Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Senjata Tradisional Bangka Belitung, yang Harus Kalian Ketahui!

4 min read

Senjata Tradisional Bangka Belitung - Parang Bangka

Senjata Tradisional Bangka Belitung – Provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung beserta ratusan pulau-pulau kecil, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri merupakan Provinsi dari hasil ekspansi wilayah, daerah Sumatera Selatan. Provinsi ini juga sering disingkat dengan nama Babel. Provinsi ini dibentuk bersamaan dengan Provinsi Banten dan Gorontalo yakni pada tahun 2000.

Beragam adat dan budaya dari Kepulauan Bangka Belitung, diantaranya ada yang sudah kita kenal seperti, lagu daerah Bangka Belitung, alat musik tradisional Bangka Belitung dan Tari Tradisional Bangka Belitung dll.

Dan kali ini saya  akan mengulas mengenai Senjata Tradisional yang berasal Bangka Belitung, walaupun mungkin, dari kalian dapat menemui juga di daerah lain di Indonesia, akan tetapi senjata dari Bangka Belitung ini memiliki ciri khas tersendiri sehingga membuatnya unik.

Nama Senjata Tradisional Bangka Belitung

Senjata tradisional sudah menjadi simbolisasi yang ada disetiap daerah Indonesia (Hanya ada di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya) memiliki makna khusus, pesan khusus ataupun simbol khusus dan sebagainya di tiap-tiap daerah, jika masyarakat Jawa memiliki senjata tradisional seperti keris, kujang dan lain-lain.

Sementara di Bangka Belitung ada senjata tradisional yang bernama parang, siwar dan kedik berikut ini penjelasannya.

1. Senjata Tradisional Bangka Belitung – Parang Bangka

Senjata Tradisional Bangka Belitung - Parang
source: thebushcraftstore.co.uk

Parang adalah senjata tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dan termasuk umum. Parang juga dapat dijumpai di pulau jawa, semisal Golok Banten

Tetapi berbeda dengan parang yang berasal dari Bangka Belitung, senjata ini memiliki keistimewaan atau ciri khas yang membedakan dengan golok Ciomas Banten. Salah satunya yaitu:

Dibagian ujung parang ini dibuat lebar dan berat guna meningkatkan bobot supaya sasaran dapat terpotong dengan cepat.

Hal ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kekuatan serangan ketika mengenai lawan. Ketika diayunkan parang akan memberikan tekanan dan kekuatan sehingga menghasilkan potongan yang kuat dan menancap tajam.

Ini dikarenakan berat pada ujung parang dirancang memiliki berat khusus. Sehingga objek apapun jika terkena oleh parang akan cepat terpotong.

Parang yang mempunyai diameter sedang atau sekitar 40 cm juga dapat digunakan untuk menebang pohon karena bobot ujungnya yang lebih besar dan lebih berat.

Parang bangka ini mempunyai bentuk seperti layar kapal. Senjata ‘parang’ ini biasa digunakan terutama untuk perkelahian jarak pendek, Meskipun sekilas mirip dengan Golok Banten.

Produksi parang tersebar di toko perabotan dan memiliki ragam jenis, namun produksi massal dipasarkan tidak memiliki ciri khusus dan karasteristik yang dimaksudkan.

Di Belitung sendiri, produksi parang yang cukup terkenal adalah Parang Badau.  Parang khusus hanya dibuat oleh orang orang khusus dan memiliki karakteristik tersendiri. Parang yang beredar di pasaran seperti sekarang ini bukanlah asli dan memiliki ragam desain.

Keistimewaan parang asli dikabarkan memiliki kekuatan supranatural layaknya seperti keris, karena si pembuatnya sendiri adalah sang empu.

Awal Mula Parang Bangka

Senjata Tradisional Bangka Belitung - Parang Bangka
source: gpswisataindonesia.wordpress.com

Sejak abad ke-17 sudah terdapat produksi parang di Belitung. Hal itu diungkap oleh Dosen Sejarah Kolonial Universitas Amsterdam W.S. Stapel dalam bukunya Aanvullende Gegevens Geschiedenis Billiton, 1938.

“Pada permulaan abad ke-17 sudah terjadi hubungan dagang antara Pulau Belitung dengan beberapa tempat yang diduduki oleh Belanda, terutama dengan Batavia. Hasil perdagangan yang utama dari Pulau Belitung yakni besi, dan perkakas dari besi, dan juga adakalanya damar dan beras,” kata Stapel dalam bukunya.

Untuk memperkuat pernyataan itu, Stapel menyematkan sejumlah kutipan yang diambil dari buku register harian dari Batavia. Di antaranya adalah mengenai hubungan dagang antara Batavia dan Belitung dari 1640-1665.

Baca Juga : Senjata Tradisional Minangkabau

Dalam kurun waktu tersebut, Belitung atau Belitong tercatat pernah mengirimkan sebuah tongkang bersama 21 awak dengan membawa 10.000 muatan yang berisi kapak dan parang.

Tongkang atau yang dikenal dengan nama ponton adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau digunakan untuk mengakomodasi pasang-surut seperti pada dermaga apung.

Selanjutnya Mei 1661 dikirim lagi 10.000 buah kapak dan 50 pikul damar, Mei 1665 dikirim 1900 pahat dan 100 buah parang, 5 pil dkuamar, dan 60 tikar. Pada November tahun 1665, seorang penduduk Belitung membawa 2000 buah kapal ke Batavia.

Sedikitnya lebih dari tujuh bengkel yang masih memproduksi Parang Badau di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Namun, keberadaan mereka menjadi ‘benang merah’ sejarah pengerjaan logam di Belitung ratusan tahun silam.

Parang Badau dikenal masyarakat Bangka dengan sebutan Parang Belitung. Oleh masyarakat di sana Parang Belitung diyakini menyimpan nilai mistis.

2. Siwar

Senjata Tradisional Bangka Belitung - Siwar
source: bukalapak.com

Siwar merupakan senjata tradisional yang mirip dengan Golok panjang. Siwar dibedakan dari ukuran panjang dan pendeknya.

Senjata ini memiliki 2 jenis ukuran. Ada yang mempunyai bentuk panjang, dinamakan siwar panjang hampir menyerupai mandau Kalimantan Barat, namun ia tidak bengkok. Ukurannya rata, lurus, pipih, ringan jika diayunkan. Biasanya digunakan untuk pertarungan cepat jarak dekat.

Ukuran panjang, ketebalan dan bobotnya pun dirancang khusus yang dibuat tak sembarangan, disesuaikan dengan penggunanya.

Keistimewaan lainnya, siwar panjang khusus yang dirancang memiliki 2 mata sisi yang tajam seperti silet digunakan memang untuk pertempuran bagi masyarakat dahulu pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia

Baca juga : Senjata Tradisional NTB

Kemudian ada siwar pendek yang panjangnya seukuran keris, memiliki ujung yang runcing, yang dirancang khusus memang untuk pertarungan jarak dekat digunakan untuk menusuk lawan.

Bagian tengahnya memiliki lengkungan yang berfungsi untuk merobek atau menyayat, siwar yang satu sangat tajam dan memiliki ketebalan yang tipis.

Umumnya siwar pendek digunakan oleh pendekar bangka belitung zaman dulu sebagai senjata rahasia ketika dalam keadaan terdesak.

3. Kedik

Senjata Tradisional Bangka Belitung - Kedik
source: tradisikita.my.id

Jika kalian mengunjungi toko perkakas atau pertanian di Bangka Belitung, pastilah kalian akan menemukan kedik. Karena memang pada umumnya kedik memang difungsikan sebagai alat pertanian yang biasa digunakan untuk membersihkan rumput dibawah tanaman.

Kedik sendiri adalah senjata tradisional yang biasa digunakan sebagai alat pertanian. Alat ini memang dirancang untuk digunakan di perkebunan terutama di kebun lada.

Dalam penggunaannya si pemakai harus berjongkok dan bergerak mundur atau menyimpang.

Kedik memang dibuat khusus untuk membersihkan rumput atau tanaman liar yang berada disekitar halaman rumah. Ia akan mudah digunakan untuk menelusuri bagian yang sulit dijangkau oleh cangkul.

Baca Juga : Senjata Tradisional Bali

Sejak dulu sebelum pertimahan menjadi populer sebagai mata pencaharian, masyarakat bangka belitung yang bertempat tinggal di pedesaan kebanyakan berprofesi sebagai petani. Dalam fungsinya sendiri, kedik hampir sama dengan cangkul, yang membedaknnya hanya dari segi ukuran, kedik biasanya lebih kecil dan bentuk nya bengkok ke kiri.

Alat ini digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Alat ini sangat efektif untuk membersihkan rumput pengganggu tanaman lada.

Kedik biasanya digunakan oleh kaum wanita karena alatnya kecil dan relatif lebih ringan. Kedik hanya dapat digunakan untuk rumput jenis yang kecil atau rumput yang tumbuh dengan akar yang dangkal, bukan ilalang.

Demikian pembahasan mengenai Senjata Tradisional Bangka Belitung, semoga menambah wawasan kita akan budaya Nusantara khususnya senjata tradisional.

Bentuk Kedik

Kedik memiliki bentuk seperti Parang atau Golok. Namun alat ini memiliki bilah yang melengkung, atau bengkok. Oleh karena itu beberapa daerah di Bangka Belitung  lebih mengenal alat tersebut dengan sebutan Parang Bingkok. Bingkok sendiri memiliki arti yakni Bengkok.

Dilihat dari segi ukuran, alat ini tidak memiliki ukuran yang terlalu besar. Kedik memiliki panjang sekitar 38cm hingga 50cm, dan masa yang tidak terlalu berat, biasanya tidak lebih dari 2kg.

Material Pembuatan Kedik

Bahan Baku pembuatannya sendiri tidak terlalu sulit dan mudah untuk di temukan. Pasalnya pembuatan alat ini sama seperti senjata tradisional lainnya yaitu Parang. Hanya membutuhkan besi sebagai bahan pembuatan mata pisaunya dan kayu sebagai hulunya. Hanya saja besi yang digunakan harus dibengkokan atau di bentuk sedikit melengkung pada bagian atasnya.

Terimakasih semoga bermanfaat…

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *