BerandaEdukasiTentang Teks Editorial : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur

Tentang Teks Editorial : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur

pengertian teks editorial (milenialjoss.com)

Pengertian

Teks editorial sering disebut juga tajuk rencana bisa kita jumpai di halaman awal suatu surat kabar atau koran. Teks editorial merupakan artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual atau yang sedang menjadi sorotan, fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat). Teks editorial dapat diasumsikan sebagai sikap institusi media massa terhadap peristiwa yang dibahas.

Teks editorial pada umumnya bersifat aktual yang berisi analisis subjektif berdasarkan fakta dan data. Dengan serentetan argumentasi yang disajikan, penulis berusaha memengaruhi dan meyakinkan orang lain. Teks editorial ini juga kerap mengungkapkan penilaian atau saran terhadap sesuatu, atau kebijakan subjek dalam memutuskan sesuatu. Teks editorial merupakan opini atau pendapat redaksi media cetak terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat.


Karakteristik atau Ciri-Ciri Teks Editorial

Sebuah teks editorial atau tajuk rencana memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan.

b. Berisi ulasan tentang suatu masalah yang disajikan.

c. Biasanya berskala nasional, namun berita internasional juga dapat menjadi tajuk rencana, apabila berita tersebut memberi dampak kepada lingkup nasional.

d. Tertuang pikiran subjektif redaksi.

Fungsi teks editorial adalah sebagai kritik atas ketimpangan yang terjadi dalam suatu masyarakat dan memberikan wawasan pandangan pada masyarakat atas permasalahan yang sedang hangat tersebut.


Tujuan penulisan teks editorial

Keberadaan teks editorial dalam suatu surat kabar, majalah, buletin, atau tabloid memiliki tingkat urgensi sebagai berikut:

a. Teks editorial bertujuan memberikan penjelasan berita terpenting pada penerbitan tersebut.

b. Teks editorial berfungsi memberikan latar belakang yang mendalam mengenai permasalahan yang dibicarakan.

c. Suatu persoalan yang menyangkut kepentingan bersama dengan menempatkan pada perspektif sejarah sehingga ada korelasi yang komprehensif dengan berita-berita yang terpisah.

d. Teks editorial merupakan prediksi atau perkiraan redaktur akan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi.

e. Teks editorial merupakan pandangan redaktur penerbitan pers yang berkaitan dengan nilai moral dan hati nurani.


Fakta dan Opini dalam Teks Editorial

Fakta

Fakta adalah hal, keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar terjadi. Ada 2 jenis fakta dalam teks editorial, yaitu sebagai berikut:

a. Fakta Umum

Fakta umum adalah kebenaran yang berlaku sepanjang zaman dari dahulu sampai sekarang atau infromasi yang berisi fakta yang masih umum, belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek pariwisata, pelaku, dan lain lain. Contoh: Jakarta merupakan ibukota Indonesia.

b. Fakta Khusus

Fakta khusus adalah kebenaran yang berlaku pada suatu periode tertentu atau informasi yang berisi kejadian atau peristiwa, lalu dijelaskan secara terperinci dan detail. Contoh: Bowo menyiram tanaman.

Opini

Opini atau pendapat adalah sesuatu yang kebenarannya masih perlu diuji karena bentuknya masih berupa pendapat. Kalimat yang mengungkapkan pendapat penulis biasanya menggunakan kata menurut saya, sepertinya, bagus sekali, sangat (bagus), dan lain-lain.

Karakteristik opini sebagai berikut: Baru terjadi (baru rencana, Berupa pendapat, Bersifat Subjektif, Keterangannya belum jelas.

Jenis-jenis Opini:

a. Opini perorangan (subjektif) merupakan suatu pendapat berdasarkan pandangan pribadi/ orang-orang tertentu saja. Contoh: Sepertinya jalanan ini akan longsor

b. Opini umum (objektif) merupakan suatu pendapat berdasarkan pandangan (orang banyak/khalayak umum). Contoh: Mengisap rokok akan merugikan diri sendiri.


Struktur Teks Editorial

Sama seperti jenis teks lainnya, teks editorial juga memiliki struktur yang membedakannya dengan teks lainnya. Secara garis besar, struktur teks editorial dapat dibagi menjadi tiga bagian, pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat.

a. Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas pada bagian berikutnya. Pada bagian pengenalan isu disajikan peristiwa aktual, fenomenal, dan kontroversial.

b. Argumentasi merupakan pendukung yang akan memperkuat opini yang hendak disampaikan.

c. Penegasan merupakan bagian akhir teks editorial yang berisi simpulan dari pendapat yang telah dikemukakan. Pada bagian ini umumnya kuta bisa menambahkan pernyataan berupa kritik dan saran agar opini penulis dapat terbukti dan semakin kuat.


Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

a. Penggunaan kalimat retoris.

Kalimat retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban

b. Penggunaan kata-kata populer.

Kata populer yaitu kata yang lazim digunakan masyarakat, jadi teks mudah dipahami pembaca.

c. Kata hubung/konjungsi.

Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Konjungsi digunakan menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Penggunaan konjungsi pada teks editorial yang paling banyak ditemui sebagai berikut:

  • Konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi, misal pertama, berikutnya dan lain-lain.
  • Konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi, misal bahkan, juga dan lain-lain.
  • Konjungsi yang menyatakan hubungan sebab akibat, misal sebab, karena, maka
  • Konjungsi yang menyatakan harapan, misal agar, supaya
  • Konjungsi yang menyatakan simpulan, misal dengan demikian dan oleh karena itu.

d. Kata Keterangan/adverbia

e. Kata Kerja

Dalam teks editorial, kata kerja dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kata kerja relasional, material, dan mental.

f, Modalitas

Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, peristiwa, atau sikap terhadap lawan bicaranya.


Menyusun Teks Editorial

Membuat teks editorial sederhana dapat dilakukan dengan mencari topik tentang suatu masalah atau peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan. Ada beberapa langkah dalam menulis teks editorial, yaitu sebagai berikut:

  1. Menentukan isu yang akan disampaikan. Cari sebuah masalah atau hal yang sedang hangat diperbincangkan, sumber masalah bisa berupa aspek sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan atau olahraga.
  2. Menuliskan Argumentasi
  3. Membuat simpulan atau saran

Yuk Diskusikan di Komentar