Senjata Tradisional Minangkabau

Kerambit senjata khas Minangkabau

Suku Minangkabau atau orang Minang merupakan sebuah kelompok etnis yang mayoritasnya masyarakatnya berada di Sumatera Barat.

Memang, seperti yang kita ketahui bahwa Provinsi Sumatera Barat dikenal memiliki akar budaya yang sangat kuat, hal tersebut tidak lepas dari peran masyarakatnya yang terus menjaga dan melestarikan kebudayaan warisan leluhur.

Dapat kita lihat dari beberapa peninggalan kebudayaanya seperti; rumah adat, tarian tradisional, makanan khas, sampai senjata tradisional semuanya masih dijaga dengan baik.

Yap benar, selain beberapa hal yang saya sebutkan diatas, suku Minangkabau juga memiliki beragam senjata tradisional yang masih terawat dan terjaga keasliannya.

Nama Senjata Tradisional Minangkabau

Provinsi Sumatera Barat memang banyak mempunayai keunikan, mulai segi kulinernya yang khas, apalagi kalo bukan aneka makanan Padang 😀

Selain daripada itu, masyarakat Minang juga dikenal dengan kebudayaanya yang kental mulai dari upacara adat, alat musik, pakaian adat hingga senjata tradisional.

Pahami juga: Upacara Adat Minangkabau

Nah, berikut ini beberapa senjata tradisional Minangkabau (Sumatera Barat) yang masih dijaga dan dilestarikan sampai sekarang.

1. Kerambit

Kerambit senjata tradisional Minangkabau

Kerambit atau biasa disebut Karambiak atau Kurambiak adalah salah satu senjata tradisional Minangkabau, Sumatera Barat.

Senjata ini mempunyai bentuk fisik berupa pisau genggam kecil yang memiliki bentuk melengkung dengan ujung yang runcing.

Dengan bentuknya yang unik, senjata Kerambit pun dinobatkan sebagai salah satu senjata paling mematikan di dunia.

Bahkan US (United States) pun telah memproduksi massal senjata ini dan dijadikan senjata yang wajib bagi US Marshal.

Meskipun Kerambit terlihat imut dan berukuran kecil, namun jangan salah! Senjata ini sangatlah berbahaya karena dapat melumpuhkan dan menyanyat/ merobek anggota tubuh lawan dengan sangat cepat.

Berdasarkan sejarah, senjata Kerambit berasal dari Minangkabau yang dibawa oleh para perantau berabad-abad yang lalu hingga menyebar ke berbagai wilayah seperti; Jawa hingga Semenanjung Melayu.

Konon, bentuk dari senjata ini terinspirasi dari cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera. Hal ini sependapat dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi “Alam Takambang Jadi Guru”.

Biasanya senjata ini digunakan dalam pertarungan jarak dekat yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlilan beda diri.

Orang yang menggunakan senjata ini tentu bukan sembarangan, melainkan para pendekar khususnya yang beraliran silat harimau Minangkabau akan sangat mahir menggunakan senjata ini (cakar harimau)

Catatan tertua pada Asian Journal British menyebutkan penggunaan Kerambit sudah berlangsung di Sumatera sejak Juli-Desember 1827.

Seiring berjalananya waktu, Kerambit ini memiliki perubahan hingga mempunyai banyak varian, berdasarkan bilah tajamnya, terdapat dua varian yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (doube edges).

Di Indonesia sendiri Kerambit terdapat dua versi yaitu, Kerambit Jawa Barat dan Karambiak/ Kurambiak Minang, perbedaan dari keduanya adalah:

  • Kerambit Jawa Barat memiliki lengkungan yang berbentuk bulat.
  • Kerambit Minangkabau mempunyai lengkungan berbentuk siku.

Berdasarkan jenisnya senjata Kerambit dibagi menjadi 6 macam, yaitu:

  • Sumatera Barat; Kuku Alang (kuku elang), Lawi Ayam.
  • Jawa Barat, dan Jawa Tengah; Kuku Bima.
  • Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Madura; Kuku Harimau.
  • Lombok; Kerambit Lombok.
  • Pulau Sumbawa; Kerambit Sumbawa
  • Jawa Barat; Kuku Hanoman

2. Sumpitan

Sumpit senjata khas Minangkabau

Sumpitan atau yang biasa dikenal dengan nama Sumpit adalah senjata tradisional yang digunakan oleh masyarakat di Sumatera Barat untuk berburu atau untuk melakukan pertempuran.

Senjata ini mempunyai daya tembak dengan akurasi yang baik hingga 200 meter.

Senjata Sumpit bentuknya menyerupai tabung kecil yang memungkinkan panah kecil untuk ditembakan melesat jauh menuju sasaran.

Bukan hanya suku Minangkabau, Sumpit juga menjadi senjata tradisional bagi suku Dayak lho! Fungsinya pun tidak jauh beda yaitu untuk berburu hewan 😀

Sebagai salah satu peninggalan warisan leluhur, tentu saja senjata ini masih dilestarikan dan digunakan oleh suku Minang sebagai peralatan utama untuk berburu.

Pasalnya, selain hemat biaya menggunakan Sumpit juga tidak akan merusak alam karena bahan yang digunakan sangat alami.

3. Ruduih

Ruduih senjata tradisional suku Minangkabau

Ruduih merupakan senjata tradisional sejenis dengan golok yang berasal dari hasil budaya suku Minangkabau, Sumatera Barat.

Senjata adat ini biasanya digunakan untuk bertempur di medan perang, tapi terkadang juga Ruduih digunakan dalam kegiatan sehari seperti; bertani/ berkebun.

Dilihat dari bentuknya Ruduih sama halnya seperti Klewang yaitu mempunyai bilah tajam pada satu sisi.

Akan tetapi bila Klewang sisi bilahnya tajam dan lurus, berbeda dengan Ruduih yang sedikit cembung ke dalam.

Selain itu bentuk sarung (warangka) nya pun beda, jika Klewang memiliki sarung yang menyerupai sosok naga, sedangkan Ruduih dibuat sederhana seperti golok biasa.

Senjata Ruduih saat ini berada di dalam Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma dan tercatat sebagai senjata yang digunakan dalam perang Manggopoh pada tahun 1908 silam.

Perang Mongopoh ini terjadi pada tanggal 15-16 Juni 1908. Perang ini berawal dari kejengkelan kaum ninik, alim ulama, para cendekiawan dan rakyat Kanagarian Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

4. Klewang

Senjata tradisional khas Minang Klewang

Klewang adalah senjata senjata tradisional suku Minangkabau yang mempunyai bentuk seperti golok bersisi satu dengan tumpuan berat yang terletak ditengah golok kampilan.

Senjata Klewang umumnya mempunyai bentuk mata lurus serta tajam, namun ada juga yang bermata lengkung, dengan ukuran yang setara layaknya pedang.

Pada zaman dulu Klewang dijadikan sebagai senjata utama para pasukan Padri ketika terjadi perang di Sumatera barat pada abad ke 19.

Dalam peristiwa ini terlihat perwira pasukan Padri sangat lihai menggunakan senjata Klewang ketika berperang.

Meskipun digunakan sebagai senjata utama untuk berperang, Klewang juga seringkali digunakan untuk kegiatan bertani bagi masyarakat Minang.

Dengan bentuknya yang unik, mulai dari gagangnya yang menyerupai bentuk naga hingga sarungnya yang dibuat bergaris-garis membuat Klewang masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.

Baca juga: Senjata Tradisional NTB

5. Karih

Senjata Karih Sumatera Barat

Karih merupakan senjata tradisional Sumatera Barat yang mempunyai bentuk dan karakteristik seperti Keris Jawa.

Perbedaanya, jika Keris Jawa mempunyai lekukan (luk), sedangkan Karih cenderung lurus dan tidak berlekuk.

Bukan hanya itu, senjata Karih juga mempunyai gagang yang melengkung kebawah, sehingga akan mempermudah bagi orang yang menggegamnya.

Bagi orang yang baru pertama kali melihat senjata ini, pasti akan mengira bahwa itu adalah Keris, karena ketika senjata Karih dimasukkan ke dalam warangka (sarung) benar-benar akan terlihat seperti keris.

Karih juga terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budayo Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005.

Dulu, Karih digunakan sebagai senjata untuk menikam, namun seiring berjalannya waktu Karih pun digunakan sebagai perlengkapan/ aksesoris pada kaum pria, khususnya para penghulu yang dipakai ketika ada acara resmi (malewa gala) atau pengukuhan gelar.

Karih juga digunakan oleh para mempelai pria dalam acara pernikahan Minang, disebut Baralek.

Dalam upaya melestarikan senjata Karih, masyarakat Minang juga seringkali menggunakan senjata ini dalam pertunjukan silat khas Minangkabau.

Berikut gambaran dari bentuk karih Minangkabau:

source: min.wikipedia.org
source: min.wikipedia.org

6. Piarik

Senjata Piarik Sumatera Barat

Piarik merupakan senjata tradisional Minangkabau, Sumatera Barat yang mempunyai bentuk tombak dengan 3 mata tajam.

Selain di Sumatera Barat, di daerah lain seperti Sumatera Selatan juga sering digunakan dan disebut dengan Trisula.

Jika dilihat dari bentuknya senjata ini mirip seperti senjata utama Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu.

Hal ini karena pada zaman dulu sebelum Islam masuk ke Sumatera Barat, “khususnya” masyarakat Minang masih menganut agama Hindu.

Seringkali senjata tradisional Piarik dipakai masyarakat Sumatera Barat untuk berburu binatang yang berukuran besar.

Sampai saat ini keberadaan Piarik masih dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh warga Minangkabau, dan telah menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia.

Materi lainnya: Senjata Tradisional Bali

Itulah uraian dari beberapa senjata khas Minangkabau. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambaha wawasan kalian semua, terutama seputar adat istiadat dan budaya di Indonesia.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Rumah adat Maluku
Baca yuk!

Rumah Adat Maluku

Banyak orang yang mengira bahwa rumah adat Maluku hanya rumah Baileo. Padahal itu hanya salah satunya. Oke, sebelum…
Rumah tradisional provinsi Bengkulu
Baca yuk!

Rumah Adat Bengkulu

Rumah adat di setiap daerah di Indonesia memang memiliki karakteristik yang khas, mulai dari segi arsitektur, filosofis, hingga…
Rumah adat Kalimantan Tengah
Baca yuk!

Rumah Adat Kalimantan Timur

Selain terkenal akan kekayaan alam, Kalimantan Timur (Kaltim) juga memiliki ragam kebudayaan yang khas seperti; bahasa daerah, adat,…