Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Seni Batik | Pengertian, Sejarah, Jenis Beserta Proses Pembuatan

6 min read

Seni Batik

Setelah sebelumnya membahas tentang Seni Patung,  pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Seni Batik, seperti yang sudah kita ketahui batik merupakan salah satu karya seni tulis yang indah dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Batik sendiri pada saat ini sudah sangat banyak ragam dan bentuknya serta batik kini bukan hanya terkenal di Indonesia saja, melainkan batik kini sudah dipmarekan pada ajang-ajang internasional.

Dahulu batik identik dengan pakaian tradisional, namun pada saat ini batik sudah banyak dimodifikasi oleh para designer-designer untuk dijadikan pakaian yang memiliki bentuk yang unik dan nilai jual yang mahal dipasaran.

Selengkapnya simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Seni Batik

Pengertian seni batik
source: nusantarakaya.com

Seni Batik adalah sebuah teknik menggambar diatas kain yang memanfaatkan lilin dan canting sebagai bahan utama dalam membuatnya.

Pendapat lain mengatakan pengertian batik adalah ka in bergambar yang dibuat khusus dengan cara menuliskan lilin pada kain mori (kain tenun berwarna putih, bahan untuk membuat batik).

Kemudian kain tersebut diolah melalui proses tertentu sehingga menjadi pakaian yang bernilai seni tinggi.

Secara terminologi dan etimologinya, batik berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata “mbat” (melempar) dan “titik”, yang berarti melempar titik berkali-kali pada kain.

Sederhananya batik merupakan seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk sebuah bidang pewarnaan.

Pengertian Batik Menurut Para Ahli

Pengertian batik menurut para ahli
source: cleanipedia.com

Agar kalian lebih memahami mengenai seni batik, berikut ini adalah pengertian seni batik menurut para ahli.

1. Santosa Doellah

Menurut Santosa Doellah, pengertian batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu dimana pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna.

Lebih lanjut Santosa Doellah mengatakan bahwa suatu kain dapat disebut batik apabila mengandung dua unsur pokok, yaitu;

  • Jika memiliki teknik celup rintang yang menggunakan lilin sebagai perintang warna.
  • Miliki pola yang beragam hias khas batik.

2. Afif Syakur

Menurut Afif Syakur, batik adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan) dan pelorotan (pemanasan), sehingga menghasilkan motif yang halus dimana semua proses tersebut membutuhkan ketelitian yang tinggi.

3. Irwan Tirta

Menurut Irwan Tirta, pengertian batik adalah suatu teknik menghias kain/ tekstil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, dimana semua proses tersebut dilakukan dengan menggunakan tangan.

4. Nusjirwan Tirtaamidjaja

Seni Batik adalah teknik menghias kain atau tekstil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang semua proses tersebut menggunakan tangan.

Nah, dari pendapat diatas, bisa dismipulkan bahwa seni batik adalah:

  • Seni Batik merupakan sebuah teknik untuk menghias kain dengan beberapa proses yang dilakukan.
  • Proses dalam membatik terdiri dari proses penulisan menggunakan lilin, pencelupan menggunaka pewarna kain dan pemanasan untuk membersihkan proses pewarnaan yang belum sempurna.
  • Seni Batik identik dengan motif yang beragam dan kaya.
  • Batik merupakan kain tradisional dan salah satu ciri khas bangsa Indonesia.
  • Proses penulisan batik biasanya menggunakan canting dan lilin yang dilakukan manual oleh tangan.

Sejarah Batik Di Indonesia

Sejarah batik di Indonesia
source: lendah.kulonprogokab.go.id

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan batik, tentunya penasarankan bagaimana sejarahnya batik hadir di Indonesia dan menjadi karya seni khas bangsa kita.

Batik mulai dikenal sejak abad XVII, yang pada awalnya ditulis di atas daun lontar.

Pada saat itu hanya orang-orang keraton (para raja) yang dapat mengenakan batik dan hanya terbatas dalam beberapa corak saja.

1. Zaman Kerajaan Majapahit

Pada akhir abad ke XIX tentara-tentara yang tinggal di daerah Bonorowo (Tulung Agung) membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik pada saat itu.

Pada saat itu bahan pembuatan batik masih sangat alami seperti mengkudu, dll.

Penggunaan bahan dari luar negeri sebagai bahan dasar pembuatan batik dimulai setelah terjadi perang dunia ke satu karena pada saat itu banyak sekali pedagang-pedagang asal cina yang berjualan di Mojokerto.

Meski perkembangan batik dimulai dari jaman kerajaan majapahit, namun batik mulai berkembang pesat pada zaman kerajaan di daerah Jawa Tengah seperti Surakarta dan Yogyakarta.

Dampaknya adalah terdapat kemiripan corak antara batik khas Mojokerto & Tulung Agung dengan Batik Yogyakarta atau Solo.

2. Zaman Penyebaran Islam

Raden Katong atau Batoro Katong yang merupakan adik dari Raden Patah membawa ajaran Islam dari Majapahit ke Ponorogo yang mana jejaknya berupa sebuah mesjid di saerah Patihan Wetan.

Pada saat itu, batik masih terbatas untuk penghuni keraton sampai seorang Puteri Keraton Solo menjadi Isti Kyai Hasan Basri yang memilki  Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Sejak saat itu banyak dari anggota keraton yang mulai menuntut ilmu di pesantren, sebab itulah batik mulai dikenal tidak hanya di dalam keraton namun sampai ke Ponorogo.

Ciri-ciri Batik

Ciri-ciri batik
source: id.wikipedia.org

Kain batik memiliki karakteristik yang unik dan tidak dimiliki oleh jenis kain lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri batik secara umum:

1. Batik Tradisional

  • Memiliki corak dengan makna simbolik.
  • Corak batik terdapat variasi hias motif ular, pagoda, geometris, serta barong.
  • Umumnya motif batik memiliki ciri khas daerah asalnya.
  • Warna batik cendrung gelap (coklat kehitaman, warna hitam) dan putih.

2. Batik Modern

  • Corak pada batik tidak mengandung makna khusus.
  • Warna batik cenderung bebas (biru, merah, ungu, dan lain-lain).
  • Corak batik biasanya berbentuk tumbuhan, rangkaian bunga, dan lain-lain.

Jenis-jenis Batik

Batik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.  Sesuai dengan penjelasan mengenai pengertian batik.

Adapun beberapa jenis batik adalah sebagai berikut:

1. Batik Tulis

Batik tulis
source: myimage.id

Sesuai namanya, batik tulis adalah jenis batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan bantuan alat canting.

Cara pembuatannya yaitu dengan melukiskan sebuah pola pada kain dengan tangan.

Sehingga dalam pembuatan jenis batik Ini Membutuhkan keuletan dan kesabaran yang tinggi karena setiap titik dalam motif berpengaruh terhadap hasilnya.

Selain itu karena dibuat dengan tangan sehingga motif yang dihasilkan juga tidak bisa sama persis antara satu motif dengan motif yang lain.

Sehingga tak heran jika harga batik tulis tergolong sangat mahal.

2. Batik Cap

Batik cap
source: jnjbatik.com

Batik cap adalah batik yang dibuat dengan semacam stempel motif batik. Stempel atau cap tersebut terbuat dari tembaga yang fungsinya menggantikan canting sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatan batik.

Batik cap ini dihasilkan melalui proses pencelupan semacam alat yang sudah dibentuk sedemikian rupa pada kain.

Namun motif batik cap dinilai kurang memiliki seni karena motifnya yang sama persis, sehingga harga batik cap sangat murah karena pembuatannya masal.

3. Kombinasi Cap dan Tulis

Kombinasi cap dan tulis
source: produkbanyumas.co.id

Ada juga jenis batik yang merupakan kombinasi batik tulis dan batik cap. Jenis batik ini dibuat dalam rangka mengurangi kelemahan-kelemahan pada produk batik cap.

Dalam proses pembuatan batik kombinasi ini perlu persiapan yang rumit. Terutama dari penggabungan motif yang ditulis dan motif catnya.

Namun untuk nilai seni produknya disamakan dengan batik cap.

4. Batik Printing

Batik printing
source: jnjbatik.com

Batik printing atau yang disebut juga dengan batik sablon karena dalam proses pembuatan jenis batik ini lebih mirip dengan penyablonan.

Dalam pembuatan batik printing menggunakan alat offset atau sablon.

Dari segi pengerjaannya sangat mudah dan efektif waktu, harganya pun cukup terjangkau seperti harga batik cap.

Motif Batik dan Maknanya

Motif Batik dan Maknanya
source: kajianpustaka.com

Pada perkembangannya selain penggunaan batik yang hanya terbatas di dalam keraton, corak atau ragam batik pun tidak sebanyak seperti saat ini.

Motif batik yang ada pada saat ini perkembangannya banyak dipengaruhi oleh budaya luar, mengingat Indonesia dijajah tidak oleh satu negara dan etnis saja.

Berikut ini beberapa jenis motif batik beserta maknanya:

  • Cuwiri, diharapkan yang memakai motif batik ini akan terlihat lebih terhormat.
  • Sidomukti, diharapkan yang menggunakan motif batik ini selalu dalam kebahagiaan dan kecukupan.
  • Kawung, motif batik ini sering dipakai raja atau keluarga bangsawan sebagai lambang keadilan dan keperkasaan.
  • Parang Kusumo, motif batik yang memiliki makna bunga mekar sehingga diharapkan pemakainya akan terlihat lebih indah.
  • Ceplok Kasatrian, motif batik ini biasanya digunakan oleh kalangan menengah kebawah agar terlihat lebih gagah.
  • Nitik Karawitan, diharapkan pemakainya akan terlihat lebih bijaksana.
  • Truntum, memiliki makna cinta yang tumbuh kembali dan simbol cinta yang tulus tanpa syarat.
  • Ciptoning, diharapkan pemakainya mampu menjadi orang bijak dan memberi petunjuk jalan yang benar.
  • Tambal, motif tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak.
  • Slobog, biasanya kain batik ini digunakan untuk melayat, dan pelantikan pejabat pemerintah.
  • Parang Rusak Barong, motif batik ini menggambarkan kesatrian yang bersenjata.
  • Udan Liris, motif ini melambangkan kesuburan, kesejahteraan, dan rahmat dari Tuhan.

Proses Pembuatan Batik

Proses pembuatan batik
source: indonesianbatik.id

Menurut Riyanto (1997), proses dalam pembuatan batik terbagi dalam beberapa tahap, yaitu:

Pencucian Mori

Tahap pertama adalah pencucian kain mori untuk menghilangkan kanji, dilanjutkan dengan pengloyoran (memasukkan kain ke minyak jarak/minyak kacang dalam abu merang/londo agar kain menjadi lemas).

Agar susunan benang tetap baik, kain dikanji kemudian dijemur, selanjutnya dilakukan pengeplongan (kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik). 

Nyorek/Mola

Membuat pola di atas kain dengan cara meniru pola yang sudah ada (ngeblat). Contoh pola biasanya dibuat di atas kertas dan kemudian dijiplak sesuai pola di atas kain.

Proses ini bisa dilakukan dengan membuat pola di atas kain langsung dengan canting maupun dengan menggunakan pensil.

Agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan bagus atau tidak pecah, perlu mengulang batikan di kain sebaliknya. Proses ini disebut gagangi

Membatik/Nyanting

Menorehkan malam batik ke kain mori yang dimulai dengan nglowong (menggambar garis luar pola dan isenisen).

Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek yaitu membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat, misalnya titik-titik. Ada pula istilah nruntum yang hampir sama dengan isenisen namun lebih rumit.

Lalu dilanjutkan dengan nembok (mengeblok bagian pola yang tidak akan diwarnai atau akan diwarnai dengan warna yang lain). 

Medel

Pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang kali yang bertujuan untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Ngerok Dan Nggirah

Malam pada kain mori dikerok dengan lempengan logam dan dibilas dengan air bersih, kemudian diangin-anginkan hingga kering.

Mbironi

Menutup warna biru dengan isen pola berupa cecek atau titik dengan malam

Nyoga

Pencelupan kain untuk memberi warna coklat pada bagian-bagian yang tidak ditutup malam.

Nglorot

Melepaskan malam dengan memasukkan kain ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan untuk mempermudah lepasnya lilin. Kemudian dibilas dengan air bersih dan diangin-anginkan.

Dasar Motif Batik

Dasar motif batik
source: sekolahsenibudaya.wordpress.com

Batik memiliki berbagai bentuk, seperti bentuk alam maupun geometris. Sehingga antara masyarakat di suatu daerah pasti memiliki perbedaan dan ciri khasnya masing-masing.

Terdapat empat dasar motif batik yakni (Yudhistira, 2016):

  • Corak Utama

Corak utama merupakan unsur utama yang sering digunakan menjadi nama batik serta menjadi penghayatan bagi pembatik terhadap alam pikiran serta falsafah yang dianutnya.

Bagian ini merupakan ungkapan perlambangan atau biasanya menjadi nama kain.

  • Isen-isen

Isen-isen merupakan corak tambahan, corak ini hanya sebagai pengisi latar kain khususnya pada bidang kosong di sela-sela corak utama.

Umumnya isen-isen berukuran kecil dan dibuat sesudah corak utama selesai digambar. Corak isen-isen memiliki nama tersendiri untuk setiap macamnya.

  • Corak Pinggir

Corak pinggir kain atau pinggiran biasanya dijumpai pada kain-kain panjang batik pesisir dan kain sarung. Pada kedua jenis kain ini pinggiran terletak pada sisi memanjang kain.

Seperti juga corak utama dan isen-isen, corak pinggir hadir dalam aneka ragam bentuk.

  • Corak-corak Larangan

Pada batik keraton terdapat corak-corak tertentu yang hanya diperuntukkan bagi kalangan raja dan kerabatnya saja.

Corak-corak ini disebut corak larangan. Maksudnya, masyarakat umum yang bukan keturunan ningrat tidak diperkenankan mengenakannya.

Penutup

Demikian ulasan lengkap mengenai seni batik. Semoga kita makin cinta dengan seni dan karya yang ada di Indonesia salah satunya yaitu batik.

Jangan lupa share dan like, jangan sungkan juga untuk menyampaikan kritik dan saran di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih atas kunjungannya.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *