-bahan yang dibakar dengan suhu tinggi yang didalamnya terdapat semen, gibs, dan lain sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan sebutan keramik jadi bervariasi seperti tembikar,gerabah, porselin, dsb.

Bahan Membuat Keramik

Bahan untuk membuat seni kriya keramik

Dalam membuat keramik terdapat bahan-bahan tertentu yang dipergunakan oleh pembuat keramik, ada 3 macam bahan, berikut penjelasannya:

1. Tanah Liat

Didalam tanah liat terdapat empat kandungan utama diantaranya kaolinite, montmorillinote, halloysite dan illite. Dengan adanya perbedaan antara kandungan tanah maka akan menghasilkan sifat yang berbeda pula.

Sifat yang penting dalam tanah liat disebut plastisitas yang artinya kemampuan dibentuk tanpa mudah retak, kemampuan dilebur (fusibilitas), bahan baku pasir (kwarsa) dan sebagai bahan non plastik (fungsi).

2. Pasir

Pasir berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silika; maka pasir maka akan menyebabkan keretakan pada saat pembakaran berlangsung.

3. Feldspar

Feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuat keramik serta menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya adalah K-feldspar, Na-feldspar dan Ca-feldspar.

Proses Pembuatan Keramik

Tahap pembuatan keramik

Dalam proses pembuatan keramik ada 5 tahapan yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut.

1. Pengolahan Bahan

Dalam tahapan ini para pengrajin akan mencampurkan bahan tanah liat dengan material yang lain termasuk air.

Tujuannya untuk mengolah bahan baku dari material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai, pengolahan ini bisa dilakukan dengan metode basah atau kering, dengan cara manual maupun manisal.

Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan, antara lain:

  • Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan menggunakan ball mill. Penyaringan ini bertujuan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak sama.
  • Melakukan pencampuran serta pengadukan, bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen. Pengadukan ini dilakukan dengan cara manual ataupun masinal dengan menggunakan blunger maupun mixer.
  • Pengurangan kadar air, bertujuan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis, proses ini dilakukan dengan cara diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filter press.
  • Pengulian, bertujuan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Pembentukan

Dalam proses pembentukan ini ada 3 teknik yang kerap digunakan diantaranya adalah:

  • Teknik Pijit Tekan

Teknik pijit tekan (pinching) merupakan teknik yang paling populer dikalangan para pengarajin keramik. Pada teknik ini pembentukan badan keramik dilakukan secara manual.

Cara menggunakan teknik yaitu; tanah liat cukup dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.

  • Teknik Pilin

Teknik pilin (coiling) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Cara menggunakan teknik ini tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.

  • Teknik Lempengan

Teknik lempengan (slabbing) adalah pembentukan badan keramik dengan cara membentuk lempengan rol. Lempengan kerap digunakan untuk membuat sebuah keramik yang berbentuk persegi/ silinder.

  • Teknik Putar

Teknik putar atau disebut juga teknik pilin merupakan proses pembentukan badan keramik menggunakan alat putar kaki (kickwheel).

Keramik yang dibuat menggunakan teknik putar biasanya menghasilkan bentuk yang simetris.

Pembuatan keramik menggunakan teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dibanding teknik lain.

Oleh karena itu diperlukan waktu yang tidak sebentar dalam melatih jari-jari agar terebntuk feeling dalam waktu membuat keramik.

  • Teknik Cetak

Dalam teknik ini keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Melainkan menggunakan bantuan cetakan yang dibuat dari gipsum.

Dalam melakukan teknik cetal terdapat 2 cara yaitu:

  1. Cetak padat, pada teknik ini bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis.
  2. Cetak tuang (slip), bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/ lumpur.

Kelebihan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis.

3. Pengeringan

Setelah keramik telah selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang mengendap pada badan keramik.

Ketika badan keramik plastis dihilangkan akan terjadi 3 proses penting yakni:

  • Air pada lapisan antar partikel lembung mendifusi ke permurkaan, menguap sampai partikel-partikel yang lain bersentuhan dan reduksi berhenti.
  • Air yang terserap pada permukaan partikel menghilang.
  • Air dalam pori menghilang tanpa terjadi surut.

Secara tidak langsung tahap-tahap ini menerangkan bahwa, mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak.

4. Pembakaran

Dalam proses ini tanah liat yang rapuh diubah menjadi benda padat, keras dan kuat. Selama pembakaran berlangsung, badan keramik akan bereaksi penting, hilang atau muncul fase-fase mineral, serta hilang berat.

Proses pembakaran ini merupakan inti dari pembuatan keramik, dimana pada tahap ini massa yang rapuh diubah menjadi massa yang padat,keras dan kuat, pembakaran ini dilakukan di dalam sebuah tungku yang bersuhu tinggi kisaran 700-1000oC.

5. Pengglasiran

Diurutan terakhir ada pengglasiran, tahap ini merupakan proses pembuatan keramik yang dilakukan sebelum pembakaran glasir.

Saat proses ini dilakukan benda keramik biscuit dilapisi glasir dengan cara dituang, dicelup, disemprot/ dikuas.

Pelapisan glasir yang dilakukan dengan cara dicelup dan dituang, biasanya pada benda-benda yang berukuran kecil sampai sedang. Sedangkan pelapisan glasir dengan cara penyemprotan dilakukan pada benda besar.

Fungsi/ tujuan glasir untuk menambah keindahan, agar lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu dalam keramik.

Fungsi Seni Keramik

Fungsi keramik sebagai seni kriya

Fungsi keramik sebagai seni kriya, antara lain sebagai berikut:

  • Dekorasi

Banyak produk seni kriya yang digunakan sebagai benda pajangan. Dalam hal ini seni kriya lebih mengutamakan keindahan daripada kegunaan oleh karena itu seiring berkembangnya waktu seni kriya ini banyak mengalami berbagai inovasi. Contohnya; hiasan dinding, ukiran, patung, dsb.

  • Benda Terapan

Seni kriya yang lebih mengutamakan kegunaan sebagai benda siap pakai. Contohnya;furniture, keramik, dsb.

  • Benda Mainan

Seni kriya sebagai alat permainan dengan bentuk yang sederhana. Contohnya; kipas, boneka, kertas, congklak, dan lainnya.

Klasifikasi Keramik

Klasifikasi keramik

Perlu diketahui bahwa keramik pada prinsipnya dibedakan menjadi 2 yakni; keramik tradisional dan keramik halus. Adapun penjelasan dari masing-masing keramik adalah sebagai berikut.

1. Keramik Tradisional

Keramik tradisional adalah keramik yang komposisi utamanya berasal bahan alam, seperti; kuarsa, kaolin, dsb. Contoh dari keramik tradisional yaitu; industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).

2. Keramik Halus

Keramik halus atau bahasa inggris disebut fine ceramics adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti; AI2O3, ZrO2, MgO, dsb.

Penggunaan elemen tersebut digunakan untuk pemanas, semikonduktor, komponen turbin dan juga sangat berguna dalam bidang medis.

Sifat Keramik

Sifat keramik

Sifat yang umum dan mudah sekali dilihat pada kebanyakan jenis keramik ialah mudah rapuh dan gampang pecah.

Hal ini dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah yang meliputi gerabah, kendi, gelas dan lain sebagainya.

Namun sifat yang rapuh ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama pada jenis keramik hasil sintering dan campuran sintering antara keramik dengan logam.

Industri Seni Keramik

Industri keramik di Indonesia

Di Indonesia mungkin sebagian orang lebih mengenal kasongan atau gerabah. Hal ini karena industri keramik di era sekarang bukan hanya sebuah seni, tetapi telah memasuki era bisnis yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Salah satunya adalah Rumah Keramik F Widayanto yang berlokasi di Tanah Baru, Beji, Depok. Rumah tersebut merupakan sebuah wadah penghasil keramik yang sekaligus menjadi tempat belajar bagi orang yang ingin membuat keramik.

Keramik yang paling bagus adalah, keramik yang tekanannya padat dan rapih, sehingga dapat menghasilkan kesempurnaan.

Melihat kreasi dan tingkat kesulitannya, tentu saja seni keramik harus tetap dilestarikan, karena termasuk salah satu warisan nenek moyang yang sangat berharga.

1 komentar untuk “Pengertian Seni Keramik”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *