Pengertian Seni Peran

Pengertian seni peran

Pengertian Seni Peran – Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan peran, namun tahu gak sih sebenarnya peran itu sendiri apa?

Ya, peran adalah suatu kegiatan yang menunjukan sikap dari sifat yang ditimbulkan dalam diri seseorang.

Pastinya kata peran ini sudah tidak asing lagi ditelinga, apalagi kalau anda sering melihat sebuah perfilman atau sebuah kontes perwayangan yang didalamnya banyak sekali peran-peran yang dilakukan oleh setiap pemainnya. Dan pasti anda memahaminya karakternya bukan?

Dan tahu gak sih? bahwa sebenarnya peran itu adalah sebagian dari ciri khas yang ada dalam diri seseorang? Mengapa?

Karena dengan adanya peran seseorang tersebut dapat dikenali oleh banyak orang. Dan peran itu sendiri termasuk dalam salah satu seni, yaitu seni peran.

Untuk lengkapnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Seni Peran

Seni peran atau  Seni Akting adalah salah satu cabang ilmu seni yang khusus mempelajari bagaimana teknik menciptakan dan memainkan peran (berakting) sebagai seorang tokoh tertentu baik di atas pentas (panggung) maupun dalam sebuah film.

Istilah “Peran” atau “Akting” berasal dari bahasa inggris.

Dalam bahasa Inggris sendiri istilah ini berasal dari kata “to act” yang berarti bertindak, berbuat, melakukan, atau berbuat seolah-olah menjadi diluar dirinya.

Dari kata “to act” inilah kemudian muncul istilah Actor dan Actrees.

  • Sebutan Actor sendiri di peruntukkan untuk pemeran pria. Sedangkan
  • Actrees sebagai sebutan untuk pemeran wanita

Lakon atau naskah juga sangat berpengaruh dalam seni peran, karena nantinya akan menyesuaikan terhadap jenis Seni Teater yang akan dibawakan. Apalagi jika membawakan Teater Tradisional.

Namun perlu diketahui, dalam seni peran, baik teater tradisional maupun teater modern agar tetap terjadi komunikasi antar pemain dan audience. 

Gaya Seni Peran

Seni peran dalam seni tradisional rakyat, menurut pendapat Sembung (1922:33) dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yakni: seni peran komikal, seni peran realistik, dan seni peran dengan gaya agung.

1. Gaya Komikal

Gaya komikal dalam seni peran berarti gaya yang atau ekspresi yang lucu yang harus dihadirkan.

Biasanya gaya ini hadir ketika tokoh pelawak mulai muncul dalam adegan comic relief (bagian komik)

2. Gaya Agung

Seni peran agung biasanya dilakukan pemeran untuk membawakan cerita atau lakon kolosal/kerajaan.

Lakon yang dibawakan pada teater tradisional rakyat sebagaian besar tidak berdasar pada naskah.

Sehingga pemeran tidak menghafal dialog dan harus melakukan improvisasi atau aksi dengan gaya agung (menirukan gaya tokoh kerajaan).

3. Gaya Realistik

Gaya realistik merupakan gaya yang menekankan kenaturalan dan kemiripan dengan tokoh manusia yang aslinya.

Seni peran  gaya realistik ditampilkan oleh pemeran lainnya dalam membawakan lakon bersumber kehidupan sehari-hari, misalnya tokoh sejarah atau hanya sekedar tokoh yang harus tampak alamiah.

Menyesuaikan Gaya Seni Peran

Dari Teater tradisional, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Seni Peran harus menggunakan gaya yang sesuai dengan kebutuhannya.

Hal ini juga berlaku bagi Teater modern bahkan seni film sekalipun. Film akan cenderung membutuhkan gaya yang realistik dan natural.

Sementara itu senitTeater ‘kontemporer’ akan bergerak tanpa batas melewati berbagai gaya akting (bebas).

Teater ‘kontemporer’ dapat bergaya tradisional, adiluhung dan merakyat secara bersamaan dalam satu lakon.

Seni Peran dalam Teater Tradisional

Hal menarik lainnya dari seni tradisional adalah, seorang aktris atau aktor tidak hanya dituntut untuk dapat berakting atau berdialog saja.

Namun, mereka juga harus bisa menari, menyanyi, menabuh serta memahami konsep dasar iringan musik.

Contohnya: seorang dalang dalam pementasan Wayang Golek selain harus dapat fasih bercerita, ia juga harus memiliki kemampuan untuk memainkan wayangnya sendiri.

Persona dan Soft Skill Seni Peran

Seseorang yang berakting akan terlibat dengan banyak orang, karena seni teater atau film melibatkan banyak orang untuk memproduksinya. Oleh karena itu seorang aktor atau aktris harus memiliki pesona, etos kerja dan kemampuan komunikasi yang baik.

Beberapa unsur penting yang harus diperhatikan ketika menjadi pelaku seni peran diantaranya:

  • Berwawasan Dan Mudah Bergaul.

Seorang aktor atau aktris harus peka terhadap berbagai isu-isu aktual agar dapat mengikuti berbagai naskah atau judul film yang akan dimainkan.

Selain itu wawasan juga akan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bergaul dengan unsur lain dalam suatu seni teater atau film.

  • Percaya Diri.

Seorang pemain seni peran dituntut untuk sadar akan kelebihannya tanpa menjadi sombong dan mengenal kekurangannya sendiri tanpa rendah diri.

  • Keberanian Untuk Mencoba Dan Gagal (Trial and Error)

Dibutuhkan agar dapat mengikuti ekspektasi dari semua tim dan kru produksi.

Terkadang karena komunikasi yang kurang baik, keinginan pihak lain seperti sutradara tidak dapat tercapai dan membutuhkan banyak pengambilan ulang adegan atau latihan.

  • Kerja Keras.

Seni ini melibatkan banyak orang yang memiliki kepentingan dan waktu yang berbeda-beda dengan kita.

Sehingga seorang pelaku seni peran harus mampu bekerja keras mengikuti jadwal latihan atau syuting yang cenderung akan selalu padat.

  • Menghindari Kesalahan Pemilihan Tokoh atau Miss Casting.

Seorang aktor harus paham mengenai kebutuhan yang diperlukan dalam lakon atau naskah yang akan ia bawakan.

Jangan sampai over acting, untuk lakon yang harus realistis, begitu juga sebaliknya, harus lebih ekspresif dan emosional dalam lakon yang memang membutuhkannya.

Unsur ekstrinsik persona seorang aktor atau aktris diatas terdengar terlalu umum dan dapat dengan mudah diketahui sebagai common sense.

Hal-hal diatas adalah kemampuan yang harus ada dalam dasar kehidupan, tapi sayangnya masih banyak diacuhkan/ dihiraukan dan jarang di asah dalam keadaan sadar yang terencana oleh orang-orang.

Tanpa pemeran dengan persona dan soft skill yang baik, suatu pertunjukan teater atau film dapat tersendat dalam proses produksinya.

Berbicara soal dasar, selain persona dan soft skill, seorang pemaian seni peran juga harus mengetahui berbagai unsur-unsur pembentuk dari seni peran itu sendiri.

Unsur Seni Peran

Pada dasarnya seorang pemain dalam memainkan seni peran harus prima dan mempesona di atas panggung.

Sebagai rasa tanggung jawab yang dipikulnya, maka seorang pemain atau aktor, aktris untuk senantiasa selalu mengasah kemampuan dirinya agar memiliki kepekaan melalui proses latihan unsur seni peran yakni tubuh, suara dan rasa.

Pentingnya unsur-unsur dalam seni peran adalah untuk memberikan kesempurnaan dan totalitas ekspresi dalam membangun perwatakan peran dan pesan moral.

Berikut ini adalah penjelasan unsur-unsur seni peran diantaranya:

Lakon/Naskah

Lakon dalam bahasa jawa artinya melakukan, melakoni cerita yang dilakukan oleh seorang tokoh.

Unsur lakon ini sangat penting bagi seni teater, karena merupakan nafas atau nyawa untuk menjalin hubungan cerita melalui tokoh atau peran yang dibawakan seorang pemain.

Lakon yang naskah nya ditulis oleh pengarang, di mata seniman teater adalah bahan baku atau sumber ide, gagasan dan pesan moral yang mengilhami untuk berkreativitas seni peran melalui pementasan teater.

Unsur Peran/Penokohan

Penokohan adalah pembagian karakteristik peran, untuk mendukung suatu Lakon.

Contohnya penentuan tokoh protagonis yang merupakan tokoh utama, dan antagonis yang merupakan penghambat atau tokoh yang memiliki konflik dengan pelaku utama

Penokohan didalam seni teater dapat dibagi kedalam beberapa kedudukan peran antara lain:

  • Protagonis ialah tokoh utama yang disebut dengan tokoh putih. Kedudukan tokoh utama ialah yang menggerakan cerita, sehingga cerita memiliki peristiwa dramatic (konflik).
  • Antagonis ialah lawan tokoh utama, atau penghambat pelaku utama. Tokoh Antagonis dan Protagonis biasanya memiliki kekuatan yang sama, artinya sebanding menurut kacamata kelogisan cerita di dalam membangun keutuhan cerita.
  • Deutragonis ialah tokoh yang berpihak kepada tokoh utama. Biasanya tokoh ini membantu tokoh utama dalam menjalankan itikadnya.
  • Foil ialah tokoh yang berpihak kepada lawan tokoh utama. Biasanya tokoh ini membantu tokoh Antagonis dalam menghambat itikad tokoh utama.
  • Tetragonis ialah tokoh yang tidak memihak kepada salah satu tokoh lain, lebih bersifat netral.
  • Confident ialah tokoh yang menjadi tempat pengutaraan tokoh utama.
  • Raisonneur ialah tokoh yang menjadi corong bicara pengarang kepada penonton.
  • Utilitty ialah tokoh pembantu, baik dari kelompok hitam atau putih.

Unsur Suara

Suara atau vokal adalah salah satu unsur utama yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan dialog dari seni teater.

Selain itu di beberapa jenis drama teater akan membutuhkan unsur ini untuk bernyanyi, hingga menirukan berbagai suara diluar manusia, seperti hewan dan benda tertentu.

Unsur Tubuh

Olah tubuh ialah pembelajaran praktik melalui pengolahan atau pelatihan agar tubuh kami memiliki stamina yang kuat, kelenturan tubuh dan daya refleks tubuh.

Unsur Penghayatan

Penghayatan atau penjiwaan yaitu mengisi dan memanipulasi suasana perasaan hati, ketika membawakan tokoh diatas panggung.

Menghayati tokoh yang diperankan sangatlah penting, karena akan memberikan dampak yang besar pada kualitas performans dari seorang aktor/aktris.

Unsur Kostum

Kostum adalah perlengkapan yang dikenakan, menempel atau melekat pada seniman, yang mempunyai fungsi untuk memperindah tubuh pemain dalam aksi seni peran di atas panggung.

Kostum meliputi unsur rias, busana, dan aksesoris. Selain untuk tujuan estetis, kostum juga berfungsi,

Sebagai penguat atau memperjelas watak tokoh, baik secara fisik, psikis, moral atau sosial.

Unsur Ruang

Ruang dalam seni ini merupakan ruang imajiner yang diciptakan pemeran untuk mengolah posisi tubuh dan jarak rentangan tangan dengan anggota badannya.

Terdapat beberapa variasi ruang, yaitu:

  • Lebar (gerak besar),
  • Sedang (gerak wajar),
  • Kecil (gerak menciut).

Contohnya, melalui gerak besar, pemeran akan memberikan suasana sombong/angkuh, menguasai, agung, perbedaan status, dan kebahagiaan atau justru tampak marah.

Unsur Properti

Property yang dimaksud dalam seni peran adalah  semua peralatan yang akan berinteraksi atau digunakan oleh Pemain, baik yang dikenakan maupun yang tidak dikenakan ditubuh.

Biasanya properti dapat dikenakan oleh tangan (handprop) dan berfungsi untuk penguat watak atau karakter seorang pemain, seperti: tas, topi, tongkat, kipas, busur, golok, dll.

Unsur Musikal

Unsur musikal atau unsur pengisi, penguat, pembangunan suasana laku seni peran di atas pentas meliputi, irama suasana hati atau sukma dalam membangun irama.

Teknik Dasar Seni Peran

Teknik dasar peran adalah metode dan strategi dasar dalam melakukan atau memainkan peran.

Selain teknik, teknik dasar seni peran juga melibatkan berbagai latihan untuk mempersiapkan tubuh seorang pemain. Teknik dasar seni peran meliputi:

  • Olah Tubuh. Latihan dasar untuk menjaga stamina dan kelenturan tubuh.
  • Olah Suara/Vokal. Latihan untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan vokal.
  • Olah Rasa. Latihan untuk meningkatkan kemampuan penghayatan dan imajinasi.
  • Ruang. Merupakan kemampuan untuk mengetahui kebutuhan suatu ruang pergerakan dari fragmen atau adegan.

Kreativitas Seni Peran

Kreativitas seni peran ialah suatu metode atau cara untuk mengoptimalkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pembelajaran seni peran terhadap penguasaan dan pengolahaan tubuh, suara, sukma dan pikir.

Ada beberapa langkah dalam kreativitas seni peran antara lain:

  • Sebelum berlatih seni peran dibiasakan melakukan olah tubuh atau minimal pemanasan, peregangan dan melatih ekspresi tubuh, wajah, mulut, vokal dan sukma yang kamu akan gunakan dalam mengeklorasi watak tokoh dalam seni peran.
  • Baca naskah terlebih dahulu sampai tuntas secara sendiri atau kelompok.
  • Lakukan pemilihan dan penentuan peran atau tokoh yang sesuai dengan keinginanmu atau berdasarkan pembagian kelompok yang dibentuk.
  • Lakukan analisis tokoh dan perwatakan sesuai dengan peran yang akan kamu bawakan berdasarkan petunjuk naskah atau tanda-tanda yang diungkapkan dari kata-kata melalui dialog tokoh di dalam naskah.
  • Lakukan observasi tokoh dan perwatakan sesuai dengan peran yang akan kamu dan temanmu bawakan berdasarkan pengamatan kamu terhadap orang-rang di lingkungan sekitar dengan keunikan, kekhasan dan memiliki daya pesona.
  • Hafalkan dialog dan ekplorasi gerak tubuh, suara dan penghayatan peran berdasarkan tokoh yang akan kamu bawakan berdasarkan naskah.
  • Setelah hafal naskah dan mengetahui tanda akhir dialog lawan main seni peran, lakukan olah atau ekspolasi ruang berupa bloking, moving, business, leveling, waktu dan suasana dalam membangun irama permainan kelompok.
  • Setelah lepas naskah, ekplorasi melalui teknik seni peran dan eksplorasi terhadap unsur penunjang seni peran.
  • Menyongsong minggu terakhir penampilan, kamu dan kelompok kamu harus melakukan kegiatan membentuk gladi kotor dan gladi bersih di tempat, di kelas atau di panggung yang akan kamu gunakan untuk menampilkan kreativitas seni peran.
  • Mempresentasikan dan memaknai pembelajaran seni peran sebagai hasil analisis watak tokoh dalam bentuk tulisan dan bermain seni peran dengan watak tokoh yang kamu bawakan.

Penutup

Mungkin sekian informasi yang bisa saya sampaikan mengenai definisi seni peran.

Jika ada yang kurang atau ingin menambahkan, mohon kritikan nya di kolom komentar ya, jangan lupa juga baca artikel yang lainnya !

Semoga bermanfaat !

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Pengertian ringkasan
Baca yuk!

Pengertian Ringkasan

Beberapa diantara kamu pasti pernah melakukan yang namanya kegiatan meringkas, baik itu ketika ada tugas sekolah ataupun tidak.…
Pengertian latar
Baca yuk!

Pengertian Latar

Apa yang dimaksud dengan pengertian latar dalam sebuah cerita? Mungkin bagi sebagian orang, apalagi yang menyukai drama, tidak…
Pengertian kata serapan
Baca yuk!

Pengertian Kata Serapan

Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai pengertian kata serapan. Apakah kalian tahu apa itu kata serapan?…