Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Senjata Tradisional Sumatera Utara

6 min read

Senjata tradisional sumatera utara

Halo sabahat milenials, kebudayaan di Sumatera Utara memang sangat beragam mulai dari tarian, upacara adat sampai senjata tradisional .

Karena seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Sumatera Utara/batak terkenal sebagai masyarakat yang selalu berusaha menjaga kelestarian nenek moyang mereka.

Sebagai bukti kelestarian dari budaya Sumatera Utara ini bisa dilihat pada terjaganya peninggalan budaya, salah satunya yaitu senjata tradisional yang beragam.

Pada umumnya senjata tradisional digunakan pada zaman dahulu sebagai alat pertahanan diri dan sebagai senjata berperang ataupun berburu.

Ada banyak sekali jenis senjata tradisional Sumatera Utara diantaranya seperti; piso toba, tongkat tunggal panaluan, tumbuk lada, dan masih banyak yang lainnya.

eits, tunggu! Sebelum ke inti ada baiknya kalian mengetahui tentang perkembangan senjata tradisional di Indonesia terlebih dahulu.

Yuk simak penjelasannya!

Perkembangan Senjata Tradisional Di Indonesia

Seperti kita tahu, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan kebudayaan masyarakatnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya budaya yang berbeda-beda disetiap daerah.

Setiap warisan budaya, tentu memiliki nilai dan sejarah masing-masing. Oleh karena itu, mengenal budaya negeri sendiri merupakan hal yang diwajibkan bagi masyarakat Indonesia.

Selain mengenal kultur dan kebiasaan masyarakat, mengetahui senjata tradisional daerah juga menjadi sesuatu yang penting  untuk dilakukan karena senjata tradisional termasuk kedalam aset negara yang harus dijaga dan dilestarikan.

Jika kita kembali melihat sejarah, zaman dulu orang-orang menggunakan senjata tradisional untuk beragam keperluan seperti; berkebun, memotong pohon, berlindung dari serangan musuh dan dan berperang.

Senjata Tradisional Papua

Namun, seiring berjalannya waktu senjata tradisional pun telah beralih fungsi yang dulu dipakai untuk membantu kehidupan masyarakat, fungsi senjata tradisional saat ini dijadikan sebagai benda pusaka, pelengkap acara kesenian dan pelengkap upacara adat.

Bahkan beberapa senjata tradisional juga ada juga yang menjadi koleksi para kolektor barang antik yang harganya akan sangat mahal karena termasuk benda langka.

Daftar Nama Senjata Tradisional Sumatera

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa di Sumatera Utara terdapat banyak senjata tradisional bahkan sebagian ada yang masih dijaga dan dilestarikan.

Penasaran? Berikut pembahasan lengkapnya.

Piso Toba

Senjata tradisional pisau toba

Piso toba adalah senjata tradisional Sumatera Utara yang masih ada hingga sekarang. Senjata ini berupa sebilah pedang dengan bagian bilahnya yang sangat tajam.

Menurut sejarah piso toba dibuat pada abad ke 19.

Bahan untuk membuat senjata ini terdiri dari 3 jenis yaitu; kayu, kuningan, dan besi. Saat ini untuk menjaga keamanan serta keutuhan bentuknya, senjata ini disimpan dalam sebuah museum di Sumatera Utara.

Piso Gaja Dompak

Piso gaja dompak adalah senjata tradisional Sumatera Utara yang mempunyai bentuk seperti pisau pada umumnya. Senjata ini berfungsi untuk memotong dan menusuk.

Jenis senjata ini berasal dari 3 kata yaitu; piso yang artinya pisau, gaja yang artinya gajah, dan dompak yang artinya berwibawa/jimat.

Sehingga dapat disimpulkan piso gaja dompak artinya pisau berukirkan gajah yang berwibawa

Menurut masyarakat Sumatera Utara piso gaja dompak ini dipercaya sebagai senjata pusaka warisan kerajaan Batak pada masa Raja Sisingamangaraja I.

Jika dilihat secara langsung, pisau ini didominasi warna gelap. Baik pada gagang maupun pada sarungnya. Terdapat ukiran mirip orang duduk pada bagian gagang dan bentuk muka orang pada sarungnya.

Ukuran senjata ini cukup panjang yaitu sekitar 40 cm. Biasanya piso gaja dompak digunakan sebagai pelengkap pakaian adat dengan menyematkan rantainya pada pinggang.

Karena dianggap sebagai senjata pusaka, senjata tradisional ini tidak diperuntukan untuk membunuh. Masyarakat setempat juga percaya bahwa piso gaja ini mempunyai filosofi dan kekuatan supranatural.

Tongkat Tunggal Panaluan

Senjata tradisional sumatera

Tongkat tunggal panaluan merupakan senjata berupa tongkat sakti yang memiliki panjang sekitar 170 cm dan hanya dimiliki oleh raja Batak/Datu bolon (dukun besar).

Filosofi Senjata Tradisional  Tunggal Panaluan

Dalam perkembanganya tongkat ini hanya dimiliki oleh ketua adat dan dipakai pada saat ada acara besar, misalnya  Mambukka Huta, acara Horja bius dan sebagainya.

Tongkat pusaka raja Batak ini disimpan di museum Gereja Katolik Kabupaten Samosir.

Masyarakat Batak mempercayai bahwa tongkat tunggal panaluan mempunyai sejumlah kekuatan supranatural, diantaranya:

  • Meminta hujan.
  • Menahan hujan (manarang udan).
  • Menolak bala.
  • Mengobati penyakit, mencari dan menangkap pencuri.
  • Serta membantu dalam peperangan.

Sejarah Senjata Tradisional Tunggal Panaluan

Senjata tunggal panaluan menggambarkan urutan tokoh manusia dan hewan yang berada diatas satu sama lain.

Dua tokoh di atas mewakili saudara kembarnya yang legendaris. Mencoba menyelamatkan mereka, Datu dan hewan memanjat pohon, kemudian berubah menjadi sosok yang tampak di bawah si kembar. Pohon itu kemudian ditebang dan menjadi panaluan tunggal pertama.

Tumbuk Lada

Senjata tradisional tumbuk lada

Tumbuk lada adalah senjata tradisional yang berasal dari wilayah Karo. Orang zaman dulu menggunakan senjata ini ketika dalam pertempuran jarak dekat.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar senjata tumbuk lada sudah diisi dengan jimat atau racun agar lebih mematikan saat digunakan untuk bertempur.

Senjata ini memiliki bentuk seperti pisau. Hanya saja ukurannya lebih besar dan memiliki ciri khusus dibanding pisau.

Cara memegang senjata ini terdapat 2 cara yaitu:

  • Mata pisau menghadap ke bawah
  • Mata pisau menghadap ke atas

Seiring dengan perkembangan zaman, senjata ini pun mulai beralih fungsi, sekarang banyak yang menggunakan senjata ini sebagai hiasan ataupun pusaka yang digunakan dalam upacara adat.

Bahkan tak jarang ada yang menggunkan senjata ini sebagai keperluan pengobatan, biasanya akan diadakan perayaan Upacara Ngelegi besi Mersik pada Klimbu.

Piso Halasan

Piso halasan senjata tradisional masyarakat Batak

Piso halasan merupakan senjata tradisional Sumatera Utara berjenis pedang yang berasal dari daerah (Tapanuli Utara).

Senjata ini pada umumnya hanya dimiliki oleh seorang pemimpin Batak yang sudah memiliki otoritas hingga di tingkat Bius.

Masyarakat Batak mempercayai bahwa senjata ini menjadi lambang kebesaran (Orang Batak Hasangapon) bagi dirinya yang membawa manfaaat bagi orang banyak.

Pisau adalah lambang kecerdasan, dan sarungnya adalah hukum yang melakukan solam pembatasan dari hal yang menjerumuskan kepada perbuatan yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan kata lain, mereka cerdas, namun mampu membatasi diri untuk tidak terjerumus kepada kepentingan pribadi serta menegakkan hukum yang adil dan memberi jalan kehidupan bagi warga.

Dapat kita simpulkan bahwa masyarakat Batak mempunyai pola pikir yang tajam (piso) dan selalu mencari solusi dalam setiap permasalahan dan memperluas wawasan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Piso Gading

Piso gading merupakan salah satu senjata tradisional Sumatera Utara yang berasal dari tanah Toba. Senjata jenis ini hanya dimiliki oleh orang tertentu seperti para Raja.

Piso ini memiliki bentuk seperti pedang dengan bilah yang sangat tajam. Menurut sejarah satu yang masih tersisa adalaah piso gading peninggalan Raja Batak Toba yang dibuat pada sekitar  abad 19.

Bahan yang digunakan untuk membuat senjata ini terbilang langka dan sangat sulit ditemukan, karena terdiri dari; kayu, rotand dan gading dengan panjang sekitar 66 cm dan panjang pisau sekitar 48 cm.

Bentuk Piso Gading

Gading yang digunakan untuk membuat senjata ini tidak dibuatkan ukiran, tetapi hanya mengikuti lekukannya.

Sarungnya sama seperti piso halasan, memiliki ukiran yang tidak jauh berbeda hanya saja pada senjata tradisional ini terdapat rantai.

Rantai tersebut ada yang dibuat dipangkal salah satu ujungnya dan satu lagi bagian tengah sarung tersebut. Tapi ada juga yang meletakan rantainya dipangkal sarung piso gading. Hal tersebut ditentukan atas permintaan Raja.

Senjata piso gading umumnya mengandung racun yang sangat mematikan karena efeknya yang dapat bereaksi cepat merangsang otak menjadi lemah dan menyerang jantung.

Racun tersebut diberi nama dengan “Rasun Nipu” yang dioleskan diujung sisi tajam yang belekuk.

Membuat senjata ini bukanlah hal yang mudah. Hanya orang tertentu saja yang dapat membuatnya semisal Dukun (Datu). Dari mulai mencari, mengumpulkan bahan-bahan sampai menyelasaikannya.

Selain itu Datu juga yang membuat ramuan Rasun Nipu yang mematikan. Biasannya para Datu akan mencari berbagai jenis tumbuhan yang ada di hutan untuk dijadikan racun.

Senjata Tradisional Jambi

Piso Sanalenggam

Piso Sanalengaam Senjata Tradisional Sumatera Utara

Sumatera Utara memang dikenal sebagai daerah yang memegang teguh seni dan budaya nenek moyang.

Jadi tidak heran jika banyak peninggalan nenek moyang yang menarik untuk ditelusuri dan dipelajari, salah satunya yaitu; piso sanalenggam.

Dikutip dari wikipedia, piso sanalanggem mempunyai banyak sebutan. Diantaranya; piso sinalenggam, piso sinalenggan, piso surik sinalenggan dan sanalenggam.

Bentuk Senjata Tradisional Piso Sanalenggam

Senjata tradisional ini memiliki satu sisi potong yang sangat tajam dengan lebar dari bagian gagang hingga ke ujung bagian mata pedang dekat ke ujung.

Jenis senjata tradisional ini tidak memiliki rongga atau belahan tengah, karena bentuknya yang menyerupai huruf S dari gagang ke ujung membentuk kurva.

Gagang senjata diukir kayu atau tanduk serta hiasan dengan ujung gagangnya yang membengkok ke arah kenop gagang.

Kenop dan cincin gagang biasanya terbuat dari kuningan dan sarung pedang yang terbuat dari kayu yang datar. Sedangkan lubang sarungnya dibuat lebih lebar dari pisau dan melebar sedikit bengkok ke ujung pedangnya.

Piso sanalenggam biasanya digunakan Suku Batak dan Suku Dairi.

Keunikan Senjata Tradisional Senjata Sanalenggam

  • Senjata ini menggunakan motif yang melilit atau melingkar di leher.
  • Bagian bawahnya terdiri dari cincin kuningan yang terbuat dari kawat yang digulung.
  • Bentuk patung pada gagang pedak seperti patung suku Maya di daratan Amerika Tengah. Kemiripan ini masih menjadi teka-teki sejarawan.
  • Gagang senjata tradisional ini terbuat dari kayu yang diukir dan terdapat bentuk yang menyerupai sosok pria yang kepalanya menunduk ke bawah.

Hujur Siringis

Senjata tradisional hujur saringis

Hujur siringis merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang mempunyai bentuk seperti tombak. Senjata ini terbuat dari kayu ringan namun kuat yang dilengkapi dengan sebilah pisau runcing di bagian ujungnya.

Berbeda dengan tombak pada umumnya hujur saringgis menggunakan bahan logam pada bagian ujungnya. Bahan inilah yang membuat senjata tersebut mampu menembus semua benda yang dikenainya.

Senjata tradisional hujur saringgis adalah senjata yang pertama kali ditemukan dan merupakan senjata utama Suku Batak untuk berperang.

Piso Sitolu Sasarung

Piso Sitolu Sasarung yang mempunyai makna yang sangat dalam

Senjata tradisional piso sitolu sasarung ini adalah pisau yang mempunyai satu sarung yang di dalamnya terdapat tiga buah mata pisau.

Nama sitolu melambangkan bahwa kehidupan orang batak menyatu dengan 3 benua. Adapun ketiga benua ini, diantaranya:

  • Benua atas
  • Benua tengah
  • Benua bawah

Selain itu, makna sitolu juga melambangkan Debata natolu. Debata guru yang merupakan kebijakan, Batara surya yang artinya keimanan dan kebenaran, Batara bulan yang merupakan kekuatan tetap menyertai orang Batak dalam kehidupan sehari-harinya.

Tentunya senjata piso sitolu sasarung memiliki banyak sekali nilai luhur dan filosofi oleh karena itu senjata ini masih sangat dijaga keberadaanya hingga sekarang.

Piso Karo

Senjata tradisional piso karo

Menurut sejarah senjata tradisional piso karo sudah ada sejak abad ke-19. Sekilas senjata ini mempuyai hampir mirip piso gading,

Namun jika di lihat lebih dekat terdapat perbedaan yang sangat mencolok, yakni; jika pisau gading dibuat dengan cara diukir, sedangkan piso karo menggunakan kayu tanpa ukiran.

Keunikan Senjata Tradisioanl Piso Karo

  • Bagian sarung ditutupi perak dan suasa yang membuat nilai estetikanya semakin terlihat menarik.
  • Bagian ujung pegangan piso karo bercabang.
  • Ukiran senjata tradisional piso karo sangat bervariasi mulai dari 5-31 cm.

Parang

Senjata Tradisional Parang

Parang adalah senjata yang mempunyai bentuk seperti pisau, hanya saja bentuknya lebih besar.

Pada zaman dulu, masyarakat Sumatera Utara menggunakan parang untuk berbagai hal, selain untuk bertempur juga berfungsi untuk melindungi diri dari ancaman binatang buas.

Kini, dalam berbagai realita yang ada, masyarakat Sumatera Utara memakainya untuk berkebun dan memotong hewan.

Nama lain dari parang adalah golok dan ada banyak jenisnya. Ada yang memang khusus untuk memotong daging dan ada pula yang khusus dipakai untuk memotong kayu.

Parang ini terbuat dari besi baja, proses membuatnya besi dipanaskan sampai bisa dibentuk sesuai dengan standar ukuran parang itu sendiri.

Piso Silima Sarung

Senjata tradisional piso silima sarung

Piso silima sarung merupakan senjata tradisional Sumatera Utara dimana didalamnya terdapat 1 sarung dan 5 mata pisau.

Konon, pisau ini berisi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan menurut kepercayaan suku batak, manusia terlahir ke dunia memiliki 4 roh, dengan kelima badan atau wujud.

Maka dalam ilmu meditasi, jika ingin mendekatkan diri pada Mulajadi Nabolon (Tuhan YME) tentu harus terlebih dahulu menyatukan 4 roh kelima badan tersebut.

Meriam Puntung

Meriam puntung peninggalan kerajaan Aru/ Haru

Meriam puntung merupakan senjata tradisional Sumatera Utara yang berbentuk tabung dengan menggunakan bahan pendorong untuk menembak tepat ke sasaran.

Jenis senjata ini merupakan senjata yang tidak digunakan lagi dan menjadi salah satu senjata yang di museumkan di Sumatera Utara/Istana Maimun.

Senjata Tradisional Yogyakarta

Penutup

Demikian yang bisa saya jelaskan mengenai senjata tradisional Sumatera Utara, pengetahuan mengenai senjata tradisional sangatlah penting. Karena dengan mempelajarinya kita akan tau seluk beluk hingga teknis penggunaan baik dalam bela diri maupun dalam keseharian masyarakat.

Akhir kata, semoga artikel yang saya tulis dapat dipahami dan dapat menjadi referesi bahan bacaan dalam pembelajaran kalian.

Terima kasih.

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *