Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Seni Ukir | Pengertian, Sejarah, Perbedaan, dan Pembagian Jenis-jenisnya

6 min read

pengertian seni ukir

Pengertian Seni Ukir – Mungkin kalian pernah melihat kursi atau meja dengan ukiran yang sangat indah.

Itu adalah salah satu hasil dari sebuah karya seni ukir.

Namun apakah kalian tau, apa itu seni ukir?

Nah, dengan adanya artikel ini semoga bisa membantu kalian dalam memahami seni ukir karena pada kesempatan kali ini saya akan mengupas tuntas mengenai definisi seni ukir lengkap dengan sejarah, dan pembagian jenis-jenisnya

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Seni Ukir

Pengertian seni ukir

Seni ukir merupakan suatu kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra ( tiga dimensi) yang membuat ketinggian dari permukaan tersebut sehingga menghasilkan sebuah produk karya seni, yang permukaan yang tidak rata.

Seni ukir sendiri adalah salah satu contoh dari seni rupa murni yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Adapun motif dari seni ukir ialah salah satu jenis seni rupa yang karyanya paling banyak dikagumi dan disukai, baik di Indonesia maupun di mancanegara.

Hasil karya ini disebut dengan nama ‘ukiran’. Ukiran ini memiliki arti sebuah gambar atau pola yang diaplikasikan pada media seperti batu, kayu dan media lainnya yang masih bisa diukir.

Terlepas dari itu ada sebagaian tokoh yang mendefinisikan arti seni ukir, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Tiara (2017)

Menurutnya, definisi seni ukir adalah suatu bentuk karya seni terbuat dari kayu yang biasanya digunakan untuk aneka hiasan rumah, toko, dan lain sebaginya.

2. Fun-Fun (2017)

Pengertian seni ukir adalah seni yang dilakukan dan terbuat di atas media kayu

Sejarah Seni Ukir Di Indonesia

Sejarah ukir Indonesia

Mengukir adalah suatu kegiatan, menggores, memahat dan membuat pola pada suatu permukaan benda yang diukir.

Kegiatan seni ukir ini dilakukan demi tercapainya bentuk yang indah yang dikendendaki misalnya dengan membuang dan mengurangi bagian yang tidak dibutuhkan.

Tujuannya untuk membentuk ornamen yang sesuai dengan gagasan sang seniman sehingga menimbulkan bentuk artistik yang sangat indah.

Di Indonesia sendiri seni ukir dikenal sejak zaman batu muda (Neolitikum), yaitu sekitar tahun 1500 SM.

Pada zaman ini nenek moyang bangsa indonesia telah membuat ukiran pada kapak batu dan tempaan yang terbuat dari tanah liat.

Motif dan pengerjaannya pun masih sangat sederhana. Umumnya ukirannya bermotif geometris yang berupa garis, titik, dan lengkungan.

Bahan nya sendiri adalah tanah liat, batu, kayu, bambu, kulit dan tanduk hewan pada zaman yang lebih dikenal dengan zaman perunggu, yakni berkisar 500 hingga 300 SM.

Seiring dengan perkembangan zaman bahan untuk membuat ukiran pun mengalami perubahan yakni menggunakan bahan perungggu, emas, perak dan lain sebagainya.

Dalam pembutan ukirannya adalah dengan menggunakan teknologi cor.

Motif-motif yang digunakan pada masa zaman perunggu adalah motif mender, tumpal, pilih berganda, topeng, hingga binatang dan manusia.

  • Motif meander ditemukan ditemukan pada nekara perunggu dari gunung merapi dekat Bima.
  • Motif tumpal ditemukan pada sebuah buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT).
  • Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu dari kerinci, Sumatera.
  • Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba, Nusa Tenggara. Dan pada kapak perunggu dari danau sentani, Irian Jaya, pada motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang sedang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kekuatan jahat
  • Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.

Perbedaan Seni Ukir dan Seni Pahat

Perbedaan seni ukir dan seni pahat

Seni ukir ini memang selalu dihubungkan dengan seni pahat, namun dua kegiatan ini sangat berbeda.

  • Seni pahat lebih bertujuan untuk mengahasilkan karya tiga dimensi, seperti patung.
  • Sementara seni ukir, pada umumnya produknya lebih mengarah pada benda wujud dwimatra (dua dimensi)
  • Seni pahat merupakan suatu kegiatan karya seni ukir yang dibuat dalam bentuk empat sampai llima dimensi.
  • Sedangkan seni ukir hanya menggunakan bidang datar, yang kemudian dibentuk bagian-bagian cekung dan bagian cembung untuk memperoleh suatu pola seni.

Jenis-Jenis Seni Ukir

Jenis-jenis seni ukir

Manurut pendapat dari Bastomi (1982 : 3-4), ada enam jenis seni ukir yang dihasilkan oleh para seniman. diantaranya adalah:

1. Jenis Ukiran Susun

Jenis-ukiran-susun
source: carajuki.com

Ukiran susun merupakan ukiran yang mempunyai bentuk bersusun-susun. Contohnya pada ukiran daun yang besar dan dibawah ukiran daun yang sedang dan kecil sehingga menghasilkan bentuk yang indah.

2. Jenis Ukiran Cekung

Jenis ukiran cekung
source: pln-kitsbs.co.id

Ukiran cekung yakni sebuah hasil karya yang berbentuk cekung.

3. Jenis Ukiran Garis (Cawen)

Jenis ukiran garis (cawen)
source: dewisundari.com

Ukiran garis adalah bentuk ukiran yang diukir pada garis-garis gambarnya saja daun besar dibawah ukiran daun yang sedang dan kecil sehingga menghasilkan bentuk yang indah.

4. Jenis Ukiran Tembus (Krawangan) 

Jenis iukiran tembus (krawangan)
source: grchexacon.blogspot.com

Ukiran tembus atau krawangan merupakan sebuah bentuk ukiran yang tidak menerapkan dasar, jadi ukiran ini dasarnya tembus (berlubang),

Sehingga sering dipakai untuk penyekat ruang (sketsel), kursi, ukir tempel dan sebagainya.

5. Jenis Ukiran Cembung

Jenis ukiran cembung
belipatung.com

Ukiran cembung adalah suatu ukiran yang berbentuk cembung, jenis ukiran ini biasanya banyak digunakan pada pembuatan relief.

6. Jenis Ukiran Takokan

Jenis ukiran takokan
source: ngertiaja.com

Yang terakhir ada ukiran takokan yakni ukiran yang menggunakan bingkai. Biasanya pada ukiran jenis ini memperlihatkan tepi-tepi batas ukiran.

Ukiran takokan erat hubungannya dengan jenis ukiran krawangan.

Fungsi Seni Ukir

Fungsi seni ukir

Dalam karya seni ini ada beberapa fungsi yang harus kalian ketahui, diantarannya:

1. Sebagai Fungsi  Magis

Biasanya dalam suatu karya seni mengandung simbol-simbol tertentu yang berfungsi sebagai benda magis dan berhunbungan dengan kepercayaan spiritual.

2. Sebagai Fungsi Simbolik

Seni ukiran tradisional juga berfungsi sebagai hal tertentui  yang berhubungan dengan ciri khas kebudayaan masing-masing daerah.

Misalnya seperti bentuk kode-kode visual tradisi Minangkabau yang mempunyai sebutan dengan nama”Kupang-kupang si awang labiah” yang terdapat pada bagian singok bangunan tradisi minang.

3. Sebagai Fungsi Hias

Karya seni ukir yang dibuat semata-mata sebagai hiasan, dan tidak memiliki makna tertentu.

4. Sebagai Fungsi Ekonomis

Karya seni ukir yang berfungsi untuk menambah niali jual suatu benda sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan.

5. Sebagai Fungsi Konstruksi

Fungsi seni ukir yang terakhir  yakni sebagai pendukung sebuh bangunan.

Teknik Seni Ukir

Teknik seni ukir

Ada beberapa teknik ukir yang sering kita kita temui dikehidupan sehari-hari, antara lain:

Carving

Carving
source: indonesia.go.id

Teknik carving merupakan  seni chipping dan memotong pada bagian datar dari kayu untuk membentuk ukiran agar tampaknya menjadi tiga dimensi.

Teknik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti pahat dan palu, serta pisau ukir yang digunakan untuk memperjelas detail.

Ching Carving

Ching Carving

Teknik ship carving pada umumnya digunakan pada potongan-potongan yang lebih besar dari pekerjaan seperti tunggul pohon atau kayu dan menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar.

Teknik ini menciptakan karya yang besar seperti patung dan melibatkan proses yang cukup rumit.

Pembakaran Kayu

Pembakaran kayu

Pembakaran kayu adalah teknik terutama yang digunakan untuk menambah desain atau finishing kayu, namun beberapa ada yang menggunakan metode pembakaran untuk mengukir kayu kecil.

Kayu yang telah dibakar akan menghitam di sekitar ukiran akhir dan memperjelas kesan sehingga tampak lebih hidup.

Mengerik

Mengerik
source: newzealand.com

Teknik mengerik adalah salah satu cara lama dan paling sederhana dalam teknik mengukir bagi pemula. Bahan yang dibutuhkan dalam melakukan teknik ini pun hanya sepotong kayu dan pisau ukir sebagai alat pengeriknya.

Berlatih teknik seni ukir cukup rumit dan sulit walaupun tampaknya mudah. Dan bagi kalian yang masih pemula tapi mau belajar “mengerik” tentunya proses ini bisa menghabiskan waktu yang cukup lama.

Macam-macam Motif Seni Ukir di Nusantara

Perlu diketahui, bahwa di negeri tercinta kita ini ada banyak motif seni ukir, diantaranya adalah:

Motif Seni Ukir Yogyakarta

Motif seni ukir Yogyakarta
source: dreamstime.com

Motif ukir Yogyakarta berbentuk relung-relung (batang panjang melingkar) yang memunculkan buah.

Daunnya di ukir dengan bentuk krawingan yang sangat khas dengan adanya bentuk-bentuk lipatan daun.

Unsur-unsur yang terdapat pada motif ukir Yoyakarta terdiri dari:

  • Batang pokok
    Batang pokok berbentuk relung yang di ukir dalam bentuk pilin.
  • Daun
    Daun motif  ukir Yogyakarta tumbuh dari sepanjang batang pokok. Bentuknya bulat dengan bentuk krawing dan terdapat lipatan daun.
  • Bunga
    Bunga berbentuk bulat dengan di kelilingi oleh kelopak dan daun. Di dalam bunga terdapat pecahan sisik ikan.
  • Pecahan
    Pecahan motif ukir Yogyakarta banyak digunakan untuk mengisi daun agar kelihatan lebih indah.

Ciri khusus pada motif ukir Yogyakarta adalah:

  • Pada ujung relung terdapat ceplok.
  • Terdapat lipatan daun.

Motif Seni Ukir Jepara

Motif seni ukir Jepara
source: dictio.id

Jepara sudah terkenal dengan daerah penghasil sekaligus pengolah berbagai jenis kayu seperti kayu jati maupun mahoni.

Hasil seni ukir Jepara sudah terkenal pada aneka furniture atau peralatan rumah tangga. Contohnya seperti lemari dan tempat tidur.

Bahkan ada suatu daerah yang menjadi pusat seni ukir dan pembuatan patung di Jepara. Motif seni ukir Jepara mempunyai beberapa ciri khas yaitu:

  • Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung.
  • Tangkai dari bentuk tanaman dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang.
  • Ukiran daun berbentuk miring.
  • Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior.

Motif Seni Ukir Surakarta

Motif seni ukir Surakarta
source: mikirbae.com

Motif Surakarta ini mempunyai bentuk ukiran daun yang melengkung dan berirama seperti simbol yang terdapat pada masyarakatnya yaitu masyarakat yang ramah, bersahabat dan menghormati orang lain.

Seni ukiran Surakarta mempunyai beberapa ciri khas yaitu:

  • Ukirannya yang sangat lembut dan harmonis
  • Ukiran Surakarta sangat banyak menggunakan pengaruh atau gambaran alam
  • Penggunaan motif umumnya yaitu pakis atau tanaman pakis yang sulurnya dibiarkan mengalir secara alami

Motif Seni Ukir Bali

Motif seni ukir Bali
source: dictio.id

Karya seni ukir bali sudah sering di ekspor ke mancanegara, karena motif seni ukir sudah sangat terkenal, terutama diluar negeri dan umat beragama Hindu dan Budha.

Banyaknya ukiran yang melambangkan dan mengartikan dewa dewi dari dua agama tersebut menjadikan seniman Bali sangat terkenal.

Pada umumnya pengukir Bali menggunakan media utama yaitu kayu, khususnya kayu Jati.

Ciri-ciri motif seni ukir Bali diantaranya:

  • Angkup yang berikal pada ujungnya
  • Semua bentuk ukiran daun, buah dan bunga berbentuk cembung dan cekung
  • Benangnya berbentuk cembung dan miring sebagian tumbuh melingkar sampai pada ujung ikal
  • Sunggar yang tumbuh dari ujung ikal benangan pada daun pokok

Motif Seni Ukir Toraja

Motif seni ukir Toraja
source: dictio.id

Motif ukiran Toraja cukup terkenal dan banyak dijual dan digemari oleh pecinta ukiran. Leluhur Toraja mengartikan bahwa ukiran dari Toraja mempunyai arti yakni:

Bahwa setiap masyarakat Toraja harus memilki sifat yang saling membantu sesama baik keluarga atau bukan.

Ciri-ciri motif seni ukir khas Toraja yaitu:

  • Merupakan hasil pengolahan unsur-unsur estetik dari titik, garis bidang, tekstur yang diorganisir sebagai kesatuan.
  • Warna dasar pada umumnya menggunakan warna merah.
  • Hitam yang banyak digunakan sebagai simbol tanah Toraja, serta pada kain yang biasa digunakan oleh suku Toraja.
  • Digunakan sebagai hiasan baju dan sarung.

Motif Seni Ukir Suku Asmat/ Papua

Motif seni ukir suku asmat/papua
source: tokopedia.com

Pada suku Asmat di Irian menggunakan karya seni ukirannya sebagai icon atau perwakilan dari hasil seni yang mengalir pada darah suku tersebut.

Adapun ciri khas motif seni ukir Irian :

  • Gambar yang masih kasar.
  • Ukiran yang dibuat besar dan jelas.
  • Ukirannya, umumnya digunakan untuk topeng khas suku asmat, perahu, barang yang berguna untuk upacara tradisional lainnya.
  • Ukirannya digunakan untuk barang rumah tangga dan pendukung kehidupan sehari-hari.

Penutup

Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai Pengertian seni ukir, sejarah, perbedaan dan pembagian jenis-jenisnya.

Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kawan-kawan semua dalam memahami sebuah karya seni salah satunya dari karya seni ukir.

Terimakasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *