Senjata Tradisional Bali

Senjata tradisional Bali

Selain terkenal sebagai surganya objek wisata alam Indonesia. Bali juga terkenal akan masyarakatnya yang masih memegang teguh budaya, dan tradisi nenek moyang, termasuk dalam hal senjata tradisional.

Beberapa diantaranya bisa kita lihat dari peninggalan budaya yang kelestariannya masih tetap terjaga, misalnya rumah adat Bali, upacara adat Bali, hingga tarian tradisional adat Bali dll.

Kembali ke topik utama. Sesuai dengan judul, kali ini saya akan membahas mengenai senjata tradisional Bali secara lengkap. Simak informasinya ya!

Macam-macam Senjata Tradisional Bali

Ada banyak sekali jenis senjata tradisional di nusantara ini salah satunya senjata tradisional yang berasal dari Bali.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak senjata tradisional yang sudah jarang untuk ditemukan dan tergolong langka.

Tidak hanya itu. Dari yang awalnya berfungsi untuk mempertahankan diri ataupun berburu, banyak senjata tradisional yang sudah beralih fungsi, ada yang museumkan dan ada juga yang hanya dijadikan bahan koleksi.

Namun, setidaknya terdapat 12 senjata tradisional Bali yang masih eksis hingga sekarang.

1. Senjata Tradisional Keris

Keris khas Bali

Senjata tradisional dari Bali yang berada di urutan pertama yaitu Keris. Keris adalah salah satu senjata tradisional yang berasal dari Pulau Jawa.

Awal mulanya adalah ketika Kerajaan Majapahit berhasil menundukkan Pulau Bali. Tepatnya sejak tahun 1343 cara pembuatan keris pun mulai diajarakan kepada masyarakat di Bali.

Perbedaan antara Keris Jawa dan Keris Bali terletak pada ukuran Keris. Keris Jawa cenderung memliki bentuk yang lebih kecil dari keris Bali.

Tidak hanya itu, bentuk desain gagang pada Keris Bali juga lebih kompleks dari keris Jawa.

Persamaannya yaitu dari segi karakter Keris yaitu lekukan yang diciptakan dalam proses pembuatannya, maka jumlah lekukan dalam Keris Jawa harus selalu berjumlah ganjil.

Pembuat Keris Bali beranggapan, keris yang sempurna selalu berjumlah ganjil. Hal tersebut karena mengandung unsur filosofinya tersendiri.

2. Senjata Tradisional Taji (Tajen)

Taji Khas Bali

Masyarakat Bali memang tidak asing dengan yang namanya tarung ayam, dalam kegiatan ini pula seringkali menggunakan Taji sebagai senjata utamanya.

Cara pemakaian senjata ini terbilang mudah yaitu cukup diikatkan pada kaki ayam sebagai senjata.

Selain digunakan untuk tarung ayam, Taji ini juga biasa digunakan ketika upacara adat tabur roh. Upacara ini dilakukan dengan menaburkan darah hewan dengan cara menyembelihnya.

Hingga sekarang senjata tradisional dan kebudayaan tarung ayam ini sudah mejadi adat turun-temurun, dan masih lestari menemani keseharian masyarakat Bali.

3. Senjata Tradisional Kandik

Senjata tradisional khas Bali kandik

Kandik merupakan senjata khas Bali. Kata Kandik berasal dari bahasa daerah Bali yang artinya sebilah kapak.

Dilihat dari bentuknya, nampaknya senjata ini merupakan senjata kerajaan yang dipakai untuk pekerjaan berat.

Senjata ini terbuat dari besi/ baja yang di tempa lama, dengan proses yang tidak biasa. Sehingga menciptakan senjata yang kuat.

Ciri khas dari Kandik adalah pegangannya yang lebih panjang, tidak seperti kapak biasa pada umumnya.

Kandik ini biasa digunakan untuk menebang pohon, memotong kayu atau untuk melakukan pekerjaan berat lainnya.

4. Senjata Tradisional Blakas (Golok Cepot)

senjata tradisional Bali Blakas

Sepintas, senjata Blakas mirip seperti (Golok Cepot) atau masyarakat mengenalnya sebagai golok dapur.

Senjata ini terbuat dari besi baja dengan gagang yang terbuat dari kayu. Terlihat begitu efektif untuk mencincang sesuatu.

Terdapat dua pisau beda dimensi dalam satu sarung, hal inilah yang menjadikan pisau ini unik dan berbeda dengan pisau pada umumnya.

Di sarung yang pertama terdapat pisau dengan bilah sangat tebal dan berat. Sedangkan yang kedua pisaunya tipis dan ringan serta ada bentuk melengkung.

Pisau Golok ini juga biasanya dipakai buat perlengkapan dapur atau bisa juga digunakan untuk memotong hewan qurban.

5. Senjata Tradisional Tiuk

Senjata tradisioanal Bali Tiuk

Senjata Tiuk sendiri merupakan senjata tradisional semacam Belati/ Pisau yang bentuknya hampir sama seperti Wedhung.

Perbedaanya adalah jika Wedhung umumnya dipakai oleh kaum laki-laki sebagai sarana alat pertahanan ketika peperangan.

Sedangkan Tiuk digunakan sebagai alat memasak, membuat sesaji, atau keperluan dapur yang lainnya.

Selain itu Tiuk didesain lebih sederhana dibandingkan Wedhung. Dibalik perbedaan itu semua, tentunya fungsinya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

6. Senjata Tradisional Wedhung

Senjata tradisional khas Bali Wedhung

Senjata Wedhung merupakan belati atau pisau yang terbuat dari bahan logam tempaan yang bergagangkan kayu yang diukir, Wedhung biasanya berukuran sedikit lebih besar. Senjata ini memiliki panjang kurang lebih 38 cm.

Senjata tradisional ini sebenarnya bukan hanya di Bali, namun di Cirebon juga ada.

Nah, perbedaan antara Wedhung Bali dan Cirebon terletak pada bilah pisaunya. Wedhung Bali biasanya terdapat motif-motif tertentu sedangkan Wedhung Cirebon cenderung polos.

7. Senjata Tradisional Arit

Senjata Tradisional khas Bali Arit

Arit merupakan benda tajam yang berbentuk setengah lingkaran seperti bulan sabit yang terbuat dari besi baja yang kuat dan kokoh.

Senjata ini memiliki bentuk yang sama seperti celurit khas Madura, berupa pisau melengkung.

Seringkali masyarakat Bali menggunakan Arit ketika akan berpergian ke sawah atau ke kebun untuk mencari rumput, dll.

Walaupun bentuknya yang sederhana. Tapi senjata ini bisa sangat berbahaya, ditambah karena lengkungannya yang sangat tajam.

8. Senjata Tradisional Tombak

Senjata Tradisional Bali

Tombak adalah salah satu senjata yang menyimbolkan ketajaman pikiran yang umumnya pada ujung atas berisi Ayudha Dewata sebagai ciri khas senjata para Dewata.

Di nusantara sendiri Tombak digunakan oleh para prajurit kerajaan zaman dulu, yang berfungsi sebagai alat senjata perang.

Dalam sejarah Bali Tombak digambarkan dalam tarian Bali yang dikenal dengan nama tarian Wirayudha. Tarian ini merupakan tarian perang biasanya di lakukan oleh 2-4 orang sambil memegang senjata Tombak.

Dalam tarian ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap pergi menuju ke medan perang.

9. Senjata Tradisional Trisula

Trisula Senjata tradisional Bali

Trisula atau serampang berasal dari kata sansekerta yang berarti Trisul atau biasa diartikan sebagai tombak dengan mata tiga yang secara harafiah berarti tiga tombak.

Trisula adalah senjata utama Siwa. Siwa sendiri adalah salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) yang sering disembah pada masa kejayaan kerajaan Hindu-Budha di Jawa.

Begitu pula dalam agama paganisme Yunani-Romawi, Poseidon (Neptunus) dewa peguasa laut selalu membawa senjata trisula. Dalam kebudayaan yunani kuno (Mikenai), Poseidon adalah dewa utama, dan mungkin lebih utama dibanding Zeus.

10. Senjata Tradisional Caluk

Senjata tradisional Bali Caluk

Caluk ialah senjata adat Bali yang memiliki bentuk seperti sebilah pisau lengkung yang mempunyai gagang/ pegangan yang panjang.

Senjata ini terbuat dari besi/ tembaga yang ditempat sehingga menciptakan bentuk yang khas.

Senjata Caluk biasanya digunakan untuk menjangkau daerah yang lebih tinggi, misalnya ketika hendak akan memotong ranting, memanen buah dll.

11. Senjata Tradisional Keris Tayuhan

senjata tradisional khas Bali Keris Tayuhan

Keris Tayuhan merupakan sebutan bagi keris yang dalam pembuatannya memetingankan soal kesaktian (tuah) daripada keindahannya.

Keris ini diyakini berasal dari kebudayaan Kerajaan Majapahit, bagi masyarakat bali sendiri keris ini sudah dijadikan simbol identitas diri.

Sedangkan dari segi fungsional, keris ini biasa digunakan untuk sarana perlindungan diri terutama pada saat peperangan.

Namun dengan seiring berkembangya zaman, Keris Tayuhan mulai beralih fungsi, dan sekarang sudah diangggap sebagai benda pusaka yang dilengkapi dengan beragam hiasan baik di gagang, bilah ataupun sarungnya.

Oleh masyarakat Bali Keris Tayuhan ini sering di bersihkan dalam ritual pergantian tahun dan ritual agama lainnya.

Dan biasannya sering di sucikan atau dikeramatkan karena mempunyai kesan angker, dan memancarkan perbawa dan ada kalanya menakutkan. Maka tak heran jika perawatan dan penyimpanannya keris ini selalu diperhatikan.

12. Senjata Tradisional Penampad

Penampad senjata tradisional Bali

Penampad merupakan senjata tradisional Bali yang mempunyai bentuk seperti pisau panjang semacam pedang dan sering digunakan untuk membersihkan rumput pada pematang (galengan) sawah.

Penampad ‘bukanlah’ senjata yang difokuskan untuk peperangan atau pertarungan.

Penutup

Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai senjata tradisional Bali. Pengetahuan mengenai senjata tradisional memang sangatlah penting, karena dengan mempelajarinya kita akan tau seluk beluk hingga teknis penggunaan baik dalam bela diri maupun dalam keseharian masyarakat.

Semoga bermanfaat!

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Rumah adat Maluku
Baca yuk!

Rumah Adat Maluku

Banyak orang yang mengira bahwa rumah adat Maluku hanya rumah Baileo. Padahal itu hanya salah satunya. Oke, sebelum…
Rumah tradisional provinsi Bengkulu
Baca yuk!

Rumah Adat Bengkulu

Rumah adat di setiap daerah di Indonesia memang memiliki karakteristik yang khas, mulai dari segi arsitektur, filosofis, hingga…
Rumah adat Kalimantan Tengah
Baca yuk!

Rumah Adat Kalimantan Timur

Selain terkenal akan kekayaan alam, Kalimantan Timur (Kaltim) juga memiliki ragam kebudayaan yang khas seperti; bahasa daerah, adat,…