Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Upacara Adat Bali : Beserta Gambar dan Penjelasannya [Lengkap]

5 min read

upacara adat

Upacara Adat Bali – Mendengar kata Bali. Pasti kalian langsung berpikiran tentang pantai.

Ya, memang kota Bali sudah menjadi surganya pantai di Indonesia. Bukan hanya soal pantai yang popularitasnya sudah mendunia.

Tapi kalian di tempat ini juga akan banyak sekali menemukan hal-hal yang menyenangkan mulai dari mencari ngarai tersembunyi sukawati, beach club, Bali Seawalker, Bali underwater scooter, flyboarding, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Bali juga terkenal dengan warisan budayanya yang masih sangat kental sampai sekarang misalnya upacara adat, di Bali banyak sekali upacara adat yang sangat unik dan sayang untuk kalian lewatkan.

Daftar Upacara Tradisional Khas Bali

Secara umum Bali memiliki upacara adat yang digelar dan dilaksanakan oleh hampir masyarakat Bali terutama bagi masyarakat yang beragama Hindu.

Walaupun dalam pelaksanaannya tetap mengacu pada tempat (desa) upacara tersebut berlangsung, misalnya jika ada orang yang ekonomi nya kurang mampu. Upacaranya tetap dilakukan hanya saja tingkatan kecil, tapi tidak mempengaruhi dari makna upacara adat tersebut.

Berikut ini adalah daftar upacara adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali.

1. Upacara Adat Nyepi

Upacara adat bali
source: liputan6.com

Dikenal sebagai hari raya tahun baru Bali yang berdasarkan tahun Isaka (Saka) Nyepi sendiri berasal dari kata sepi yang artinya sunyi atau senyap. Umumnya Hari Raya Nyepi jatuh pada bulan Maret-April di tahun masehi.

Kebiasaaan pada Hari Raya Nyepi ini tergolong unik karena pada saat Hari Raya Nyepi tiba, tidak ada yang boleh beraktivitas sama sekali, tidak boleh keluar rumah dan menyalakan lampu dan tidak boleh gaduh.

Cuma tempat-tempat penting yang boleh dikunjungi oleh warga pada saat Hari Raya Nyepi, seperti rumah sakit.

Adapun tujuan warga tidak boleh beraktivitas saat Hari Raya Nyepi adalah  untuk bisa mengendalikan hawa nafsu, menahan dan mengendalikan segala keinginan dan kesenangan.

Dan bisa menjadi waktu yang paling tepat untuk melakukan tapa, yoga, brata, dan samadi, sehingga bisa membuka lembaran baru dengan hati yang putih dan bersih.

2. Upacara Adat Melasti

Upacara Adat Bali
source: kintamani.id

Upacara adat ini juga masih berkaitan dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, 2-4 hari sebelum tiba hari ‘H’ biasanya dilakukan prosesi Melasti (mekiis/melis).

Pada saat ini alat-alat suci tradisional yang masih diyakini oleh masyarakat Bali antara lain pralingga, jempana, pratima, simbol senjata nawasangan, dan umbul-umbul dengan diiringi oleh alat musik gamelan baleganjur dan warga.

Biasannya mereka akan mendatangi sumber-sumber air yang dikeramatkan seperti danau, mata air, hingga laut yang konon menyimpan mata air keabadian (Amerta)

Dalam upacara ini, pemangku Hindu akan memercikan air suci ke kepala, ke setiap orang yang datang, tujuannya adalah untuk membersihkan Bhuana Agung (alam) dan juga diri dari kotoran dan hal buruk agar jiwa kembali suci.

3. Upacara Adat Ngerupuk

upacara adat bali
source: winnetnews.com

Upacara Ngerupuk ini masih termasuk kedalam rangkaian acara Hari Raya Nyepi, dilaksanakan ketika satu hari sebelum Hari Raya Nyepi tiba.

Upacara Ngerupuk sendiri adalah upacara yang dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala kejahatan yang dilakukan pada sore hari (sandhyakala).

Setiap masyarakat Hindu di Bali wajib melakukan persembahan kepada sang Bhuta Kala dengan banten mecaru, baik itu di tingkat rumah, desa, kecamatan sampai tingkat provinsi bali yang biasanya dilakukan di perempatan jalan raya utama di kota tersebut.

Ritual ini biasanya dimulai dengan mengobori rumah, dennen nasi tawur,menyemburi rumah, dan pekarangan dengan mesiu hingga memukul-mukul benda yang menimbulkan suara gaduh.

Tujuannya adalah agar mereka (Bhuta Kala) tidak mengganggu kehidupan manusia disaat sedang melakukan brata penyepian.

Setelah semua acara selesai di meriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang di arak secara keliling di barengi dengan warga yang membawa obor.

4. Upacara Adat Galungan

pelaksanaan galungan
source: panduanwisata.id

Hari Raya Galungan adalah upacara adat dari Bali yang mempunyai tujuan untuk merayakan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan ( Adharma).

Galungan sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang mempunyai arti ‘Menang’. Selain merupakan hari untuk merayakan kemenangan, perayaan Galungan ini juga  untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya.

Biasanya upacara ini dilakukan setiap 6 bulan sekali atau dalam perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dunggulan ( Rabu Kliwon wuku Dungulan) dan perayaan ini dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

Pada saat inilah umat hindu diharapkan bisa membedakan antara yang baik dan dan yang buruk, sehingga kebahagiaan bisa diraih dengan kemampuan memengkan dharma dalam diri masing-masing.

5. Upacara Adat Tumpek Landep

upacara adat tumbek landap
source: nusabali.com

Upacara adat Bali ini dilakukan setiap 210 hari sekali yaitu jatuh setiap hari Sabtu Kliwon (Saniscara).

Kata tumpek sendiri berasal dari kata ‘Metu’ yang bermakna bertemu dan ‘Mpek‘ artinya akhir. Jadi Tumpek adalah pertemuan wewaran Panca Wara dan Sapta Wara, yang dimana Panca Wara diakhiri oleh Kliwon dan Sapta diakhiri oleh Saniscara (hari sabtu).

Sedangken Landep sendiri adalah berarti tajam atau runcing, maksudnya upacara ini dilakukan untuk beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti keris.

Pada perayaan ini umat Hindu memuja Sang Hyang Pasupati yang telah memberikan anugerah kecerdasan bagi manusia, sebagai tanda wujud terima kasih kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Pasupati.

6. Upacara Adat Otonan

pelaksanaan otonan
source: gustibali.com

Upacara adat yang berasal Bali yang satu ini berkaitan dengan kelahiran seorang anak (ulang tahun Bali), Upacara ini digelar ketika usia bayi sudah mencapai 6 bulan (210 hari). sampai di setiap 6 bulan berikutnya upacara ini dilakukan (hari lahir).

Hari lahir sangat berpengararuh pada watak seseorang, jika wataknya kurang baik, biasanya masyarakat Bali melakukan upacara lagi dengan harapan bisa mengubah perilaku.

Perlu kalian tahu. Bahwa upacara ini tidak perlu mewah yang penting harus diperhatikan nilai ritualnya.

Disaat ini manusia memanjatkan puja dan terima kasih serta syukur kepada Ida Sang Hyang Widi atas jiwa yang telah diberikan dan keselamatan serta kesejahteraan hidup.

7. Upacara Adat Mepandes

pelaksaan mepandes
source: kintamani.id

Upacara adat Mepandes (potong gigi)atau dikenal juga dengan nama Metatah atau Mesuguh.

Di dalam tradisi agama Hindu di Bali ada ritual unik yang harus dilkukan khususnya ketika anak mulai memasuki masa remaja, semua anak wajib melakukan upacara mepandes (potong gigi).

Ciri-ciri Siap Melakukan Mepandes.

  • Pada pria biasanya dilakukan setelah mengalami perubahan suara.
  • Sedangkan pada wanita  dilakukan setelah mendapatkan mentruasi yang pertama.

Tujuan dilakukannya upacara ini adalah untuk menghilangkan (Sad Ripu) jenis enam musuh yang timbul akibat sifat-sifat asubha karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia, yaitu:

  • Kama sifat yang penuh nafsu indriya.
  • Mada sifat kegila-gilaan (mabuk).
  • Lobha serakah.
  • Matsurya iri hati dan dengki.
  • Moha angkuh bingung.
  • Krodha pemarah dan kejam.

Untuk proses nya sendiri dilakukan oleh seorang sangging, yang di potong adalah 6 buah gigi depan bagian atas.

8. Upacara Adat Ngaben

upacara adat bali
source: kumpulantradisiunikdiindonesia.blogspot.com

Umumnya, jenazah orang yang meninggal dunia mayatnya bakal di kubur, namun berbeda dengan jenazah yang ada di Bali.

Di Bali ada ritual khusus yang biasa dilakukan untuk mengantar kepergian jenazah yang di sebut Ngaben. Pada pelaksanaan nya sendiri upacara ini dilakukan dengan megah diikuti dengan iring-iringan banyak orang dan di hiasi pula dengan hiasan yang megah.

Upacara Ngaben memiliki  3 tujuan utama yaitu:

  • Bentuk pelepasan roh atau Sang Atma dari duniawi.
  • Mempermudah roh untuk bersatu dan bersama dengan tuhan (Mokshatam Atmanam).
  • Mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta dan mengantarkannya ke sang Atma yakni alam Pitara.

Panca Maha Bhuta sendiri memiliki arti 5 unsur utama yang membagun badan kasar manusia, diantaranya:

  • Unsur padat seperti daging, tulang, kuku dan apah.
  • Unsur cair, yaitu bayu.
  • Unsur panas, yaitu akasa.
  • Unsur udara, yaitu teja.

Tujuan yang terakhir dari pelaksanaan diadakannya Ngaben yaitu sebagai simbolisasi  bahwa pihak keluarga yang di tinggalkan telah ikhlas dengan kepergian jenazah.

9. Upacara Adat Tumpek Unduh

pelaksanaan tumpek tunduh
source: nusabali.com

Tradisi Tumpek Tunduh atau biasa disebut dengan Tumpek wariga atau Tumpek Ngatag. Dirayakan 6 bulan sekali di hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, tepat pada 25 hari sebelum di laksanakan Hari Raya Galungan diadakan terlebih dahulu pemujaan Tumpek Unduh.

Tumpek Unduh sendiri merupakan bentuk persembahan kepada tuhan (Dewa Sangakara) sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan atas manifestasi yang diberikan kepada manusia.

Dan sebagai tanda rasa syukur manusia atas segala limpahan makanan yang berasal dari tumbuhan tersebut dan diharapkan manusia agar tetap bisa menjaga keharmonisan dengan alam terutama dengan tumbuhan.

Agar tercipta keseimbangan dan hubungan baik dengan alam salah satunya dari bentuk pelaksanaan Tri Hita Karana.

Bukan hanya tumbuh-tumbuhan, bahkan barang-barang mati  seperti benda yang terbuat dari logam seperti, keris, senjata, perabotan yang terbuat dari besi, sepeda motor hingga mobil juga di upacarai agar berkah dan berguna bagi manusia.

Baca : Senjata Tradisional Bali 

Demikian yang bisa saya bagikan mengenai upacara adat Bali beserta gambar dan keterangannya semoga bisa menjadi wawasan bagi kalian semua.

Jangan lupa sampaikan kritik dan saran anda dibawah ya, untuk kemajuan blog ini kedepannya.

Terimakasih.

 

Malik fauzan Human happiness and human satisfaction must ultimately come from ourselves.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *