Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Seni Film | Pengertian, Sejarah, Unsur-unsur Beserta Jenisnya [Terlengkap]

5 min read

seni film

Bagi kalian yang sudah lama berkecimpung dalam dunia seni, mungkin kalian telah mengetahui bahwa sebuah film juga merupakan karya seni yang patut untuk diperhitungkan.

Hal ini karena berkarya dengan menampilkan sebuah film tentunya akan  memiliki keistimewaan tersendiri.

Film sendiri identik dengan mempertunjukkan gambar-gambar hidup yang seolah-olah memindahkan realitas ke atas layar besar.

Keberadaan film ini telah diciptakan sebagai salah satu media komunikasi massa yang benar-benar disukai bahkan sampai sekarang.

Nah, jika diartikel sebelumnya telah membahas mengenai pengertian kolase dan seni arsitektur

Pada kesempatan ini,  seperti yang sudah dijelaskan diatas kali saya akan memaparkan mengenai seni film secara lengkap.

Untuk lebih lengkapnya simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Seni Film

Pengertian seni film
source: mentalfloss.com

Secara harfiah, film berasal dari kata cinematographie yaitu cinema yang berarti gerak, tho atau phytos (cahaya) dan graphie atau graph (tulisan, gambar, citra).

Jadi bisa diartikan film adalah melukis gerak dengan cahaya. Mewujudkan atau melukis gerak dengan cahaya tersebut harus menggunakan alat khusus, biasanya alat yang digunakan adalah kamera.

Secara umum seni film merupakan hasil karya seni yang mempunyai kelengkapan dari beberapa unsur seni untuk melengkapi kebutuhan yang sifatnya spiritual.

Unsur seni yang terdapat didalam seni film antara lain:

  • Seni rupa
  • Seni fotografi
  • Seni arsitektur
  • Seni tari
  • Seni puisi sastra
  • Seni teater
  • Seni musik
  • Seni pantonim
  • Novel

Pengertian Seni Film Menurut Para Ahli

Pengertian seni film menurut para ahli
source: ruangguru.co.id

Selain pengertian secara umum, ada beberapa tokoh yang mengemukakan pendapatnya mengenai seni film ini, diantaranya adalah:

1. Kridalaksana (1984:32)

Menurut Kridalaksana film adalah:
  1. Lembaran tipis, bening, mudah lentur yang dilapisi dengan lapisan antihalo, dipergunakan untuk keperluan fotografi.
  2. Alat media massa yang mempunyai sifat lihat dengar (audio-visual) dan dapat mencapai khalayak yang banyak.

Jadi bisa disimpulkan film adalah suatu media komunikasi massa yang sangat penting untuk mengkomunikasikan tentang suatu realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya menceritakan tentang realitas masyarakat.

2. Effendi

Pengertian film menurut Effendi adalah hasil budaya dan alat ekspresi kesenian.

Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai teknologi seperti fotografi, rekaman suara dan kesenian,baik dalam seni rupa, seni teater sastra ataupun arsitektur seni sastra.

3. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Pengertian film menurut KBBI merupakan selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan di bioskop).

Sejarah Seni Film

Sejarah seni film
source: onset.shotonwhat.com

Film diciptakan pada tahun 1805 oleh Lumiere Brothers. Selanjutnya pada tahun 1899, George Melies mengawali menampilkan film dengan gaya editing yang judulnya “Trip To The Moon”. Pada tahun 1902, Edwin Peter memproduksi film yang judulnya “Life Of In American Fireman

Di negara Indonesia, film pernah berjaya pada sekitar era 70-an hingga 80-an atau lebih tepatnya sebelum masuknya BroadcastBroadcast TV tahun 1988 (RCTI). Masyarakat sangat menerima dalam menanggapi film yang ada di Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan kualitas dari film tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan psikologi dan spiritual masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, bioskop muncul pertam kali di Batavia (Jakarta), lebih tepatnya di Tanah Abang Kebon Jahe, pada tanggal 5 Desember 1900.

Namun, kehadiran bioskop ini tidak dapat dikatakan sebagai tonggak awal sejarah film Indonesia. Karena film ketika itu masih impor dari luar negeri.

Film cerita, awalnya yang diproduksi di Indonesia, tepatnya di Bandung pada tahun 1926. Film itu berjudul “Loetoeng Kasaroeng”, film ini bisa disebut sebagai acuan tonggak sejarah perfilman Indonesia. Kesuksesan produksi film tersebut tidak terlepas dari terlibatnya bupati Bandung Wiranatakusumah V.

Fungsi Seni Film

Fungsi film
source: bobo.grid.id

Biasanya orang menonton film hanya untuk menjadi sebuah hiburan. Namun fungsi sebenarnya dalam film adalah sebagai media informatif, edukatif dan juga persuasif.

Salah satu yang bisa kita jadikan contoh adalah, film nasional yang mempunyai fungsi sebagai media edukatif sekaligus pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building.

Fungsi edukatif ini bisa dapat dicapai apabila film nasional memproduksi film-film sejarah yang objektif atau film yang diangkat berdasarkan kehidupan sehari-hari.

Unsur-unsur Seni Film

Unsur-unsur seni film
source: adiberita.com

Film merupakan hasil karya bersama atau hasil kerja kolektif. Maksudnya pembuatan film pasti melibatkan kerja sejumlah unsur atau profesi.

Unsur-unsur yang dominan di dalam proses pembuatan film antara lain: produser, sutradara, penulis skenario, penata kamera (kameramen), penata artistik, penata musik, editor, pengisi dan penata suara, pemeran (aktor-aktris).

Lebih lengkapnya simak uraian dibawah ini.

1. Produser

Unsur yang paling penting dan utama dalam produksi atau pembuatan sebuah film adalah produser.

Mengapa?

Karena produserlah yang menyandang atau mempersiapkan dana yang dipergunakan dalam pembiayaan produksi sebuah film.

Produser merupakan pihak yang bertanggungjawab terhadap berbagai hal yang diperlukan dalam proses pembuatan film.

Selain dana, ide atau gagasan, produser juga harus menyediakan naskah yang akan difilmkan, serta sejumlah hal lainnya yang diperlukan dalam proses produksi film.

2. Sutradara

Sutradara merupakan pihak atau orang yang paling bertanggungjawab terhadap proses pembuatan film diluar hal-hal yang berkaitan dengan dana atau property lainnya.

Oleh karena itu biasanya sutradara menempati posisi orang penting kedua setelah produser.

Sutradara mempunyai tugas sebagai orang yang mengarahkan seluruh alur dan proses pemindahan suatu cerita atau informasi dari naskah skenario kedalam aktivitas produksi.

3. Penulis Skenario

Skenario film merupakan naskah cerita film yang ditulis berdasarkan pada standar atau aturan-aturan tertentu.

Skenario atau naskah cerita film ini ditulis dengan tekanan yang lebih mengutamakan visualisasi dari sebuah situasi atau peristiwa melalui adegan demi adegan yang jelas pengungkapannya.

Jadi, penulis skenario film adalah seseorang yang menulis naskah cerita yang akan difilmkan.

Naskah skenario yang ditulis penulis skenario inilah yang kemudian digarap atau diwujudkan sutradara menjadi sebuah karya film.

4. Penata Kamera (Kameramen)

Penata kamera atau biasa disebut juga dengan sebutan kameramen adalah seseorang yang bertanggungjawab dalam proses perekaman (pengambilan) gambar di dalam pembuatan film.

Karena itu, seorang penata kamera atau kameramen dituntut untuk mampu menghadirkan cerita yang menarik, mempesona dan menyentuh emosi penonton melalui gambar demi gambar yang direkamnya di dalam kamera.

5. Penata Artistik (Art director)

Penata artistik (art director) adalah seseorang yang bertugas untuk menampilkan cita rasa artistik pada sebuah film yang diproduksi.

Sebelum suatu cerita divisualisasikan ke dalam film, penata artistik setelah terlebih dulu mendapat penjelasan dari sutradara untuk membuat gambaran kasar adegan demi adegan di dalam sketsa, baik secara hitam putih maupun berwarna.

Tugas seorang penata artistik di antaranya, menyediakan sejumlah sarana seperti lingkungan kejadian, tata rias, tata pakaian, perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan para pelaku (pemeran) film.

6. Penata Musik

Penata musik adalah seseorang yang bertugas atau bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengisian suara musik tersebut.

Seorang penata musik dituntut tidak hanya sekadar menguasai musik, tetapi juga harus memiliki kemampuan atau kepekaan dalam mencerna cerita atau pesan yang disampaikan oleh film.

7. Editor

Baik atau tidaknya sebuah film yang diproduksi akhirnya akan ditentukan pula oleh seorang editor.

Editor mempunyai tugas sebagai seseorang yang bertanggungjawab dalam proses pengeditan gambar.

8. Pengisi Dan Penata Suara

Pengisi suara adalah seseorang yang bertugas mengisi suara pemeran atau pemain film. Jadi, tidak semua pemeran film menggunakan suaranya sendiri dalam berdialog di film.

Penata suara adalah seseorang atau pihak yang bertanggungjawab dalam menentukan baik atau tidaknya hasil suara yang terekam dalam sebuah film.

9.Pemeran Film (Aktris dan Aktor)

Pemeran film atau yang disebut dengan aktor dan aktris adalah mereka yang memerankan atau membintangi sebuah film yang diproduksi.

Keberhasilan sebuah film tidak bisa lepas dari keberhasilan para aktor dan aktris dalam memerankan tokoh-tokoh yang diperankan sesuai dengan tuntutan skenario (cerita film), terutama dalam menampilkan watak dan karakter tokoh-tokohnya.

Pemeran dalam sebuah film terbagi atas dua, yaitu pemeran utama (tokoh utama) dan pemeran pembantu (piguran).

Jenis-jenis Film

Film dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu film cerita, film dokumenter, film kartun dan film berita.

Berikut ini penjelasannya:

Film Cerita

Film cerita
source: merahputih.com

Film yang mengandung suatu cerita, yang lazim di pertontonkan di gedung-gedung bioskop yang dimainkan oleh para aktor dan aktris yang terkenal.

Film jenis ini didistribusikan sebagai barang dagangan dan diperuntukkan untuk semua publik.

Cerita yang ditonjolkan menjadi topik film biasanya berbentuk cerita fiktif atau kisah nyata yang dimodifikasi, yang menjadikannya lebih menarik baik dari segi jalan ceritanya ataupun segi artistiknya.

Film Dokumenter 

Film dokumenter
source: aceh.tribunnews.com

Film dokumenter pertama kali diciptakan oleh John Giersonyang mendefinisikan bahwa film dokumenter adalah “Karya cipta mengarah kanyataan” (Creative treatment of actuality) maksudnya kenyataan – kenyatan yang menginterprestasikan kenyataan.

Titik fokus dari film dokumenter adalah fakta atau peristiwa yang terjadi, bedanya dengan film berita adalah film berita harus mengenai sesuatu yang mempunyai nilai berita atau newsvalue.

Film Kartun

Film kartun
source: blibli.com

Walt Disney adalah salah satu perusahaan kartun terbesar sekaligus perusahaan yang banyak menghasilkan berbagai macam film kartun.

Timbulnya gagasan membuat film kartun adalah dari seorang pelukis. Serta ditemukannya cinematografi telah menimbulkan gagasan untuk menghidupkan gambar – gambar yang mereka lukis dan lukisan itu menimbulkan hal-hal yang bersifat lucu.

Film kartun umumnya diproduksi hanya untuk menjadi tontonan anak-anak, Tokoh film kartun yang sangat terkenal adalah Donald bebek (donald duck), Putri salju (snow white), Miki tikus (mickey mouse).

Film Berita

FIlm berita
source: liputan6.com

Film berita (newsreel) merupakan jenis film tentang fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi.

Karena sifatnya berita maka film ini disajikan kepada umum harus mengandung nilai berita.

Penutup

Sekian yang bisa saya jelaskan mengenai seni film semoga dapat bermanfaat bagi kalian.

Jangan lupa like dan share artikel ini dan jangan sungkan juga untuk memberikan kritikan dan saran di kolom komentar ya.

Terimakasih atas kunjungannya.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Pengertian Ringkasan

Malik fauzan
4 min read

Pengertian Latar

Malik fauzan
3 min read

Pengertian Kata Serapan

Malik fauzan
3 min read

One Reply to “Seni Film | Pengertian, Sejarah, Unsur-unsur Beserta Jenisnya…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *