Pengertian seni lukis

Pengertian Seni Lukis

Pengertian seni lukis adalah salah satu cabang seni rupa yang diaplikasikan kedalam dua dimensi melalui media kanvas.

Lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan, dan memuat gambar abstrak/ ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentif (tidak menyerupai apapun).

Adapun pengertian seni lukis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) adalah karya berbentuk gambar, yang dibuat dengan menggunakan beragam media, seperti; pulpen, pensil, kuas, dsb.

Dalam melakukan kegiatan melukis tentu saja memerlukan keahlian dan tidak sembarangan.

Bahkan banyak orang yang belajar melukis dalam waktu yang lama hanya untuk menciptkan sebuah lukisan yang baik dan bernilai tinggi.

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Melukis menurut para ahli

Untuk lebih memahami apa itu seni lukis, berikut ini adalah pengertian seni lukis menurut para ahli:

1. Galeria Fasya Art Studio

Seni lukis adalah seni rupa, yang dimana wujud dari lukis itu sendiri berbentuk karya dua dimensi (dwi matra).

2. Aristoteles

Pengertian seni lukis menurut Aristoteles merupakan sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

3. Harry Sulastianto

Harry Sulastiano mengemukakan bahwa seni lukis merupakan cabang seni rupa murni berwujud dua dimensi, yang dimana proses pembuatannya dilakukan diatas kanvas dengan menggunakan cat minyak/ cat akrilik.

4. Myers (1962)

Seni lukis adalah sebuah nilai-nilai intelektual, emosional, religius, simbolis, dan nilai-nilai subyektif yang lainnya.

5. Soni Ade dan Imam R

Seni lukis menurut Soni Ade dan Imam R adalah kekuatan peradaban manusia dan kekuatan budaya, sebab dalam melakukan kegiatan ini seseorang dilatih jeli, cermat dalam mengamati fenomena alam dan kehidupan.

Sejarah Seni Lukis

Sejarah seni lukis

Sejarah seni lukis sebelum berkembang di Indonesia ini terbagi menjadi beberapa periode/ zaman.

Berikut ini adalah sejarah singkat perkembangan seni lukis mulai dari zaman prasejarah, klasik, pertengahan, renaissance, art nouveau, dan di Indonesia.

Zaman Prasejarah

Secara historis, seni lukis adalah gambar-gambar peninggalan prasejarah yang memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan.

Pada awalnya sebuah lukisan/ gambar bisa dibuat dari bahan yang sederhana seperti; kapur, arang, dan bahan lainnya.

Salah satu teknik seni lukis yang terkenal pada saat itu adalah dengan cara menempelkan tangan pada dinding gua, lalu menyemburkannya dengan kunyahan daun/ batu mineral yang berwarna.

Zaman Klasik

Seni lukis di zaman klasik cenderung difungsikan sebagai tujuan mistisme, sebagai sarana masyarakat akan kepercayaan disaat belum berkembangnya agama.

Selain itu seni lukis digunakan sebagai bentuk propaganda, seperti contoh pada grafiti reruntuhan kota Pompeii.

Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahun di zaman itu, orang-orang mulai menyadari bahwa lukisan tersebut bisa dijadikan sebagai sarana komunikasi yang baik.

Kemampuan manusia untuk menetap secara sempurna pun telah memberikan kesadaran bagi mereka betapa pentingnya keindahan dan perkembangan peradaban.

Sehingga banyak seniman pada zaman ini yang membuat lukisan dibuat semirip mungkin dengan objek aslinya, tujuannya untuk memperindah tempat tinggal mereka.

Zaman Pertengahan

Pada masa ini seni lukis seringkali disangkut pautkan dengan pengaruh agama sehingga seni lukis dianggap sihir yang dapat menjauhkan manusia dari pengabdian Tuhan.

Karena banyak pro kontra mengenai seni lukis. Akibatnya seni lukis tidak lagi berjalan sesuai realitas, banyak karya lukis yang berbetuk simbolisme sehingga untuk zaman ini sangat sulit untuk menemukan lukisan yang dikategorikan bagus/ berkualitas.

Zaman Renaissance

Pada zaman Renaissance, dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze membuat adanya sinergi dan gebrakan baru lahir dikebudayaan Eropa.

Pada zaman ini seni tidak lagi dianggap sebagai sihir. Namun, digunakan sebagai alat untuk merebut kembali kekuasaan yang telah dirampas Turki.

Pada zaman Renaissance ada beberapa tokoh yang cukup berpengaruh, antara lain:

  • Raphael.
  • Tomassi.
  • Donatello.
  • Leonardo da Vinci.
  • Michaelangelo.

Zaman Art Nouveau

Pada zaman Art Nouveau yang dimulai sejak revolusi industri Inggris. Pada masa ini lukisan, karya seni rupa, dan seni kriya diarahkan pada kurva halus yang terinpirasi dari keindahan alam.

Sehingga pada zaman ini keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin.

Perkembangan Seni Lukis di Indonesia

Perkembangan seni lukis di Indonesia mulai dikenal sejak masuknya penjajah Belanda ke Indonesia.

Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada saat itu adalah aliran romantisme yang membuat banyak pelukis Indonesia turut ikut mengembangkan aliran ini.

Seniman yang terkenal pada zaman ini adalah Raden Sale Syarif Bustaman. Namun, tidak seperti pada zaman Renaisans Eropa perkembangan seni lukis di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema romantisme menjadi ke arah kerakyatan.

Hal ini karena objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme.

Pada tahun 1950 gerakan manifesto kebudayaan dilakukan, dengan tujuan membebaskan karya seni untuk kepentingan politik, hingga era ekspresionisme pun dimulai.

Sehingga seni lukis konvensional dengan aneka gaya menghiasi galeri bukan sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat melainkan bisnis alternatif dari investasi.

Unsur-unsur Seni Lukis

Unsur seni lukis

Seni lukis mempunyai dua unsur seni yang terkandung didalamnya yakni unsur visual dan non-visual.

Unsur visual adalah unsur yang bisa dilihat maupun dibuat oleh sang pelukis (sesuai dengan keinginannya). Sedangkan unsur non-visual merupakan pengembangan dari unsur visual yang dilakukan oleh seorang pelukis.

Unsur visual seni lukis mencakup:

  • Garis (line).
  • Bidang (field).
  • Titik (point).
  • Ruang (space).
  • Warna (color).

Sedangkan untuk unsur non-visual meliputi:

  • Pandangan hidup.
  • Imajinasi.
  • Konsep.
  • Pengalaman.
  • Sikap artistik dan estetik

Fungsi Seni Lukis

Fungsi seni lukis

Fungsi seni lukis dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Fungsi Primer

Fungsi primer dari seni lukis adalah membuat suatu ketertarikan kepada lukisan yang diciptakan.

Maksudnya sebuah karya seni dibuat tujuannya untuk mengungkapkan perasaan dan ekspresi pribadi pelukis.

Sementara bagi pengunjung yang melihatnya, akan muncul ketertarikan pada lukisan yang diciptakan dan dapat menenangkan hati para pengunjung.

2. Fungsi Sekunder

Fungsi sekunder seni lukis yaitu sebagai ekspresi/ unsur yang dapat memunculkan ketertarikan tersendiri. Namun, lebih ke sesuatu yang bisa difungsikan

Dalam hal ini seni lukis mempunyai fungsi utama yaitu sebagai sarana komunikasi yang baik bila tidak ada obyek yang nampak secara visual.

Selain itu, lukisan dapat difungsikan untuk bisnis yakni dengan menjual hasil karya lukisan kepada orang lain yang membutuhkan lukisan tertentu sebagai hiasan ataupun koleksi.

3. Fungsi Fisik

Fungsi fisik seni lukis lebih dikhususkan pada nilai-nilai estetika yang didapatkan dari lukisan tersebut, contoh; lukisan yang digunakan sebagai penghias ruangan dapat menambah nilai estetika tempat atau ruangan yang ditempatinya.

Sehingga orang akan terkesan ketika berkunjung ke ruangan tersebut, bahkan dapat termotivasi, terlebih lagi bila lukisan tersebut mengandung ekspresi yang kuat.

Alat dan Bahan Seni Lukis

Alat-alat seni lukis

Alat lukis menjadi salah satu faktor utama dalam membuat lukisan karena dengan peralatan yang tepat akan menghasilkan karya seni yang bagus.

Dalam penggunaan alat lukis ini pun sangat bergantung pada media, teknik, aliran, dan tema yang akan dibuat.

Secara umum beberapa alat seni lukis yang sering dipakai, adalah sebagai berikut:

1. Alat Seni Lukis

  • Kuas.
  • Palet.
  • Kanvas.
  • Tinner.
  • Easel/ penjepit kanvas.
  • Pisau palet.

2. Bahan-bahan Seni Lukis

Bahan yang digunakan dalam kegitan melukis diantaranya adalah cat air, cat minyak, cat poster, cat akrilik, cat tekstil, dan tinta bak. Tetapi selain itu, kerap juga menggunakan pensil warna, pastel/ krayon sebagai bahan seni lukis.

Tujuan Seni Lukis

Tujuan dibuat lukisan

Adapun tujuan seni lukis secara umum yaitu; tujuan komersial, ekspresi, estetis, kritik sosial, simbolis, religius, komersil, dan magis. Berikut penjelasannya:

  • Tujuan Komersil

Seni lukis sebagai tujuan komersil maksudnya pelukis mempunyai keinginan melukis atas dasar mengutamakan selera/ pelanggan karya seni.

  • Tujuan Ekspresi

Tujuan ini mempunyai arti bahwa pelukis bebas mengekspresikan perasaannya tanpa keterlibatan unsur lain.

  • Tujuan Estetis

Tujuan estetis yaitu karya lukis yang mengutamakan keindahan sehinggga dapat nikmati sebagai dekorasi penghias.

  • Tujuan Kritik Sosial

Tujuan ini untuk menggambarkan kesenjangan sosial/ politik.

  • Tujuan Simbolis

Tujuan simbolis bermakna bahwa seniman mempunyai tujuan untuk mengagambarkan sesuatu, seperti; simbol kekuatan, simbol kepahlawanan, dsb.

  • Tujuan Religius

Pada tujuan religius biasanya karya seni dijadikan sebagai bentuk pengabdian/ persembahan kepada Tuhan, Dewa, atau nenek moyang baik politheisme maupun monotheisme.

  • Tujuan Magis

Tujuan magis, biasanya karya seni lukis dijadikan sebagai bahan untuk mendatangkan sihir/ magis.

Teknik Seni Lukis

Teknik melukis

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam seni lukis. Tentu saja dengan menggunakan teknik yang tepat akan menghasilkan gambar yang bagus dan berkualitas tinggi.

Berikut adalah teknik seni lukis yang paling populer dan masih digunakan hingga sekarang.

1. Teknik Aquarel

Aquarel

Teknik aquarel (aquerelle) adalah jenis teknik seni lukis yang menggunakan bahan dasar berupa cat air.

Sapuan warna yang digunakan pun berbentuk halus dan tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan lebih bernuansa ringan dan transparan.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengaplikasikan teknik aquarel, antara lain:

  • Menggunakan cat air berkualitas tinggi dan kertas aquarelle.
  • Meskipun dari segi harga, kertas aquarelle lebih mahal, tapi akan menghasilkan lukisan yang lebih bagus.
  • Memilih kuas yang sesuai dengan teknik ini.

2. Teknik Plakat

Seni lukis teknik plakat

Teknik plakat dalam seni lukis biasanya menggunakan cat berbahan dasar cat air, cat akrilik, dan cat minyak.

Sapuan dalam teknik ini biasanya menggunakan sapuan lebih tebal dengan komposisi cat yang kental sehingga menghasilkan lukisan yang lebih colorfull.

Teknik plakat merupakan salah satu jenis teknik lukis yang sering dipakai oleh seniman profesional untuk membuat lukisan indah dan menawan serta bernilai jual tinggi.

3. Teknik Spray

Teknik seni lukis spray

Teknik spray adalah teknik lukis gaya baru dengan cara menyemprotkan cat ke papan/ media lukis.

Tujuan digunakannya teknik lukis ini adalah agar menghasilkan lukisan yang halus dan dari segi visual tampak lebih nyata.

Apabila kamu melihat seni grafitti pada tembok jalanan atau sebuah gedung dan rumah yang tidak terpakai, maka itu adalah contoh lukisan menggunakan teknik spray.

4. Teknik Pointilis

Cara melukis menggunakan teknik pointilis

Teknik lukis pointilis merupakan teknik yang membutuhkan kesabaran dalam proses pembuatannya ketimbang jenis teknik lainnya.

Hal ini karena teknik pointilis menggunakan unsur titik-titik agar menghasilkan lukisan yang indah dan menawan.

Teknik ini menggunakan beberapa warna (gradasi) sehingga tercipta warna yang indah untuk mengatur tingkat terang dan gelap dari lukisan itu.

5. Teknik Tempera

Seni lukis teknik tempera

Pada teknik seni lukis tempera media yang digunakan adalah kayu pengganti kanvas/ bisa juga melukis di atas permukaan tembok.

Teknik lukis ini menggunakan kuning telur sebagai bahan untuk merekatkan warna pada tulisan.

Pelopor dari teknik lukis ini adalah Simone Martini serta Duccio yang berasal dari Italia. Mereka adalah dua orang seniman yang sangat terkenal pada masa itu.

Teknik ini pernah mencapai masa keemasan pada tahun 1200-1500-an di tanah Eropa.

6. Teknik Basah

Seni lukis teknik basah

Pada teknik lukis basah biasanya cat akan dibuat menjadi lebih encer dengan mencampurkan dengan bahan-bahan tertentu seperti linseed oil.

Setelah mencapai batas kekentalan tertentu, barulah cat tersebut bisa digunakan untuk memoles permukaan kanvas.

Dalam teknik ini kanvas yang digunakan adalah jenis kanvas dengan bulu yang panjang.

Kelebihan teknik basah dalam seni lukis, antara lain:

  • Lukisan terlihat lebih bersih dan proses pemblokan warna cenderung lebih cepat.
  • Di dalam melukis memakai teknik basah ini memerlukan cat minyak yang relatif sedikit.
  • Cat yang masih menempel di palet masih bisa dipakai untuk melukis.

7. Teknik Kering

Cara melukis menggunakan teknik kering

Berbeda dengan teknik basah. Teknik lukis kering tidak membutuhkan campuran berupa linseed oil untuk melukis.

Kuas yang digunakan dalam teknik ini juga harus kering dan tidak berminyak.

Teknik ini sangat cocok untuk membuat lukisan dengan kesan bervolume serta bernuansa keruangan layakanya surealisme, realisme, dan naturalism.

Kelebihan teknik kering dalam seni lukis, antara lain:

  • Lebih gampang mengontrol detail dari lukisan tersebut.
  • Kelebihan yang kedua yaitu gampang menghapus warna dengan cara menumpuk warna yang lainnya.
  • Lebih gampang untuk membentuk objek, karena cat yang cepat kering sehingga kesan ruang akan terlihat lebih indah dan menarik.

8. Teknik Campuran

Teknik campuran adalah salah satu teknik lukis yang mengkombinasikan dua teknik/ lebih dengan tujuan untuk menghasilkan karya yang lebih elegan.

Sebagai contoh:

Kamu dapat mengkombinasikan teknik basah dan teknik kering dengan cara memanfaatkan teknik kering terlebih dahulu, kemudian melapisinya dengan teknik basah.

Kelebihan teknik campuran dalam seni lukis, antara lain:

  • Pembentukan sebuah objek lukisan lebih gampang dan detail sebab memakai teknik kering.
  • Pewarnaan lebih cepat karena pengkombinasian dengan teknik basah.

Jenis-jenis Seni Lukis

Jenis seni lukis

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa seni lukis memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jenis seni lukis yang cukup banyak tersebar dikalangan pelukis.

Berikut ini jenis aliran seni lukis yang sudah populer dikalangan para seniman.

1. Aliran Realisme

Seni lukis aliran realisme

Aliran realisme merupakan aliran seni lukis yang menyampaikan karya seni lukis dengan apa adanya di dalam kehidupan nyata.

Ciri-ciri aliran seni lukis realisme, yaitu:

  • Menggambarkan kehidupan sehari-hari.
  • Lebih terlihat nyata.
  • Lukisan yang dibuat lebih terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.

Tokoh seni lukis aliran realisme, antara lain:

  • Gastove Cobert.
  • Honore Umier.
  • Fransisco de Goya.

2. Aliran Surealisme

Seni lukis aliran surealisme

Aliran surealisme merupakan aliran yang sangat dekat dan erat dengan dunia fantasi atau imajinasi. Lukisan aliran ini seringkali memiliki bentuk aneh seperti khayalan dan tidak logis.

Ciri-ciri aliran seni lukis surealisme, yaitu:

  • Penuh dengan khayalan dan fantasi.
  • Lukisan yang dibuat terkesan aneh.

Tokoh seni lukis aliran surealisme, antara lain:

  • Joan Miro.
  • Andre Masson.
  • Salvador Dalli.
  • Sudiarjo.
  • Amang Rahman.

3. Aliran Romantisme

Seni lukis aliran romantisme

Aliran romantisme merupakan aliran seni lukis yang menunjukkan lukisan dengan fantastik dan nuansa indah serta ketenangan.

Aliran ini menggambarkan tentang suatu hal yang bersifat romance, seperti sebuah tragedi, sejarah, dan pemandangan alam.

Ciri-ciri aliran seni lukis romantisme, yaitu:

  • Penuh gerak dan dinamis.
  • Mempunyai kandungan makna emosional yang tinggi.
  • Memiliki warna bersifat kontras dan meriah.
  • Mengandung makna yang menyentuh perasaan penikmatnya.
  • Pengaturan komposisi pendukung lukisan memberikan kesan yang dinamis.
  • Lukisan romantisme memiliki sebuah kemewahan yang lebih dari kenyataan.

Tokoh seni lukis aliran surealisme, antara lain:

  • Theodore Gercault.
  • Eugene Delacroix.
  • Raden Saleh.
  • Jean Baptiste.

Suka sastra? Simak juga yuk materinya!

4. Aliran Naturalisme

naturalisme

Aliran naturalisme merupakan aliran seni lukis yang menampilkan suatu objek lukisan secara alami.

Aliran naturalisme memiliki sedikit persamaan dengan realisme. Bedanya di aliran naturalisme memiliki salah satu tambahan agar mendapatkan hasil yang lebih bagus.

Ciri-ciri aliran seni lukis naturalisme, yaitu:

  • Mempunyai gradasi warna yang bermacam-macam.
  • Lukisan naturalis umumnya bertemakan alam.
  • Memiliki perbandingan susunan yang kompleks antara tekstur, perspektif, pewarnaan, dan gelap terang.

Tokoh seni lukis aliran naturalisme, antara lain:

  • Raden Saleh.
  • Gambir Anom.
  • Abdullah Sudiro Subroto.
  • Trubus.
  • Basuki Abdullah.

5. Aliran Impresionisme

Contoh lukisan aliran impresionisme

Aliran impresionisme merupakan aliran seni lukis yang berusaha menampilkan kesan/ pesan yang ditangkap oleh objek.

Biasanya hasil untuk aliran seni lukis jenis ini memiliki gambar yang kurang detail sehingga terlihat bahwa hasil lukisan sedikit kabur.

Ciri-ciri aliran seni lukis impresionisme, yaitu:

  • Penggoresan cat dari kuas tebal dan pendek dengan memiliki gaya mirip penggambaran sketsa.
  • Warna yang diperoleh karena pencampuran pegmen dari beberapa cat. Hal ini agar warna tercampur secara optis oleh retina.
  • Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.
  • Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari sebuah objek untuk kemudian diterapkan ke dalam lukisan.
  • Lukisan ini dibuat diluar ruangan (en plein air).

Tokoh seni lukis aliran impresionisme, antara lain:

  • Aguste Renoir.
  • Claude Monet.
  • Sisley.
  • Casmile Pissaro.
  • Mary Cassat.
  • Edward Degas.

6. Aliran Ekspresionisme

Seni lukis eksperisionisme

Aliran ekspreonisme adalah aliran seni lukis yang memberikan distorsi dalam bentuk dan warna dengan tujuan menciptakan emosi baik dari dalam atau dari objek.

Ciri-ciri aliran seni lukis ekspreonisme, yaitu:

  • Pengungkapan berwujud gambaran dari sebuah angan-angan/ imajinasi.
  • Lebih mengungkapkan perasaan seseorang.
  • Sebagai pengungkapan emosional dari seorang seniman.

Tokoh seni lukis aliran ekspreonisme, antara lain:

  • Vincent Van Gogh.
  • Ernast Ludwig.
  • Paul Gaugiuin.
  • Zaini.
  • Affandi.
  • Popo Iskandar.

7. Aliran Abstraksionisme

Seni lukisan aliran abstraksionisme

Aliran abstraksionisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Ciri-ciri aliran seni lukis abstraksionisme, yaitu:

  • Perpaduan dari warna yang sangat perspektif.
  • Mempunyai bentuk yang tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada.
  • Pemakaian garis, warna, serta bentuk yang ditampilkan tidak mengindahkan dari bentuk asli objek.

Tokoh seni lukis aliran abstraksionisme, antara lain:

  • Clyfford Stil.
  • Mark Rothko.
  • Adolf Git Lieb.
  • Bornet Newman.
  • Robert Montherwell.

8. Aliran Kubisme

Seni lukisan aliran kubisme

Aliran kubisme merupakan aliran seni rupa yang menyederhanakan objek nyata berbentuk geometris seperti; segitiga, kubus, lingkaran, kerucut, dsb.

Ciri-ciri aliran seni lukis kubisme, yaitu:

  • Memperpadukan warna yang sangat perspektif.
  • Memiliki bentuk geometris.

Tokoh seni lukis aliran kubisme, antara lain:

  • Robert Delaunay.
  • Albert Glazes.
  • Braque.
  • Fernand Lager.
  • Mezinger.
  • Pablo Picasso.
  • Gezanne.

9. Aliran Dadaisme

Seni lukis aliran dadaisme

Aliran dadaisme merupakan aliran seni rupa yang menyajikam karya seni artistik dengan bentuk yang seram, aneh, magis, kekanak-kanakan/ naive, dan terkadang mengesankan.

Ciri-ciri aliran seni lukis dadaisme, yaitu:

  • Pewarnaan yang tajam.
  • Memiliki warna yang kontras.
  • Menggambarkan karakter yang aneh.

Tokoh seni lukis aliran dadaisme, antara lain:

  • Duchamp.
  • Roull Haussman.
  • Hans Arp.

10. Aliran Gotik

Seni lukis aliran gotik

Aliran gotik merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek dengan menggunakan garis tebal dengan bentuk tipis serta menjelaskan suatu lukisan berdasarkan warna.

Ciri-ciri aliran seni lukis gotik, yaitu:

  • Objek yang dilukis biasanya adalah tokoh suci, ksatria, raja, dan ratu.
  • Lukisan gaya ini banyak terdapat di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah, dan juga kastil/ bangunan tua.

Tokoh seni lukis aliran gotik, antara lain:

  • Pieter Droughel.
  • Jan Van Eyck.
  • Albert Durer.
  • Mathias Grunnewald.

11. Aliran Fauvisme

Seni lukis aliran fauvisme

Aliran fauvisme merupakan aliran seni rupa yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.

Ciri-ciri aliran seni lukis fauvisme, yaitu:

  • Lukisan yang dihasilkan menggunakan warna yang liar dan kontras.
  • Warna yang dipakai, tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinya.
  • Penggunaan garis dalam lukisan ini di sederhanakan. Sehingga, penikmat lukisan bisa mengetahui keberadaan garis yang jelas dan kuat.

Tokoh seni lukis aliran fauvisme, antara lain:

  • Andre Dirrain.
  • Henry Matisse.
  • Kess Van Dongen.
  • Rauol Dufi.
  • Maurice de Vlamink.

12. Aliran Klasikisme

Seni lukis aliran klasikisme

Aliran klasikisme merupakan aliran seni rupa yang memberikan tampilan gambar klasik dan memiliki karakter dan ciri khas tersendiri.

Aliran ini banyak tersebar di nusantara (Indonesia) dan mancanegara. Biasanya aliran jenis ini mengacu pada kebudayaan Romawi dan Yunani.

Ciri-ciri aliran seni lukis klasikisme, yaitu:

  • Berisi cerita lingkungan istana.
  • Objek yang dilukis dalam wujud hiperbolis.
  • Bentuknya seimbang dan harmonis.
  • Raut muka tenang dan berkesan agung.
  • Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
  • Batasan-batasan warna yang bersih dan statis.

Tokoh seni lukis aliran klasikisme, antara lain:

  • Jan Ingles.
  • Jaques Lovis David.
  • Bartholome Vignon.

13. Aliran Futurisme

Seni lukis aliran futurisme

Aliran futurisme merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan objek lukisan yang telihat seperti bergerak.

Pada aliran ini sebuah objek akan digambarkan dengan beberapa kali secara persepektif, secara sama.

Unsur yang kuat yang terkandung dalam aliran seni lukis jenis ini adalah; keindahan gerak, garis, visual, warna sebagai seni lukis anti-kubisme yang statis.

Ciri-ciri aliran seni lukis futurisme, yaitu:

  • Memperlihatkan kedisiplinan, kedinamisan, dan gaya untuk mengekpresikan kecepatan dan kesamaan waktu.
  • Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain.
  • Memanfaatkan prinsip berbagai sudut pandang.

Tokoh seni lukis aliran futurisme, antara lain:

  • Sculptor.
  • Giacomo Balla.
  • Umberto Boccioni.
  • Carlo Carra.

14. Aliran Konstruktivisme

Seni lukis aliran kontruktivisme

Aliran konstruktivisme adalah aliran seni lukis yang melukiskan wujud bangunan konstruksi bangunan disertai penekanan fokus pada sebuah ruangan.

Ciri-ciri aliran seni lukis konstruktivisme, yaitu:

  • Objek berupa bangunan kuno, klasik, modern/ bangunan apapun.
  • Objek utama yang dilukis adalah bangunan dan latar yang berada di sekitar bangunan.

Tokoh seni lukis aliran konstruktivisme, antara lain:

  • Jim Nyoman Nuarta.
  • Laszlo Moholy-Nagy.
  • Naum Gabo.
  • Liubov Popova.
  • Victor Pasmore.
  • Sprinka.

15. Aliran Pointilisme

Contoh aliran pointilisme

Aliran pointilisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek dengan menggunakan titik-titik.

Ciri-ciri aliran seni lukis pointilisme, yaitu:

  • Objek yang dilukis akan terlihat lebih jelas jika dari kejauhan dan agak baur jika dilihat dari dekat.
  • Titik yang digunakan terdiri dari berbagai macam variasi, baik besar-kecil, tebal-tipis, maupun warna hitam-putih.

Tokoh seni lukis aliran pointilisme, antara lain:

  • Keo Budi Harijanto.
  • Vincent Van Gogh.
  • Seurat’s La Parade.
  • Rijaman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *